
Cepatlah,,aku menunggumu di mobil." Kata Adrian dengan malas.Anggun hanya menganggukkan kepalanya pelan.Dia memang sudah tau kalau hari itu Adrian menjemputnya mengingat esok hari adalah upacara pernikahan mereka.
Hanya sekilas Adrian melirik ke arah Anggun.Rambut panjang lebat tergerai indah itu selalu menarik perhatiannya sejak dulu.Tapi saat ini pria itu tak ingin menanggapi kekaguman yang selalu tersulut saat ia melihat ciptaan Tuhan yang indah tersebut.
Anggun sudah siap dengan sebuah dress warna biru.Itu adalah warna kesukaannya.Dan meski hanya dengan sedikit make up di pipi dan bibirnya,,gadis itu sungguh sudah terlihat sempurna.Memang jauh di lubuk hati Adrian pernah merasakan iri pada abangnya.Mendapatkan kekasih secantik dan semenarik Anggun.Gadis itu tak hanya idaman para pria.Bahkan sikapnya yang santun dan lembut juga menakhlukkan hati orang tuanya.Tapi itu dulu sebelum Rian mengenal sosok Andini.Dan setelah kehadiran wanita yang di cintainya,,pikiran itupun lenyap dengan sendirinya.Karena baginya,,Andini juga tak jauh beda dari Anggun.Meskipun memang harus ia akui bahwa,,Anggun masih berada di atas Andini dalam segala hal.Terkecuali status sosial.
Tak lama kemudian mobil Adrian sudah meluncur menyusuri jalanan kota Surakarta.Tak ada yang mereka perbincangkan.Hanya suara deru mobil yang terdengar oleh telinga mereka berdua.Kesunyian itu memang sungguh menyiksa Anggun.Entah kenapa dia merasa canggung jika selalu berdekatan dengan Rian.Rasa bersalah dalam dirinyalah yang membuat hatinya resah.Namun tidak demikian dengan Adrian.Pemuda itu bahkan bersikap acuh tak acuh padanya.Seakan tak ada orang sama sekali di mobil itu selain dirinya.
Anggun hanya bisa menundukkan kepala sambil memainkan jari-jari tangannya.Seolah itu adalah hal yang menarik perhatiannya saat ini.Semua berjalan apa adanya sampai pada suatu ketika mata Adrian melihat pemandangan di depan sana.
Anggun terkejut saat Adrian menghentikan mobilnya secara tiba-tiba.Kalau saja dia tidak memasang sabuk pengaman,,pasti gadis itu sudah terbentur kedepan.Anggun menoleh sesaat kearah Adrian yang sudah berapi-api oleh kilatan emosi.
Dengan mengeratkan gigi-giginya,,pria itu memandang penuh kesal di depan sana.Pandangan mata Anggun mengikuti kemana pemuda itu menatap.Dan sekarang tahulah dia apa yang membuat pria itu marah.
Didepan sana tampak Andini duduk dengan seorang laki-laki.Dan mereka terlihat sangat akrab.Anggun tidak tahu siapa laki-laki itu.Mungkin teman satu profesinya melihat celana putih yang masih terpakai oleh pria itu.
"Brengsek !!! Dia mengambil kesempatan saat aku pergi." Rian menggeram penuh amarah.Namun Anggun tak habis pikir,,kenapa Rian hanya berdiam saja kalau memang dia tidak suka.Bahkan mereka masih setia mengintai hingga tiga puluh menit kemudian.
Dan saat kedua orang itu pergi bersama,,Adrian hanya bisa mengekor dari belakang.Mobil yang di kendarai Andini bersama teman prianya ternyata berhenti didepan rumah gadis itu.Rian tak bisa melihat persis apa yang di lakukan keduanya didalam mobil.Hanya saat Andini turun dari mobil,,perempuan itu melambaikan tangannya sambil tersenyum ringan pada teman prianya.
Andini terus mengawasi kepergian sahabatnya sampai menghilang di tikungan jalan.Untuk kemudian dia membuka pintu pagar dan hendak masuk kedalam rumahnya.Namun pada saat itulah Adrian turun dari mobil dengan cepat dan menghampiri dimana Andini berada.
Wanita itu tentu saja di buat sangat terkejut karena tiba-tiba Adrian menyeret pergelangan tangannya dan menghimpitnya pada tembok pagar.
"Rian,,apa yang kamu lakukan ?? Lepaskan !!!" Andini berteriak sekaligus meronta.Namun tangan pria yang sedang dalam keadaan emosi tersebut sangat kuat dan tak mungkin untuk di kalahkan.
"Kenapa kau bersama pria itu Andini ??" Adrian menggeram.Matanya penuh dengan kobaran api cemburu.
__ADS_1
"Siapa ?? Niko ?? Memang kenapa ?? Kau tidak berhak lagi melarangku.Dan cepat lepaskan aku !!!"
"Kamu tau aku mencintaimu Din."
"Haaahhh ??? Cinta ??? Benarkah ?? Lalu kenapa kau mengakhiri hubungan kita ??"
"Karena aku punya alasan untuk itu."
"Ya.Alasanmu adalah menikah dengan orang lain.Bukankah begitu ??" Andini menatap Adrian dengan tatapan menantang.
"Kau tidak tau yang sebenarnya Din..." Adrian menunduk lesu.
"Sudahlah Adrian.Aku tidak perlu penjelasanmu.Apapun alasanmu,,yang pasti kau telah menyakitiku.Dan hubungan kita sudah berakhir.Jadi jangan pernah kau campuri urusanku lagi." Andini menghentakkan tangannya dengan keras lalu hendak melangkah pergi.Namun secepat kilat tangan Adrian menyambarnya kembali dan entah bagaimana mulanya,,tiba-tiba pria itu sudah mencium bibir wanita di hadapannya dengan rakus.
Anggun yang sejak tadi melihat perdebatan dua orang yang pernah terlibat asmara itu hanya bisa menundukkan wajah sambil menggigit bibirnya saat melihat kejadian mengejutkan itu terjadi.Ada sesuatu yang menusuk relung hatinya saat melihat kejadian itu.
Mungkinkah dia calon istri Adrian ?? Dan dia melihat Adrian menciumku ??
Dan dengan sekuat tenaga Andini berusaha melepaskan ciumanĀ tersebut dengan sekali hentakan.
PLAAAAKKKKK !!!!
Andini menampar Adrian keras.Matanya memerah karena air mata yang siap tercurah.
"Dasar kau laki-laki bajingan !!! Kau bahkan menciumku didepan calon isterimu sendiri." Andini lalu berlari kedalam rumah dengan air mata yang bersimbah.
Adrian hanya bisa memandangi kepergian kekasihnya dengan perasaan bersalah.Di usapnya pipi kanannya yang terasa panas akibat tamparan keras dari Andini.Dan dengan mendengus kesal diapun kembali ke mobil.
__ADS_1
Anggun masih duduk dengan kepala tertunduk.Sejak tadi dia berusaha menahan air mata yang siap meluncur dipipinya.Adrian kemudian memutar mobil dan pergi meninggalkan rumah Andini.
Hanya sepuluh menit mereka akhirnya sampai di rumah Adrian.Keduanya masih diam tak bergeming di tempatnya.Anggun sendiri juga belum berniat hendak turun dari mobil.
"Maaf...." serunya tiba-tiba dengan suara serak.Adrian sempat di buat terkejut karena perkataan Anggun barusan.Namun sedikitpun dia tak ingin menoleh kearah gadis disampingnya.
"Untuk apa ??" tanyanya dingin.
"Karenaku hubunganmu jadi berantakan." Anggun mengaku sambil tetap tertunduk.Tangannya meremas jari-jarinya sendiri yang terasa dingin.
"Lupakan saja !!! Anggap kamu tidak melihat atau mendengar apa-apa."
"Kalau kamu mau,,aku bisa membantu menjelaskannya pada Andini."
"Cukup !!!! Cukup kamu mencampuri urusanku !! Jangan hanya karena kita akan menikah,,lalu kamu besar kepala dan berniat mengurusi semua tentangku." Adrian menggertak tajam sambil menatap gadis di sampingnya penuh kebencian.
Anggun menelan ludahnya pahit saat melihat tatapan dingin itu.Bahkan seluruh tubuhnya kini berubah dingin seketika.
"A....aku...hanya ingin membantumu..."
"Aku tidak perlu bantuan siapapun termasuk dirimu !! Dan ingat,,meski kita sudah menikah....satu hal yang perlu kamu tahu,,bahwa sampai kapanpun....wanita yang ku cintai hanyalah ANDINI LARASATI." Adrian menekankan kata-kata di belakangnya untuk kemudian dia turun dan membanting pintu mobil dengan keras.
Sekali lagi Anggun menggigit bibirnya pedih.Air mata yang sejak tadi di tahannya kini runtuh sudah.
Seperti apakah rumah tangga yang akan ku jalani nanti ?? Mungkin akan sangat dingin dan tanpa sedikitpun kehangatan.Lalu dapatkah aku bertahan dengan itu nantinya ?? Jika sebelum menikah saja Adrian sudah membenciku,,apalagi sesudahnya ?? Oh...Tuhaaannn....
\================================
__ADS_1