Anggun Bidadariku

Anggun Bidadariku
Hati yang terluka


__ADS_3

Anggun POV


Apa yang kurasakan saat ini sungguh seperti sebuah sayatan yang di hasilkan oleh sebuah sembilu tajam.Sakit dan perih.Hanya air mata yang mampu aku curahkan sebagai pelampiasan atas terlukanya hatiku yang di lakukan oleh Bagas,,kekasihku.


Aku tidak mengerti jalan pikirannya.Bagaimana bisa dia menyakitiku sedalam ini.Bahkan selama ini hampir tak ada ketegangan sedikitpun yang menjadi pemicu permasalahan dalam hubungan kami.Meski ku akui terkadang kesalah pahaman atau perbedaan pendapat juga terjadi,,namun itu ku pastikan takkan berlarut atau bahkan menjadikan percekcokan yang berakibat menghancurkan hubungan.Tidak !!! Tidak demikian !!


Bagas adalah sosok laki-laki yang bijaksana dan dewasa.Meski kadang egonya agak tinggi di atasku,,tapi aku bisa mengatasinya dengan sedikit mengalah darinya.Dan kalaupun terjadi perselisihan di antara kami,,aku hanya bisa bungkam hanya demi menjaga hubungan yang sudah sekian taun kami jalani.


Tapi kini.....aku sungguh tak mengira kalau Bagas akan mengkhianatiku secara diam-diam.Aku sampai mempertanyakan dalam hatiku,,kesalahan apa yang sudah aku perbuat ??


Aku berharap ini hanya sebuah mimpi yang mana saat aku membuka mata maka mimpi buruk itu akan hilang dengan sendirinya.Namun saat kusadari air mataku yang mengalir membasahi kedua pipiku,,serasa menyentakkan kesadaranku kembali bahwa ini memang bukanlah mimpi.


Dan rasa sakit itu kembali lagi.Semua kenangan indah yang pernah kujalani dengan Bagas kembali menorehkan luka yang semakin dalam.Lima tahun masa-masa indah itu kulalui.Sungguh itu bukanlah waktu yang singkat.Dan kini kenangan manis itu seperti bumerang bagiku.Mengoyak seluruh relung hatiku sampai hancur berkeping-keping.


Entah sudah berapa jam aku menghabiskan waktuku di dalam kamar.Bahkan aku ingat kalau seharian ini baru sekali aku mengisi perutku.Itupun karena paksaan dari orang tua Bagas.Meski aku tau mulutku terasa pahit menyantap makanan itu,,tapi demi menghormati orang tua Bagas yang sudah ku anggap seperti orang tuaku sendiri,,akupun memaksakan untuk menelan makanan tersebut meski susah payah.


Dan sejak tadi aku hanya melampiaskan kepedihanku dengan genangan air mata.Entah ini hari ke berapa aku menangis.Yang jelas sejak aku tak bisa menghubungi Bagas,,air mata itu sudah setia menemani kesedihanku.


"Nduuukk....ada apa sebenarnya ?? Sejak tadi kamu menangis.Katakan pada ibu nak,,apa permasalahanmu sebenarnya ??" Suara teguran ibu entah yang keberapa kalinya.Dan masih dengan sabar pula dia menjengukku di dalam kamar meski tak ada satu dari pertanyaannya yang aku jawab.


"Anggun,,didunia ini hanya ibu temanmu satu-satunya.Jadi kepada siapa lagi kamu membagi masalahmu  nak...ayolah...ceritakan pada ibu,,apa yang membuatmu menangis sejak tadi ??" Sekali lagi pertanyaan yang hampir sama terlontar dari mulut ibu tercintaku.Memang benar apa yang menjadi perkataannya.Di dunia ini hanya beliaulah teman dekatku satu-satunya.Dan hanya ibulah tempatku berbagi suka duka selama ini.Karena hanya dialah yang ku punya saat ini.


Sejak kematian ayahku sepuluh tahun yang lalu,,kurasa tak ada lagi tempatku mencurahkan semua kesedihan yang terkadang membelengguku selain dari pada ibu.Dan karena hanya akulah anak satu-satunya,,maka tak ada teman berbagi suka duka ibu selain daripadaku juga.


Kami memang hidup sendiri tanpa sanak saudara.Aku sendiri tidak tau siapa eyang atau paman dan bibiku.Orang tuaku tak pernah bercerita sedikitpun padaku.Dan aku sendiri juga tak terlalu tertarik untuk menyelidikinya meski kuakui kadang rasa penasaran itu muncul tiba-tiba.


"Anggun....kalau kamu seperti ini terus...sama saja kamu menyakiti ibu nduk.Ibu mohon....berbagilah sayang...siapa lagi tempatmu mengeluhkan kesedihanmu selain pada ibu.Dan jangan berlarut-larut dengan air mata yang bahkan tak mampu mengurangi rasa sakit di hatimu itu nak." kata ibu dengan kelu.


Aku bangkit dari pembaringan dan duduk tepat dihadapan ibuku yang beliau sendiri memposisikan dirinya di tepi ranjang.


"Lihatlah....matamu sudah bengkak karena air mata." Ibu mengusap air mataku yang masih mengalir begitu saja.Ada kesedihan yang terpancar dari raut wajahnya."Katakan pada ibu nak,,apa permasalahanmu ??" Ibu mengangkat wajahku yang tertunduk dan memaksaku untuk menatap matanya yang teduh.


Sungguh aku tak kuasa menatap mata tersebut.Aku terlalu malu dan takut pada kenyataan yang menimpa diriku.Apa jadinya kalau ibu sampai tau tentang permasalahanku ?? Hingga sampai akhirnya akupun memeluk ibuku dan pecah kembali tangisanku yang beberapa saat lalu sempat terhenti.


Ibu hanya bisa mengusap-usap rambut panjangku.Ahh....aku suka sekali bahu ini...Begitu tenang dan nyaman.Aku seperti kembali seperti bayi dimana aku yang di timang-timang ibuku dalam gendongannya saat aku mulai menangis.Bisakah ?? Bisakah aku kembali ke masa itu saat aku masih belum mengerti apa-apa tentang urusan dunia.Dan hanya buaian serta air susu ibuku saja yang aku tahu.

__ADS_1


 


Di rumah keluarga Sujono...


Adrian POV


Aku pulang agak larut malam.Pikiranku benar-benar kacau dan berantakan.Aku sangat frustasi terhadap permasalahan yang ku hadapi saat ini.


Kulihat ibu masih menungguku di ruang tengah.Aku tak banyak bicara kecuali hanya mengucapkan salam untuk kemudian masuk dengan acuh  dan pergi kedalam bilikku sendiri.Sepertinya ibu ingin berbicara denganku,,namun mengetahui keadaanku yang mungkin dalam pandangan beliau sangat memprihatinkan,,ibupun mengurungkan niatnya.


"Sudahlah bu...kita bicara besok saja sama dia.Sekarang,,biarkan dia tenang dulu.Ini juga tidak mudah baginya." Kata bapak menenangkan ibu yang sepertinya cemas dengan keadaanku.


"Aku hanya cemas dengan keadaanya pak.Lihatlah....mukanya begitu kusut.Dia pasti berat melalui semua ini."


"Hmmm...yaaa....bapak tau itu.Dalam hal ini Adrian memang tak bisa di salahkan.Kalau bukan karena Bagas,,semua pasti tak akan seperti ini." Bapak menggeram."Ya sudah...semua kita bicarakan besok.Sekalian kita membicarakan tentang pernikahan itu.Semua harus di urus cepat sebelum orang tau yang sebenarnya.Dan sekarang,,sebaiknya kita istirahat.Hari ini benar-benar sangat melelahkan."


Bapak dan Ibu kemudian mengunci pintu dan masuk ke kamar mereka.Aku sendiri menghenyakkan tubuhku di kursi tempatku biasanya mengerjakan tugas-tugas kantorku.Entah kenapa aku tidak bisa tidur meski aku tau kalau tubuhku sangat lelah.Ya....lelah karena dilema yang baru saja kualami.Ternyata memang tidak mudah jika kita berurusan dengan perasaan.


Ku tarik sebuah laci di mejaku.Disana tampak beberapa lembar foto yang kuabadikan bersama Andini.Memang masih berantakan karena belum ku simpan dalam album sebagaimana mestinya.Dan kuambil foto itu satu persatu.Pandanganku kembali pada setiap kenangan yang tergambar dalam foto tersebut.


Ku masukkan semua foto-foto itu kedalam tong sampah yang terbuat dari besi aluminium.Kusulut sebuah api kecil pada sebuah kertas dan kumasukkan kedalam tong sampah tersebut.Dalam waktu sekejap foto-foto itupun habis terbakar dan hanya menyisakan abu putih yang akan menghilang dalam sekejap karena hempasan angin.Tinggal sebuah foto yang sengaja kusisakan.Gambar yang kami ambil saat ulang tahunnya tempo hari.


Kugunting foto itu hingga hanya menyisakan wajah kami berdua.Dan kusimpan kedalam dompetku sebagai kenangan terakhirku dengannya.Aku menelungkupkan wajahku pada tangan yang kulipat di atas meja.Sekali lagi,,perih itu kembali datang menjarah seluruh relung hatiku.Andini.....aku mencintaimu.....


 


Kembali ke rumah Andini.....


Author POV


Andini menumpahkan tangis di dalam kamarnya.Ibunya yang tengah kebingungan dengan perubahan sikap sang anak.Pasalnya tadi sebelum pergi,,wajah Andini masih gembira.Namun kenapa saat pulang,, wajah itu sudah berubah keadaan.Apa yang sebenarnya telah terjadi ?? hanya itu yang ada di pikiran wanita paruh baya tersebut.


Bu Retno membuka pintu kamar Andini dengan pelan yang kebetulan tidak terkunci.Dan di dekatinya ranjang berukuran besar itu.


"Din....ada apa sebenarnya ?? kenapa kamu jadi seperti ini nduk ?? Kamu sama Rian bertengkar ??" Bu Retno membelai kepala putrinya pelan dan penuh sayang.Tiba-tiba Andini bangkit dari tidur tengkurapnya dan duduk berhadapan dengan ibunya,,untuk kemudian memeluk erat wanita itu sambil menangis dengan keras.

__ADS_1


"Ibuuuuuuu....." Serunya dalam tangisannya.


"Hmmm,,ceritakan pada ibu nak ?? Apa yang sudah terjadi ??"


Andini melepaskan pelukannya dan menatap ibunya dengan lesu.Air matanya masih mengalir begitu saja dan tak mampu ia bendung.Bu Retno tersenyum tipis sambil mengusap bulir air bening itu dengan kedua tangannya.


"Katakanlah sayang....kamu bahkan tak pernah seperti ini sebelumnya." Andini mencoba menghentikan tangisnya.Berusaha menata kembali deru nafasnya yang terputus-putus.


"Bu...Riaaann....Riiaannn...." Andini masih belum meneruskan kata-katanya.


"Ada apa dengan Rian ??" Bu Retno mendesak sambil menautkan kedua alisnya.


"Di....dia....diaa....memutuskan hubungan kami." perkataan itu membuat Bu Retno tersentak seketika.Matanya melebar menatap putrinya tak percaya dengan apa yang di dengarnya.


"Andini....kamu tidak sedang bercanda bukan ???" Bu Retno meyakinkan.Dan Andini hanya tertunduk sambil menggelengkan kepalanya."Tapi...kenapa nak ?? Bukankah kalian tidak ada masalah ??" Imbuhnya kemudian.


"Saya tidak tau bu.Rian hanya bilang kalau dia.....dia....." Andini terdiam sebentar.Mulutnya terasa kelu saat akan mengatakan kebenaran tersebut."Riaan...akan menikah dengan wanita lain bu...." Dan Andini sudah tak sanggup lagi menahan air matanya kembali.Gadis itu merangkul ibunya dan memecah tangisnya kembali di dalam pelukan wanita paruh baya itu.


Bu Retno ikut merasakan sesak yang tiba-tiba mendera hatinya.Sakit itu juga entah bagaimana ikut terasa olehnya.Dan perempuan itu hanya bisa terdiam membisu sambil mengusap-ngusap punggung Andini lembut.Seakan hanya itu yang sanggup ia lakukan untuk meringankan beban berat yang saat ini di rasakan sang anak.


 


Kembali ke rumah Anggun...


Author POV


Entah sejak kapan Anggun tertidur.Dia sampai tidak sadar kalau dirinya terlelap di pangkuan ibunya.Mungkin semua terjadi karena rasa lelahnya setelah seharian menangis.


Tidurnya terganggu di pagi hari saat dia mendengar sebuah benda jatuh dan pecah.


PYYYAAARRRR...


Anggun tersentak lalu berlari seketika kearah suara itu berasal.Dan betapa terkejutnya ia saat menjumpai ibunya jatuh tergeletak di kamar mandi.


"Ibuuuuuuuu............"

__ADS_1


\===========================


__ADS_2