
Ibuuuuuuuu.........."
Anggun berteriak histeris saat menjumpai ibunya jatuh tergeletak di lantai kamar mandi.
"Ibuuu....bangun buuuu !!!!" Anggun mengguncang tubuh ibunya dengan keras.Namun sang ibu diam tak bergeming.Air matanya kini sudah kembali menggenang di pelupuk mata."Ibuuuu.....banguuuunn !!! Ibu kenapa sampai seperti ini ??" Teriaknya histeris.
Sekilas kemudian dilihatnya sebuah benda yang tergenggam di tangan sang ibu.Dan betapa terkejutnya dia saat tau benda apa itu.Sebuah alat test kehamilan.Anggun ingat,,beberapa hari lalu Anggun yang sudah mulai curiga dengan keterlambatan haidnya mencoba memberanikan diri untuk membeli sebuah test pack.Dia hanya ingin memastikan kalau pikirannya salah.
Namun hasil dari test pack itu sangat mengejutkannya.Dia ternyata positif hamil.Dan entah karena kebodohannya dia membuang begitu saja alat test kehamilan itu ke tempat sampah kamar mandi.Sebenarnya sudah menjadi bagian Anggun membersihkan rumah termasuk semua sampah yang sudah menumpuk.Namun memang akhir-akhir ini Anggun tak lagi merutini pekerjaan itu.Dan keteledorannya untuk membuang sampah kamar mandi kini berakibat fatal.
Anggun tak tau apakah ibunya saat ini pingsan atau bagaimana.Yang pasti dia tak mengulur waktu lagi.Anggun berteriak saat itu juga untuk meminta pertolongan tetangga.Dan beberapa tetangga terdekat yang kebetulan belum memulai aktifitas kerjanya sontak berlari ke rumah Anggun.
Mereka dengan cepat menggotong tubuh sang ibu ke pembaringan.
"Ada apa dengan ibumu Anggun ??" Tanya seorang perempuan paruh baya.
"Saya ndak tau bulek..." jawab Anggun sedikit berbohong.Yang sebenarnya dia bisa menduga penyebab ibunya demikian.Dan dia merutuk dalam hati karena itu.
"Ayo....cepat panggilkan pak Darmin.Sebelum beliau berangkat dinas." seru seorang laki-laki tua yang juga ikut membantu mengangkat ibu Anggun barusan.
Dan seorang anak yang memakai seragam SMP seketika berlari keluar menuju tempat orang yang dimaksud.Pak Darmin adalah mantri kesehatan di daerah sana.Dan rumahnya juga tak terlalu jauh dari rumah Anggun.
Lima menit kemudian orang yang di panggilpun datang.Dengan membawa sekotak peralatan medis,,Pak Darmin mencoba memeriksa wanita yang terbaring di atas ranjang.Anggun yang sejak tadi duduk di tepi ranjang hanya bisa menangis tersedu.Dia menyingkir saat mantri kesehatan itu mulai memeriksa ibunya.
Semua yang ada di ruangan itu tampak tegang.Menanti apa penjelasan yang akan di sampaikan Pak Darmin selanjutnya.Pria itu mencoba memeriksa denyut nadi ibu Anggun.Dan dahinya berkerut untuk sesaat.Kemudian dia mencoba meyakinkan pemikirannya dengan memasang stetoskop dan mencoba mengecek detak jantungnya.
Raut wajah pria itu tampak pias untuk beberapa detik.Beliau menghembuskan nafas berat karenanya.
"Apa yang terjadi dengan ibu saya pak ??" tanya Anggun tiba-tiba.Dia sudah tak sabar menunggu hasil pemerikasaan mantri tersebut.
Pak Darmin menatap Anggun dengan dengan sendu.Ada keraguan di salah satu sudut hati pria itu.
"Anggun,,tabahkan dan kuatkan hatimu nak.Ibumu...." Pak Darmin terdiam untuk sesaat.Kepalanya tertunduk.
"Ada apa dengan ibu saya pak ?? Ibu baik-baik saja kan ??" Anggun mengguncang tubuh laki-laki dihadapannya dengan keras.
__ADS_1
"Ibuumuu....sudah menghadap Tuhan nduk....Ya,,dia sudah meninggal."
Seperti ada sebuah bongkahan batu besar yang menghantam kepala dan ulu hati Anggun.Gadis itu membelalak tak percaya dengan apa yang di dengarnya.Spontan Anggun menjerit histeris menyerukan nama ibunya.
"Tidaaaaakkkkk.....tidaaakk munggkiiinn....Ibu pasti masih hidup.Ibuuuuu.....ibu bangun buuuu....Ibu tidak boleh meninggalkan Anggun sendirian.Anggun tidak punya siapa-siapa lagi selain ibu.....Ibuuu...." gadis itu meraung-raung keras sambil menggoncang-goncang tubuh ibunya yang sudah tak bernyawa.
Semua tetangga berkerumun.Dan beberapa orang tampak mencoba menenangkan Anggun yang nampak frustasi.Hancur lebur sudah perasaan gadis berambut panjang itu.Takdir seakan tidak bersahabat dengannya saat ini.
Kenapa ?? Kenapa ?? Semua terjadi dalam waktu bersamaan.Aku kehilangan orang-orang yang aku cintai.Kepada siapa lagi aku akan membagi suka dukaku ini.Dengan siapa lagi aku menangis dan tertawa kembali ?? Tuhaaann....apa rencana yang Kau berikan padaku ??
Adrian akan berangkat ke kantornya saat tiba-tiba Dinda datang menemuinya.
"Mas,,mau berangkat sekarang ??" Tanya Dinda dari balik pintu kemudian datang mendekat.
"Iya." Jawab Rian masih sibuk membenarkan letak dasinya.
"Tapi ini masih terlalu pagi.Biasanya satu jam lagi mas berangkat." Rian tak menjawab pernyataan Dinda kali ini.
"Itu....Bapak nyuruh Dinda buat manggil mas Rian." Dan perkataan Dinda barusan mendapat decakan kesal dari Rian seketika.
"Baiklah...katakan sebentar lagi aku kesana." Dinda kemudian berlalu dari kamar abangnya.Entah di akui atau tidak dia melihat sebuah perubahan pada kakak laki-laki keduanya ini.
Lima menit kemudian Rian sudah masuk ruang keluarga.Disana sudah menanti Bapak dan Ibunya.Dengan malas Rian akhirnya duduk di sebuah kursi tunggal.
"Apa yang ingin bapak bicarakan denganku sepagi ini ??" katanya dingin.Dan ekspresi tersebut juga dirasakan oleh orang tuanya.Pak Sujono hanya menarik nafas panjang sebelum akhirnya dia berkata.
"Bapak tau kamu kecewa sama bapak Rian.Dan bapak hanya bisa minta maaf untuk itu." pak Sujono menelan ludahnya pahit.
"Sudahlah pak.Jangan berkata seperti itu.Dan memang benar kata bapak,,kalau hanya aku saja yang bisa menyelamatkan kehormatan keluarga ini.Meski aku harus membayarnya dengan kebahagiaanku."
"Le....Bapak juga ingin kamu bahagia.Bapak menyuruhmu mengambil keputusan ini bukan berarti bapak tidak menyayangimu nak.Ingatlah nak...terkadang memang kita tidak bisa mendapatkan kebahagiaan yang kita inginkan.Tapi percayalah,,Tuhan pasti akan menggantinya dengan kebahagiaan yang lain."
"Ckkkk....sudahlah pak.Saya tidak mau berdebat dengan bapak.Katakan saja apa yang ingin bapak bicarakan sebenarnya !!"
__ADS_1
Untuk beberapa waktu,,pak Sujono terdiam.Menimbang-nimbang dari mana dia akan memulai pembicaraan.
"Le....bapak ingin kita mengadakan pernikahanmu dengan Anggun secepatnya."
Dan seperti mendapat sebuah cambukan keras,,Adrian bangkit dari duduknya seketika.
"Lakukan apa yang ingin bapak lakukan !! Dan jangan meminta pertimbangan saya karena pada akhirnya keputusan bapak juga yang akan menang." potong Rian tajam.
Jelas terlihat sekali kalau emosi sudah menguasainya.
"Le....dengarkan dulu perkataan bapak...."
"Saya harus berangkat pak.Assalamualaikum...." Rian kemudian berlalu dari hadapan orang tuannya tanpa sedikitpun menoleh kearah mereka.
"Tunggu Riaann !!! Kamu tidak sarapan dulu nak ??" Ibu Ratih berusaha mengejar putranya yang hampir menaiki mobilnya.
"Maaf bu,,saya tidak lapar.Saya pergi dulu,,assalmualaikum..."
"Waalaikum salam..." Bu Ratih memandang kepergian anaknya dengan tatapan sedih.Dia benar-benar tak menyangka kalau keluarga yang sekian lama dia jaga keharmonisannya,,kini retak begitu saja.
Sebuah tangan kekar tiba-tiba menyentuh pundaknya.Mengejutkan ia dari lamunannya.
"Sudahlah bu....Mungkin ini adalah resiko yang harus kita terima." Kata pak Sujono bimbang.
"Tapi aku ndak bisa menerima hal ini pak.Lihatlah....keluarga kita terpecah dalam waktu singkat."
"Lalu ibu mau menyalahkan siapa ?? Jangan bilang kalau Anggun penyebab keluarga kita hancur bu." Pak Sujono mulai gusar.Dan istrinya hanya terdiam mendengar teguran dari suaminya tersebut.
"Bu....bapak mohon,,ibu juga harus kuat.Jangan sampai Ibu juga mempunyai pemikiran buruk.Ibu tidak boleh lemah.Percayalah,,Tuhan pasti punya rencana baik dengan semua ini." Pak Sujono memperingatkan.Dan itu membuat Bu Ratih terisak karena malu.Malu karena suaminya tau dengan jalan pikirannya.
"Maafkan ibu pak...Ibu hanya tidak terima kalau keluarga kita tiba-tiba hancur." Perempuan itu menyandarkan kepalanya di bahu suaminya.Dan pak Sujono berusaha menenangkan hati sang istri dengan membalas memeluknya.
"Yang pasti jangan sekali-kali kita menyalahkan Anggun dalam hal ini.Ayo...kita masuk.Kita harus bersiap-siap untuk pergi ke rumah Anggun."
Dan merekapun kembali ke dalam rumah.Semua sibuk dengan pemikiran masing-masing.Dan Bu Ratih hanya bisa berharap bahwa apa yang di katakan suaminya adalah benar.Bahwa Tuhan mempunyai rencana yang baik dari semua tragedi ini.
__ADS_1
\===========================