
Assalamualaikum...."
Seru mas Bagas dan mencium tangan Bapak sebagai ucapan salam.
"Waalaikum salam..." jawab Bapak dingin.
Mas Bagas lalu masuk.Matanya mencari keberadaan Ibu yang datang menghampirinya.Dan saperti semula diapun mencium tangan Ibu.Aku yakin kalau dia masih belum menyadari keberadaan mbak Anggun di tempat itu.
Namun saat mas Bagas menoleh ke arah Dinda,,matanya jelas menangkap sosok wanita yang ku maksud.Dan betapa terkejutnya dia saat menjumpai mbak Anggun yang sudah menanti di ruangan itu.
"Duduklah Bagas !!!" Perintah bapak tegas.Mas Bagas hanya bisa menurut tanpa bisa mengelak.Hatinya menciut seketika.Sepertinya dia tau apa yang akan terjadi nantinya.
"Bapak ndak mau basa-basi Bagas.Sekarang jawab pertanyaan bapak.Benarkah kau yang menghamili Anggun ?? Kaukah yang melakukan perbuatan itu ??" Pertanyaan itu seperti dentuman bom yang meledak di udara.Matanya membelalak tak percaya.
"Hamil ??" desisnya lirih.Tatapannya terlempar langsung kearah wanita yang duduk terpekur dengan kepala tertunduk di ujung kursi.Mas Bagas berlari seketika kearah mbak Anggun.Mencengkram bahunya dengan kuat dan menggoyangnya."Katakan padaku,,apa benar kau hamil ??"
Kini wanita itu menengadahkan wajahnya dan memandang mas Bagas dengan tatapan dingin tak berekspresi.
"Ya.Aku hamil." Jawabnya singkat namun tajam."Dan kau,,kemana saja selama ini ?? Aku menghubungimu berkali-kali namun kau tak membalas telfon atau sms dariku.Kau justru menon-aktifkan nomormu.Katakan !!! Kemana kamu selama dua minggu ini ???"
Tak ada jawaban apapun dari kakak laki-lakiku tersebut.Aku hanya bisa melirik keduanya dengan kedua tangan di saku celanaku.
"Ya...tak usah menjawab pertanyaanku.Karena aku sudah tau jawabannya.Kau sibuk mempersiapkan pernikahanmu bukan ??" Kali ini mas Bagas tertunduk."Katakan padaku mas,,apa salahku sampai kau melukaiku hingga sedalam ini.Apakah aku sudah berbuat salah padamu ?? Katakan !!! Kenapa ??" Suaranya serak karena luka dan perih yang mengiris seluruh relung hatinya.Dan air mata itu lolos begitu saja,,mengalir di kedua pipi mbak Anggun.
"Katakanlah,,apakah kau memang sudah tidak mencintaiku lagi ?? Lalu untuk apa kau melakukan 'itu' denganku ?? Apa maksud kata-katamu untuk bertanggung jawab dengan apa yang akan terjadi nanti padaku ?? Ternyata itu hanya omong kosong !!!" Mbak Anggun mencoba untuk tidak terisak.Namun sia-sia.Kerapuhannya meloloskan sebuah isakan yang menyayat hati.
"Kita menjalin hubungan tidak sehari atau dua hari.Apakah kau lupa kalau hubungan kita sudah terjalin lebih dari lima tahun ?? Dan selama itu kita selalu terbuka soal apapun ??Tapi kenapa kau justru menyembunyikan hal sepenting ini dariku ??" wanita itu berganti mengguncang tubuh mas Bagas dengan keras.
"Dan aku sekarang hanya tinggal seonggok sampah yang kau campakkan begitu saja.Seperti itu kan diriku dalam pandanganmu ?? Semudah itukah kau membuangku ??" mbak Anggun menatap tajam kearah mas Bagas.Menikam.Menghunjam.Seperti pisau yang ingin menguliti habis sampai tak bersisa.
"Kalau memang kehamilanmu adalah perbuatan Bagas,,maka dia harus bertanggung jawab nduk !! Dia harus menikahimu !!!" Seru bapak tiba-tiba seperti ultimatum yang harus segera di laksanakan.
__ADS_1
"Tidak !!!" Potong mas Bagas seketika."Aku tidak bisa menikahi Anggun pak." jelasnya dengan mata berapi-api.
"Apa ?? Kamu tidak mau menikahi Anggun ?? Jadi maksudmu kamu mau lari dari tanggung jawabmu,,begitu ?!?!" Teriak bapak menggema di seluruh ruangan.
"Ya !! Aku tidak bisa menikahi Anggun.Yang benar saja pak,,aku sudah menikah.Mana mungkin aku menikahi wanita lain lagi ?? Dan kalaupun itu mungkin,,apa bapak pikir Ayu memperbolehkan aku menduakannya ?? Yang ada justru itu akan menghancurkan rumah tanggaku pak." tolak mas Bagas keras.
"Kau tidak mau rumah tanggamu hancur,,tapi kau sudah menghancurkan kehidupan seorang wanita ?? Kamu taruh dimana pikiranmu Bagas ?? Bapak tidak pernah mengajarimu berbuat kurang ajar apa lagi tidak bertanggung jawab.Lalu sikap apa yang kau tunjukkan ini ??" Bapak membalas sengit.Kedua alis yang menyatu dan mata yang menusuk tajam pertanda kemarahan sudah di ubun-ubun kepalanya."Apapun yang terjadi kau harus menikahi Anggun !!! Titik !!"
"Dan saya juga menjawab,,tidak!!! Maaf,,saya tidak bisa."
"Kau ?!?! Dasar anak tidak tahu diri kamu !!!" PLAAAAKKKKK !!!!!! Sebuah tamparan keras mendarat dipipi mas Bagas.Tampak bapak menahan kemarahannya dengan mengeratkan gigi-giginya.Ibu yang sejak tadi membisu hampir saja berlari kearah mereka kalau saja tidak dengan cepat aku menahannya.Dan yang ada beliau hanya menangis terisak di dekapanku.
"Pukul saja aku pak !!! Pukul saja aku !!! Aku memang anak tidak tahu diri !!! Dan memangnya kenapa ?? Kenapa jika aku berbuat demikian ??"
"Tutup mulutmu Bagas !!!"
"Haahhh !!! Biarpun bapak memaksaku,,aku tetap pada pendirianku.Aku tidak mau mengorbankan pernikahanku demi wanita itu !!!" Bapak yang melihat hal itu benar-benar di buat geram karenanya.
Mas Bagas lalu menarik salah satu sudut bibirnya.Entah kenapa tatapannya jadi berpindah padaku.
"Oh...ya,,bukankah kalian masih punya Rian.Kurasa dia bisa menikahi Anggun.Bukankah dia masih sendiri ??"
Seketika darahku langsung memuncak.Cukup !!! Cukup !!! Akupun tak bisa membiarkan sikap kakakku yang sudah melewati batasnya.
"Bangsat kau mas,,kau memang bajingan !!!" seruku dan berlari kearahnya sambil mengarahkan sebuah pukulan keras pada mukanya sehingga diapun terhuyung kebelakang.
"Riiiiiaaann......."
"Maaaasssss........"
Teriak ibu dan Dinda bersamaan.Aku mendekati mas Bagas kembali.Mencengkram kerah bajunya dengan sekali hentakan.
__ADS_1
"Kau memang tidak pantas lahir di keluarga ini.Dari mana kau mempelajari sifat bejat ini ???" ucapku tajam.Mataku kini juga berkilat oleh amarah."Kau sudah mencoreng nama baik bapak dan ibu.Dan sekarang kau ingin melempar tanggung jawabmu padaku ?? Kakak macam apa kau ini ?? Aku sungguh menyesal menghormatimu selama ini !!!"
"Haaahhh....sudah pandai bicara rupanya kau,,dasar anak kemarin sore.Kenapa memangnya kalau aku tidak bertanggung jawab ?? Dan kau ?!?! Ohh...jadi kau merasa bahwa hanya kaulah anak terbaik bapak dan ibu ?? Begitu ??"
"Jangan banyak omong mas !!! Kau sudah melewati batasanmu.Ku peringatkan,,kau nikahi mbak Anggun ??? Atau kau keluar dari rumah ini ?!?!" Aku menjatuhkan fonis.
"Aku tetap pada pendirianku meski aku harus pergi dari rumah ini."
"Bajingan kamu mas !!! Pergi kamu dari sini !!" Aku menghempaskan tubuh mas Bagas dengan sekali hentakan sehingga diapun terlempar ke belakang.
"Dasar kamu anak tidak tahu malu !!!! Pergi kamu dari rumah ini saat ini juga dan jangan pernah injakkan kakimu di rumah ini lagi !!!!!" Bapak menyeret tubuh mas Bagas danĀ melemparnya keluar rumah."PERGIIII !!!!!" Teriak Bapak tinggi sambil mengacungkan jari telunjuknya kearah luar.
Mas Bagas hanya meringis sambil berlalu dari halaman rumah.Ibu berteriak histeris melihat kepergian mas Bagas.
"Tidaakkkk !!!! Bagassss !!!!"
"Sudah bu !!!! Jangan mencegahnya !!!Biarkan dia pergi !!!"
"Tapi paakkk.....Bagaimanapun juga dia anak kita...." ibu tersedu dalam tangisannya.
"Masih pantaskah anak memalukan seperti itu kita akui ?? Biarkan !!! Dan jangan menyesali apapun lagi !!!"
Ibu hanya bisa menangis di ambang pintu sambil melihat kepergian mas Bagas.Tangisannya semakin meraung manakala mobil yang di kendarai mas Bagas benar-benar menghilang dari halaman rumah.Dan saat itu pula mbak Anggun yang sejak tadi terdiam dengan wajah menunduk,,tiba-tiba berlari keluar.Menerobos dan melewati kami semua tanpa mengucap apapun.
Ya....dia ikut pergi meninggalkan rumah.Membawa kepedihan dan luka.Hanya air mata yang cukup deras mengiringi kepergiannya.
"Angguuunnnnn....." Teriak ibu sesaat kemudian setelah menyadari kepergian wanita tersebut."Riaannn....susul dia le.....susul Angguuunnn....." perintah beliau kemudian padaku.
Akupun tanpa berfikir panjang ikut berlari menyusul kemana mbak Anggun pergi.Namun kali ini sia-sia.Karena wanita yang kucari ternyata menghilang dengan cepat dengan sebuah taksi yang di naikinya.Akupun hanya bisa mendengus kesal dan mengepalkan tanganku kuat-kuat ke udara.
Hancur !!! Hancur sudah keluargaku.Nasib sudah mulai tidak akur dengan kami.Dan ini awal dari keretakan keluarga ini.Kupastikan,,tak akan pernah ada lagi senyum di rumah ini.
__ADS_1
\===========================