Anggun Bidadariku

Anggun Bidadariku
Kembali Terluka


__ADS_3

Flash Back On


Bagaimana bisa Adrian berada di rumah sakit itu sedangkan sebelumnya jelas-jelas dia sendiri menolak mengantarkan Anggun untuk periksa kehamilan ?? Semuanya di mulai saat Adrian bersiap hendak keluar.


"Mau kemana le ??" Tanya pak Sujono tiba-tiba menghentikan langkah putranya.


"Mau keluar pak.Ada urusan." Jawab Adrian cepat.


"Jadi seberapa pentingkah urusanmu itu sampai kamu sendiri mengesampingkan tugasmu sebagai seorang suami ??" pak Sujono menghujat.


"Apa maksud bapak ?? Kalau yang bapak bicarakan adalah soal penolakan saya untuk mengantarkan Anggun,,maaf tapi untuk itu saya memang keberatan."


"Kenapa kamu tidak bisa membuka hatimu Adrian ?? Cobalah sedikit saja untuk mengasihani gadis itu...."


"Saya mengasihaninya ?? Sedangkan di lain pihak ada wanita yang saya cintai sedang terluka karena saya.Dan penyebab semua itu adalah karena wanita yang bapak maksud." Tuding Adrian tajam.


"Kenapa Adrian ?? Bukankah bapak meminta pengorbananmu sekali ini saja ??"


"Dan saya juga sudah bersedia berkorban untuk menikahinya.Bahkan dengan meninggalkan apa yang menjadi kebahagiaan saya.Apakah itu belum cukup buat bapak ??"


Pak Sujono terdiam karenanya.Dia tau,,kalau dirinya tak bisa memaksakan semua kehendaknya pada putra keduanya itu atau Adrian akan semakin membencinya.


"Bapak harap...suatu saat nanti kamu akan berubah nak.Kamu bisa menerima kehadiran Anggun dan mencintainya."


Namun tak ada jawaban apapun dari Adrian.Pria itu justru mengambil langkah seribu meninggalkan bapaknya seorang diri.


Di ambang pintu,,Adrian berpapasan dengan Dinda yang selesai membantu bi Inem membersihkan halaman.


"Lho...mas Rian ndak ikut mbak Anggun ke rumah Sakit to ??" Tanya Dinda dengan polosnya.


"Nggak Din..."


"Hmmm....oh iya ya...tadi kan ibu yang nganter mbak Anggun." Ujar gadis remaja itu kemudian."Tapi...kenapa mbak Anggun periksa di rumah sakit itu sih mas ?? Bukankah disana ada mbak Dini ya ?? Emang gak pa-pa nanti kalau ketemu mbak Dini ??" Seketika kepala Adrian menoleh kearah adiknya.


"Apa kamu bilang tadi Din ??" Seru Adrian sambil mencengkram pundak adiknya kuat.


"Iya...itu...mbak Anggun dan Ibu pergi ke rumah sakit Kasih Ibu.Bukankah itu tempat kerja mbak Dini ??" Gadis itu mengulang kata-katanya kembali dengan gugup.


"Ohh....sial !!! Kenapa mereka harus kesana ??" Umpatnya sambil mengacak rambutnya frustasi.

__ADS_1


Dan tanpa menunggu waktu lagi,,Adrian dengan cepat menaiki mobilnya.Dia melaju dengan kecepatan maximal dan hampir saja menerjang lampu merah karena kecepatannya yang melebihi batas.Jauh di lubuk hatinya dia berdoa semoga kekhawatirannya tak akan terjadi.Semoga mereka tak bertemu dengan Andini,,pikirnya.


Dan saat Adrian tiba di rumah sakit,,dengan cepat dia mencari blok tempat dimana orang memeriksakan kandungan.Disaat itulah matanya tertuju pada dua orang yang tak asing baginya.Siapa lagi kalau ibunya dan Andini.Mereka tampak berbicara dengan serius.Dan ketakutannya semakin bertambah sehingga dengan cepat diapun berteriak memanggil ibunya.


"Ibuuuuuu......"


Flash Back Of


Anggun keluar dari ruang pemeriksaan dan betapa terkejutnya ia saat tiba-tiba tangannya ditarik paksa oleh seeorang.


"Adriiiannn....." serunya terkejut.


"Ikut aku sekarang !!!" perintah Adrian sambil tetap mencengkram pergelangan tangan Anggun dengan kuat.Adrian berjalan dengan sangat cepat,,sehingga Anggun dengan susah payah harus mengimbangi langkahnya dengan setengah berlari.


"Adrian...mau kemana kita ?? Dan kenapa kamu ada disini ??" Tanya Anggun sambil berjalan.Tapi tak ada sepatah katapun yang di ucapkan Adrian untuknya.Hanya wajah mengerikan karena amarah yang ia tunjukkan dan itu jelas bisa di tebak oleh Anggun.


"Adriann....aku mohon jangan seperti ini ?? Lepaskan tanganku !! Aku bisa berjalan sendiri.Lihatlah,,semua orang menatap kearah kita."


Tetap tak ada jawaban dari Adrian Pria itu justru semakin mempercepat langkahnya dan Anggun benar-benar kewalahan menghadapi sikap Adrian kali ini.Gadis itu sampai di mobil dengan terengah-engah.


"Masuk !!! Cepat !!!" Perintah Adrian masih dengan mata yang berkilat-kilat.Dan Anggunpun mengikuti Adrian tanpa melakukan protes apapun.Hanya saja dia harus menelan ludahnya yang tiba-tiba terasa pahit saat Adrian ikut memasuki mobil dan membanting pintu dengan kasar.


Anggun sudah memasang sabuk pengamannya.Dia sudah punya firasat tidak baik untuknya.Dan benarlah,,Adrian mengendarai mobilnya dengan sangat liar seperti orang kesetanan.Tidak hanya lampu merah yang ia terjang kali ini,,bahkan dia hampir menabrak seorang pedagang kecil yang ingin menyeberang jalan.Anggun mengencangkan sabuk pengamannya dan untuk beberapa saat dia harus menghentikan nafasnya karena takut bercampur tegang.


Beberapa saat kemudian sampailah mobil yang di kendarai Adrian di depan rumahnya.Dengan cepat ia turun dari mobil dan membuka pintu tempat Anggun berada.Anggun sedang melepas sabuk pengamannya saat Adrian dengan cepat menariknya keluar dengan kasar dan menutup pintu dengan keras.


Di seretnya gadis malang itu.Anggun harus tertatih-tatih mengikuti langkah suaminya.


"Adriannn...aku mohonn...lepaskan aku....jangan seperti ini...."


Namun laki-laki itu sudah kalut oleh kemarahan sampai rintihan itupun tak di dengarnya.Anggun sudah menitikkan mata berkali-kali dan itu sebenarnya tak sepedih hatinya sekarang yang mendapat perlakuan sekasar itu dari suaminya.


Adrian melewati keberadaan bi Inem yang sedang membersihkan ruang tengah.Tentu saja wanita tua itu terkejut melihat majikan mudanya bertindak demikian.


"Den Adriaann....apa yang aden lakukan ??" teriak bi Inem histeris sambil mengejar majikannya.


"Bi....tolong saya bii...." Rintih Anggun sambil berusaha meronta.Tangannya sudah memerah karena cengkraman Adrian yang begitu kuat.


Bi Inem akhirnya mencari keberadaan pak Sujono.Namun tidak menemukannya.Akhirnya dia mencoba mencari keluar rumah,,berharap orang yang di maksud akan berada di lingkungan sekitar rumahnya.

__ADS_1


Adrian menghempaskan tubuh istrinya dengan kasar dan mengunci pintu kamarnya dengan cepat.


"Adriiaannn...apa sebenarnya yang kamu inginkan ?? Kenapa kamu memperlakukanku sekasar ini ?? Apa salahku ??" Rintihnya di sela-sela isak tangisnya.Tangannya terasa sakit karena cengkraman suaminya.


Adrian mendekati Anggun perlahan-lahan dengan mata menyala dan nafas yang berhembus cepat sebagai akibat atas tingkat emosinya yang naik.


"Kau masih bertanya apa salahmu ?? Sudah jelas kalau keberadaanmu sudah menghancurkan hidupku.Kau selalu menjadi penyebab keretakan hubunganku dengan Andini !!!" Adrian menggeram sambil mengepalkan tangannya.Anggun mundur beberapa langkah.Nyalinya ciut saat melihat aura menakutkan dari wajah pria itu.Namun sayang langkahnya terhenti saat menyadari tubuhnya sudah menghimpit dinding kamar.


"A...a...aku....tidak mengerti Adrian." Gadis itu semakin ketakutan.Wajahnya menjadi pias karenanya.


"Jangan berlagak tidak tau !! Siapa yang menyuruhmu memeriksakan kehamilanmu di rumah sakit itu ?? Haahhh ?!?! JAWAB !!!"Adrian berteriak keras membuat Anggun seketika menunduk dan menutup telinganya karena jarak mereka begitu dekat sehingga teriakan itu menggema di telinganya.


"I....i...itu...bukan aku yang minta kesana Adrian." Anggun kembali terisak.


"BOHONG !!!" Kembali teriakan itu menggema.Dan kali ini air mata Anggun sudah meluncur dengan derasnya."Kau pasti bohong !!! Kau pasti sengaja kesana agar ibu bertemu dengan Andini bukan ?!?! Dan kau tau apa akibat dari perbuatanmu ini ?? Andini kembali salah paham padaku !!! Dia semakin membenciku !!! Apa kau puas sekarang ????" Anggun sudah tak bisa menahan rasa sakit akibat hujatan suaminya.Dia menangis sejadi-jadinya.Sungguh tak disangka Adrian akan sebegitu parahnya menyakitinya.


"Sungguhhh Adriann....aku tidak melakukan perbuatan seperti yang kamu fikirkan." Anggun bertahan tangisannya.


"Dasar perempuan munafik !!! PENJILAT !!! Kalau bukan kamu lalu siapa ?? Apakah ibu ?? Jangan bodoh !! Ibu tau kalau Andini bekerja disana.Dan tidak mungkin kalau beliau akan membawamu kesana."


Anggun terdiam.Dia tak mungkin kalau akan memperkuat jawabannya dengan menyebutkan nama ibunya.Itu justru akan melukai Adrian.Dia hanya bisa menumpahkan air matanya yang tiada mampu ia hentikan.Percayalah Adrian....percayalah padaku....


"Maafkan aku....aku tidak tau kalau Andini bekerja di rumah sakit itu...." aku Andini lirih.Dia lalu memerosotkan tubuhnya ke lantai.


"Jadi benar kalau kamu memang sengaja membawa ibu kesana ??" Tiba-tiba Adrian mencengkram bahu gadis itu kemudian memaksanya berdiri kembali seperti semula.


"Ti...ti...tidak Adrian aku....aku....."


"Dasar kau perempuan tidak tau terima kasih !!! Perempuan SIALAN !!!" Adrian mengangkat tangannya dan hampir melayangkan sebuah pukulan ke wajah Anggun saat tiba-tiba terdengar sebuah gedoran pintu dari luar.


"Riiaaannn.....Riaaannnn....buka pintunya !!!!!" Suara itu berasal dari bapak dan ibunya.Rupanya mereka sampai tepat pada waktunya.Adrian mengurungkan niatnya.Pria itu menghentakkan tubuh wanita yang di cengkramnya dengan kasar untuk kemudian dia mengacak rambutnya frustasi.Entah kenapa dia jadi gelap mata.Dikepalkannya tangannya kuat-kuat dan ditinjunya dinding di belakang Anggun berada.


"Adriiiannnnn...." jerit wanita itu histeris saat melihat darah segar mengucur dari tangan suaminya.Di raihnya tangan kekar itu."Apa yang kamu lakukan ???" serunya iba.Anggun mengambil sapu tangan yang ada di dalam tasnya dan berniat menghapus darah itu.Namun dengan cepat Adrian menepiskan tangannya.


"Aku tidak butuh belas kasihanmu !!!" Pria itu lalu membuka pintu dengan cepat dan melangkah keluar dengan kasar melewati orang-orang yang berkerumun di luar kamarnya.


Bu Ratih masuk kedalam kamar dan memeluk Anggun yang masih shock dengan tubuh gemetar dan suhu yang sangat dingin.Pak Sujono sendiri berusaha menghentikan langkah putranya,,namun sayang pemuda itu sudah di rasuki kemarahan sehingga apapun perkataan sang ayah tak di hiraukannya sama sekali.Dia pergi mengendarai mobilnya dan menghilang dengan cepat di tikungan jalan.


"Maafkan ibu naakk...maafkan ibu...Ini semua salah ibu...." Wanita itu ikut menangis sambil memeluk menantunya.Anggun mengambrukkan tubuhnya pada perempuan tua itu."Kalau saja ibu tidak membawamu kesana....kejadian ini pasti tak akan terjadi.Ibu sungguh minta maaf padamu Anggun..."

__ADS_1


Dan kesedihan itupun kembali menyelimuti rumah itu.Anggun hanya berharap dia mampu bertahan dalam badai topan yang tengah melanda kehidupannya saat ini.


\==========================


__ADS_2