Anggun Bidadariku

Anggun Bidadariku
Permintaan


__ADS_3

Author POV


Kepergian Bagas dan Anggun yang hampir bersamaan menyisakan keterlukaan di hati masing-masing orang.


Dinda dan Rian sudah kembali ke kamarnya dengan membawa sejuta pikiran yang berkecamuk.Dan tinggallah Tuan dan Ny.Sujono yang  ada di ruangan tersebut.


"Sekarang bagaimana pak ?? Apa yang harus kita lakukan ?? Kita ndak bisa tinggal diam dengan nasib Anggun saat ini." Kata Ny.Sujono yang memiliki nama asli Ratih Purwanti.Tatapan sendu ia layangkan pada suaminya yang berdiri sambil melihat keluar jendela.


"Kita memang tidak akan tinggal diam bu.Kita harus berbuat sesuatu." Pak Sujono mengulas pelan.Dia mencoba menguatkan batinnya meski gemuruh di dalam sana sedang mengguncang hebat.


"Tapi bapak dengar sendiri bukan,,kalau Bagas tidak mau menikahi Anggun.Lalu jalan mana lagi yang harus kita pilih ??"


Pak Sujono terdiam sesaat.Matanya tampak tenang meski hatinya berkecamuk oleh pikiran yang rumit dan pelik.Dia kemudian menghembuskan nafasnya berat sebelum akhirnya berkata dengan suara serak."Terpaksa,,Rian yang harus berkorban."


Kata-kata itu serasa pukulan keras bagi Ibu Ratih.Dia memandang suaminya dengan tatapan tidak percaya.


"Tidak pak !!! Itu tidak mungkin !!!" Tolaknya seketika."Sampean tau,,Rian tidak akan setuju dengan ini.Dan kita juga ndak mungkin akan membebankan tanggung jawab yang bukan merupakan perbuatannya."


"Lalu bagaimana bu ?? Kau tau sendiri kalau Bagas tidak mau menikahi Anggun.Dia bahkan memilih keluar dari rumah ini dari pada harus bertanggung jawab." Pak Sujono bersi keras.Dan kediaman istrinya kini justru ia manfaatkan dengan melempar kalimat tajam yang sungguh membuat wanita itu tercengang.


"Apakah kau ingin Anggun menggugurkan bayinya yang itu berarti adalah calon cucu kita ??" Ya....kata-kata tersebut menamparnya dengan keras.Sebagai perempuan,,hatinya justru tertusuk.


"Enggak paaakk !!! Kita ndak mungkin meminta Anggun melakukan itu." jeritnya pilu.


"Naahh....sekarang pikirlah bu....bukankah hanya itu tadi solusinya.Menyuruh Rian menikahi Anggun."


"Tapi.....tapi....apakah Rian bersedia ??"


"Mau tidak mau,,dia harus menurut keputusan ini." putus pak Sujono kemudian.



Di sisi lain.....di kamar Rian....


Sebuah telfon di terima oleh Rian.


"Iya Din..." Ternyata yang menelfonnya adalah Dini,,pacarnya.Sejak beberapa waktu yang lalu wanita itu mengirimkan banyak pesan padanya.Namun sekalipun tidak di balas oleh Rian.Bahkan,,entah berapa kali panggilan tak terjawab yang berasal darinya.Dan Rian hanya bisa mendiamkannya saja.Baru setelah ia sampai di kamarnya dia bisa menjawab telfon dari kekasihnya tersebut.


"Apa yang terjadi Rian ?? Kenapa kamu baru mengangkat telfonku ?? Apakah sudah terjadi sesuatu ??" tanya wanita itu bertubi-tubi.


"Maaf.Ada masalah keluarga,,jadi aku tidak bisa menghubungimu."


"Jadi....karena itukah Ibu membatalkan pertemuan ??"


"Iya." Jawab Rian singkat.


"Ehmm....ya sudah.Tidak masalah.Kita bisa membicarakan pertunangan kita lain kali." Percakapan itu terhenti sesaat."Oh....ya,,bagaimana kalau malam ini kita pergi nonton ?? Atau makan malam di luar ??" Wanita itu mencoba mencairkan suasana dalam telfon yang kelihatan tegang.Dia tahu kalau saat ini kekasihnya sedang dalam dilema.


"Dini,,maaf....saat ini aku tidak ingin keluar." Tolak Rian halus.Dan itu mendapatkan hembusan nafas panjang dari seberang telfon.


"Baiklah....tidak apa-apa juga.Aku hanya bermaksud menghiburmu."


"Maafkan aku,,bukannya aku mengecewakanmu,,hanya saja suasana hatiku saat ini sedang tidak enak.Aku harap kau bisa mengerti."


"Sssttt.....tenanglah.Aku tidak apa-apa kok.Kenapa kau serius sekali." Dini tergelak karenanya.Dan disaat bersamaan pintu kamar Rian terbuka,,memunculkan sesosok tubuh wanita paruh baya.

__ADS_1


"Ehhmmm....Din,,aku tutup dulu ya.Nanti aku menghubungimu lagi."


"Baiklah....da sayang....Love you"


"Love you too."


Dan panggilanpun berakhir.Rian meletakkan ponselnya di meja.Pandangannya beralih pada orang yang saat ini tengah duduk disampingnya.


"Siapa le ?? Dini ??" Tanya Bu Ratih tak luput dengan senyum lembut yang menghiasi bibirnya.


"Iya bu." Jawab Rian singkat.


"Apakah dia tanya kenapa kita membatalkan acaranya ??"


"Iya."


"Teruusss ??"


"Tenanglah bu.Aku tidak memberitahukan yang sebenarnya padanya." Dan legalah hati perempuan itu.


"Ada apa ibu kemari ??" Rian kemudian menelusur.Bu Ratih menarik nafas untuk sesaat.Kemudian dengan berat hati diapun mulai pembicaraan serius yang menjadi tujuannya datang ke kamar itu.


"Le....bapak dan ibu sudah memutuskan soal Anggun." Perempuan itu mengulas dengan pelan.


"Lalu....apa keputusan Bapak ??"


Ibu Ratih menatap putranya dengan seksama.Ada perasaan bimbang yang menyelubungi hatinya.Antara takut dan tidak dia ingin menyampaikan niatnya.


"Le....ibu tau keputusan ini akan menghancurkanmu.Tapi....bapak dan ibu benar-benar tidak punya pilihan lain." Perempuan itu menjadi tertunduk karenanya.Dia sungguh tak sanggup menatap wajah putra keduanya.


"Apa yang sebenarnya ingin ibu sampaikan padaku ??" Ibunya semakin tertunduk.Dan itu membuat Rian semakin bingung.Di guncangnya tubuh ibunya dengan pelan.Sungguh betapa terkejutnya ia saat mendapati ibunya sudah meneteskan air mata.


"Ibu....kenapa ibu menangis ??" Tanya Rian khawatir.Namun ibunya justru mengisak lebih dalam dari semula."Ibu,,Rian mohon....ibu jangan seperti ini.Katakan apa yang sebenarnya ingin ibu sampaikan padaku ??" Paksa Rian dengan nada yang sedikit meninggi.Dia sudah menggeser posisinya menjadi bersujud dihadapan ibunya.


"Ibu tidak sanggup naaakk....ibu takut menyakiti perasaanmu." ucap sang ibu dalam tangisannya.


"Katakanlah ibu....katakan....tapi aku mohon ibu jangan menangis seperti ini.Air mata ibu seperti pukulan bagiku.Ayo bu,,bicaralah....aku akan mendengarkannya baik-baik."


Bu Ratih berusaha mengatur nafasnya.Dan tangisannyapun mulai melemah.Sekali lagi di beranikannya untuk menatap putra tersayangnya tersebut.


"Rian....anakku...berjanjilah pada ibu kalau kau tak akan menolak permintaan ibu." Kata wanita itu dengan nada serak.


Rian masih diam tak bergeming.Dia hanya bisa mengamati ekspresi ibunya yang sangat memprihatinkan.Selama hidup,,Rian tak pernah melihat ibunya serapuh ini.Hingga akhirnya diapun menggenggam tangan wanita itu dengan erat dan dengan penuh keyakinan diapun memberikan isyarat setuju dengan menganggukkan wajahnya.


"Katakanlah bu...."


"Le.....tolong....menikahlah dengan Anggun....."


Jedddddaaarrrrrrrr !!!!!!!!!


Nafas Adrian tercekat untuk sesaat.Matanya membulat tak percaya dengan apa yang sudah di dengarnya.Tubuhnya berdiri secara refleks dan mundur beberapa langkah.


"Tidak....tidakk.....aku tidak percaya semua ini...." Pria itu menggeleng-gelengkan kepalanya.


"Maafkan bapak dan ibu naakk....tapi ini adalah jalan keluar yang tepat...." Bu Ratih berdiri dan berusaha mendekati putranya.Namun Adrian secepat kilat berlalu dari tempat itu.

__ADS_1


Pikirannya tiba-tiba di selimuti awan hitam tebal.Dia hanya ingin pergi dari tempat itu saat itu juga.


"Adriiiaaaaannnnn........" panggil ibunya dengan luapan tangis yang tak terbendung lagi.Tubuh Bu Ratih ambruk begitu saja di atas ranjang milik Adrian.Dan pecah sudah tangisannya hingga tak bersisa.


Rian yang berlari keluar melewati keberadaan bapaknya yang masih duduk merenung di ruang tengah.


"Tunggu Riiaaannnnn !!!!" cegah Pak Sujono keras.Dan seperti di hipnotis,,pemuda itupun menghentikan langkahnya seketika.Namun dia sama sekali tak beranjak.Hanya berdiri membelakangi bapaknya.


"Arep nyandi kowe le ??" Tanya pak Sujono dengan suara berat.


"Mau kemana lagi pak ?? Tentu saja pergi dari rumah ini ??" jawab Rian dingin.


"Dadi kowe arep melu lungo koyok masmu ??" Pak Sujono terhenti sejenak.Berjalan mendekati Rian perlahan-lahan.Di hisapnya cerutu panjang yang sejak tadi menjadi pelampiasannya.Dan sekali hembusan,,asap rokok itu mengepul dari sela-sela hidung dan mulutnya.


Rian masih berdiri membeku tanpa berniat menoleh sedikitpun.


"Le....kalau kamu pergi juga dari rumah ini,,lalu apa bedanya kamu sama masmu ??"


"Bapak membandingkan saya dengan mas Bagas ?? Jelas saya dan mas Bagas berbeda pak.Dia melakukan perbuatan yang tidak pantas itu.Dan saya ??? Saya masih menjaga norma-norma yang bapak dan ibu ajarkan selama ini." Rian kini menatap mata bapaknya dengan tatapan tajam.Dan seumur hidupnya,,baru kali ini pula dia melakukan itu.Berani bersikap tidak sopan pada orang tuanya.


"Katakan paakk.....kenapa kesalahan yang mas Bagas buat,,harus saya yang menanggungnya ??" pertanyaan menikam terlontar dari mulut Rian begitu saja.


"Tidak ada pilihan lain le....hanya ini jalan satu-satunya."


"Tidak !!! Aku menolaknya pak !! Itu tanggung jawab mas Bagas dan bukannya saya."


"Tapi kau dengar sendiri,,masmu tidak mau menikahinya...."


"Aku akan memaksanya.Kalau perlu....meski harus berkelahi dengannya,,akan saya lakukan asal dia mau menikahi mbak Anggun."


Rian hendak melangkah pergi.Namun tiba-tiba langkahnya terhenti saat merasakan tubuh pria tua itu ambruk di kedua kakinya.


"Sekali ini saja.....anggap Bapak memohon padamu naakk."


"Apa yang bapak lakukan ?? Berdiri pakk !! Ayo berdiri !!! Jangan seperti ini...." Rian berusaha mengangkat pria dihadapannya.Namun semakin dia berusaha,,pak Sujono semakin mengukuhkan posisinya.


"Tidak sampai kamu menuruti permintaan bapak nak.Bapak mohon....hanya kamulah yang bisa menyelamatkan kehormatan keluarga kita...."


"Paaakkk...Rian mohon....bapak berdiri dulu.Baiklah...Rian berjanji tidak akan pergi dari rumah ini.Kita bicarakan masalah ini baik-baik.Tapi bapak jangan seperti ini.Dan beri Rian waktu juga.Rian harus berfikir dan mempertimbangkan semuanya.Bapak tau kan,,ada Andini yang sedang menantikan saya.Saya tidak bisa mengabaikannya begitu saja."


Pak Sujonopun akhirnya bangkit.Rian menuntunnya untuk duduk di kursi.Dan diapun ikut duduk di sampingnya.


"Le....bapak tau,,ini pasti akan menyakitkanmu juga tentunya Andini.Tapi apa yang kalian rasakan pastinya tak seperti apa yang di rasakan Anggun saat ini." Pak Sujono mulai berbicara.Dan semua ia sampaikan dengan penuh kehati-hatian."Taukah kau betapa hancurnya gadis itu sekarang ?? Dan betapa malunya bapak karena tak bisa menyuruh anak bapak mempertanggung jawabkan perbuatannya." Pak Sujono tertunduk lemah.Kerapuhannya sangat terlihat jelas.Dan sesungguhnya Rian tak sanggup melihat hal itu terjadi pada orang tuanya.


"Dan Bapak percaya,,kamu bisa menjelaskan semuanya pada Andini."


"Tapi saya tetap akan menyakiti perasaannya pak."


"Kau hanya menyakiti perasaannya.Tidak seperti Bagas yang juga sudah membuat luka dan noda pada perempuan yang pernah di cintainya."


"Saya...ragu paakk..."


"Percayalah nak.Meski keputusan ini memang akan menyakitinya,,namun bapak percaya,,seiring berjalannya waktu,,rasa sakit itu akan hilang dengan sendirinya...."


Ya....rasa sakit itu memang akan hilang.Tapi luka dihatinya,,akan tetap membekas selamanya.Bahwa seorang Adrian Wahyu Pramono sudah pernah menorehkan luka pada wanita yang sangat di cintainya......

__ADS_1


\========================


__ADS_2