
Sudah satu jam Adrian berputar-putar menyusuri jalanan kota Surakarta.Belum jelas kemana dia akan memastikan arah tujuannya.Anggun yang sejak tadi duduk di sampingnya juga masih setia dengan kebungkamannya.Tak berani dia membuka suara sepatah katapun.
Hingga akhirnya Adrian menepikan mobilnya di tepi jalan yang sunyi.Dan untuk beberapa saat tak ada apapun yang mereka lakukan.Hanya pandangan mata mareka yang menatap kosong jauh kedepan.Lama-kelamaan Anggunpun mulai jenuh dan diapun mau tak mau membuka percakapan.
"Kalau kamu tak keberatan,,bagaimana kalau kita pergi ke rumahku.Kita bisa tinggal disana untuk sementara sampai...."
"Aku tidak minta pendapatmu !!" Adrian memotong cepat.
"Maaf,,aku hanya menawarkan saja."
Dan kembali lagi suasana hening mencekam.Beberapa saat kemudian tampak Adrian mengambil ponsel yang ia simpan di saku celananya untuk kemudian dia mencoba menghubungi seseorang.Namun sayang,,entah bagaimana bisa ponselnya tiba-tiba kehabisan batrei.Sial !!! Umpatnya dalam hati.
"Mana ponselmu ??" Tanyanya sinis.
"Untuk apa ??" Tanya Anggun terbodoh karena dia memang tak tahu apa alasan mengapa Adrian meminta ponselnya.
"Jangan banyak tanya !!! Cepat kemarikan ponselmu !!!" minta Adrian lagi dengan paksa.Anggunpun menuruti kemauan Adrian meski banyak pertanyaan menyelimuti hati dan pikirannya.
Agak lama dia mencoba menunggu sampai panggilan itu di angkat oleh orang di seberang sana.Ya,,karena waktu sudah hampir tengah malam,,jadi mungkin orang yang di tuju juga sudah terlelap dalam tidurnya.Tampaknya Adrian sudah mulai kesal saat ini.Dan beberapa kali tetap di cobanya untuk menghubungi orang yang di maksud,,sampai akhirnya diapun merasa lega karena telfonnya mendapat jawaban.
"Hallo....siapa ini ??" Seru orang di seberang telfon dengan suara serak dan malas.Kelihatan kalau orang itu benar-benar sedang tidur dan dia terbangun karena suara berisik dari telfonnya.
"Bangunlah !!! Ini aku !!" Jawab Adrian singkat.Dan orang di seberang sanapun melebarkan matanya seketika.
"Adrian ini kamu ?? Ngapain kamu malam-malam begini menelfoku.Mengganggu tidurku saja." orang itu menggerutu keras saat tau siapa yang sudah mengganggu tidurnya.
"Aku mau minta bantuanmu." kata Adrian masih serius dan tak ingin bercanda.Dan seperti tau apa yang dipikirkan Adrian,,orang itupun mulai serius.
"Katakan !!! Apa yang bisa ku bantu ??"
"Tolong carikan aku tempat tinggal sekarang juga."
__ADS_1
"Apa ?? Kamu sedang mempermainkanku ya ??"
"Tidak.Aku serius."
"Memangnya kenapa ?? Kamu di usir dari rumah ?? Atau ingin belajar mandiri sepertiku ??"
"Besok saja aku menceritakannya.Tapi sekarang aku perlu tempat tinggal."
"Hmmm....tapi ku rasa sulit mendapatkan rumah malam-malam begini.Tapi....sebentar,,aku ada kenalan.Dia juga sedang menjual rumahnya karena dia mau pindah ke luar Jawa."
"Apa kau tau seperti apa rumahnya ??"
"Hmm...yachh,,aku pernah kesana sekali.Untuk rumahnya memang tak begitu besar sihh....tapi kurasa itu cocok dengan seleramu."
"Baiklah.Anggap aku setuju."
"Tapi aku harus menghubungi orangnya.Dan mungkin baru besok aku memberikan kepastiannya."
"Ok.Eh...tapi,,ngomong-ngomong kamu memakai ponsel siapa nih ??"
Untuk beberapa saat Adrian terdiam.Dia ragu apakah dia akan menjawab jujur atau tidak.
"Istriku." Dan jawaban itu membuat orang itu terloncat dari tidurnya.
"What ?? Istrimu ?? Andini maksudmu ?? Kapan kalian menikah ?? Kenapa tidak mengundangku dan orang-orang kantor ??" orang itu memprotes tajam.
"Sudahlah.....aku tak ingin membahas ini sekarang.Besok saja aku menceritakannya." Adrian melirik sekilas ketempat Anggun berada.Disana Anggun sepertinya sudah mulai mengantuk.Gadis itu sudah menyandarkan kepalanya di kursi penumpang dengan mata yang juga sudah terpejam.
"Adrian...Adriann....apa kamu mendengarku ??"
"Oh....eh...iya...."
__ADS_1
"Kamu melamun ??"
"Sorry,,aku hanya memikirkan sesuatu.Ya sudah,,aku tutup telfonnya.Sebelumnya trima kasih atas bantuanmu."
"Nyantai saja bro.Kamu temanku,,sudah seharusnya aku membantumu.Tapi ingat !!! Kamu berhutang satu hal padaku.Semua rahasia yang kamu simpan selama ini.Dan besok kamu harus menceritakannya padaku."
Tak ada jawaban dari Adrian.Dia lalu menutup ponsel milik Anggun dan menyimpannya di dalam sakunya.Adrian lalu mengemudikan mobilnya menuju sebuah hotel di khawasan setempat.
"Bangunlah...kita sudah sampai." Adrian berseru agak keras.Namun Anggun masih dalam keterlelapannya.Akhirnya dengan sebal dia menepuk pipi istrinya,,dan wanita itu mengerjapkan matanya agak terkejut.Anggun menoleh ke arah Adrian dengan sedikit salah tingkah karena sudah tertidur di dalam mobil suaminya tanpa sengaja.Mau bagaimana lagi,,dia memang sudah benar-benar lelah dan mengantuk.
"Turunlah !! Kita sudah sampai.Malam ini kita menginap di hotel karena baru besok kita mendapatkan rumah." Kata Adrian datar.Pria itu lalu turun duluan untuk check in.Dan Anggun hanya bisa mengekor dari belakang.
Tak lama kemudian mereka sudah memasuki kamar yang sudah di pesan.Dengan ragu-ragu Anggun memasuki kamar bernuansa putih tersebut.
"Tenanglah....aku sudah memesan kamar yang ada twin bed nya.Jadi kita tidak perlu tidur seranjang." Seru Adrian yang sepertinya tau isi pikiran wanita itu.Adrian memasuki kamar itu lebih dulu.Melepaskan Jaket yang sejak tadi dipakainya dan terakhir dia mencopot kedua sepatunya.Dia berjalan ke kamar mandi berniat hanya untuk mencuci mukanya agar kelihatan segar.
Anggun tak mau membuang waktu.Dia sudah terlalu lelah hari ini.Sejak kejadian tadi pagi yang membuatnya sedikit terguncang karena perlakuan Adrian padanya,,sehingga selama seharian dia masih merasa tegang sampai tak bisa beristirahat meski untuk sejenak.
Anggun memang sudah mengenal Adrian sejak lama.Sejak dia menjalin hubungan dengan Bagas,,dia sudah sering bertandang ke rumah keluarga Sujono.Dan meski tak terlalu akrab dengan adik dari kekasihnya itu,,tapi Anggun tau seperti apa sifat Adrian sebenarnya.Dan kejadian tadi pagi,,sungguh di luar ekspektasinya.
Adrian sudah kembali ke kamar dan sudah menjumpai Anggun berbaring di ranjangnya dengan posisi membelakanginya.Diapun akhirnya masuk kedalam selimut tebal miliknya.Dan sebelum dia membaringkan tubuhnya,,Adrian masih sempat menoleh kearah Anggun berada.
"Apakah kamu sudah tidur ??" serunya pelan.Dan hanya sebuah deheman kecil yang di berikan Anggun padanya.Adrian hendak membuka suara lagi.Namun pria itu merasakan tiba-tiba lidahnya menjadi kelu."A...aku...minta maaf atas kejadian tadi pagi.Tak seharusnya aku sekasar itu padamu."
Tak ada jawaban apapun.Anggun hanya diam dalam kebisuannya.
"Aku tau kamu pasti sakit hati atas perlakuanku padamu.Aku berjanji tak akan mengulangi kesalahan itu lagi." Dan masih tak ada jawaban apapun.
"Baiklah.Sebaiknya kita pergi tidur.Selamat malam." Adrian lalu mematikan lampu tidurnya.Dan Anggun ??? Apa yang sebenarnya terjadi padanya ?? Oh....ternyata Anggun sudah terlelap sejak tadi.Dia sudah menyambut mimpi indahnya beberapa saat yang lalu ketika Adrian meminta maaf kepadanya.Dan sayang sekali gadis itu sudah terbawa arus mimpi dan tak mendengar apa yang sudah di ucapkan Adrian kepadanya.
\===============================
__ADS_1