Anggun Bidadariku

Anggun Bidadariku
Bertemu


__ADS_3

Adrian sudah selesai dengan pekerjaannya saat Dion menghampiri sahabatnya itu.


"Heii...kau belum pulang ??" Tanya Adrian basa-basi.


"Jangan berlagak lupa,,aku sudah bilang kalau akan singgah ke rumahmu sebentar." Dion memicingkan matanya.


"Ehhmmm...aku pikir kau bercanda tadi.Lagian,,apa sih yang mau kau cari di rumahku.Disana juga nggak ada Dinda untuk bisa kau goda." Adrian sudah bangkit dari duduknya dan mengambil tas kerjanya.


"Bukankah aku sudah bilang,,aku ingin melihat seperti apa istrimu itu !!" Adrian melototkan matanya seketika karena ucapan Dion barusan yang begitu keras.Sungguh,,dia tak mau orang-orang kantor pada heboh dengan berita tersebut.


"Tidak bisakah kau mengecilkan suaramu ??" Dion hanya terkekeh kecil mendengar protes dari sahabatnya.


Mereka lalu keluar bersama dan menuju mobil masing-masing.


"Kita balapan bro.Siapa yang lebih duluan sampai di rumahmu." Seru Dion kemudian keluar dari parkiran kantor dan menancap gas secepat mungkin.Adrian hanya bisa geleng-geleng kepala melihat tingkah sahabatnya itu.Ya...begitulah Dion memang.Sejak dulu tak pernah berubah.Dan Adrian biasanya akan melayani apa yang menjadi tantangannya.Namun untuk hari ini,,dia tidak ingin.Bahkan saat inipun Adrian mengendarakan mobilnya dengan santai.


Pikirannya menerawang jauh.Biasanya jam-jam segini dia akan menghabiskan waktu untuk melihat sosok Andini.Dan sekarang dia terpaksa harus menyimpan keinginannya itu melihat Dion yang bertujuan main kerumahnya.Apa yang di lakukan Andini saat ini ?? Ahh....aku merindukanmu Dini....


Sementara itu Dion dengan semangatnya seperti biasa sedang melajukan mobilnya dengan kecepatan maximal.Pemuda ini bahkan sangat ahli dalam mengendara.Sehingga dia tak kesulitan saat melewati tikungan atau bahkan dalam menyalip mobil-mobil yang lain.Dan hasilnyapun menakjubkan.Dia tepat di depan rumah Adrian dalam waktu sepuluh menit.GILA.


Dion masih menunggu sahabatnya dengan tubuh bersandarkan mobil.Tangannya tersimpan di kedua sakunya.Dilihatnya sejak tadi taman rumah itu sudah bersih dan rapi.Padahal tadi siang jelas-jelas masih sangat berantakan.Mungkinkah ini pekerjaan istri Adrian ??


Lima menit berlalu,,dan Dion mulai bosan.Tidak biasanya Adrian begitu lama.


"Ahh...apa sebaiknya aku masuk lebih dulu ??" gumamnya lirih.Dan diapun berfikir sejenak sampai akhirnya memutuskan untuk benar-benar masuk kedalam rumah tersebut.


Ditekannya bel beberapa kali.Tangan kanannya bersandarkan pintu sedang tangan kirinya masih berada di dalam saku celananya.Dan tak beberapa lama kemudian terdengarlah pintu di buka.Ceklekk !!!!


"Maaf,,anda siapa ??"


Sebuah wajah ayu menyembul dari balik pintu.Dan Dion seperti terhipnotisĀ  melihat pemandangan menakjubkan di depan matanya itu.Seorang wanita dengan sebuah dress berwarna biru muda dengan rambut yang masih agak basah tergerai indah sampai sebatas pinggangnya.Dan mata bulat jernih beserta bulu mata lentik yang berkedip-kedip seperti boneka itu sungguh membuat hati Dion memanas seketika.Perasaan yang tak pernah di jumpainya selama ini jika dia bertemu dengan seorang wanita.Meskipun itu kekasihnya sendiri.


"Maaf...anda mencari siapa ??" suara lembut itu membuyarkan lamunannya seketika.Dan dengan gugup Dion berusaha menjawab.


"E...a..aku...adalah sahabatnya Adrian...DION.Dion Putra Mahendra." Jawab Dion jujur sambil mengulurkan tangannya.Dengan canggung Anggun membalas uluran tangan itu.


"Anggun.Anggun Kirana Larasati." balas Anggun dengan sedikit gugup.


Dion menggenggamnya dengan erat.Dan entah mengapa dia serasa tak ingin melepaskannya.Namun tarikan tangan Anggun akhirnya mengalahkan egonya.


"Tapi....Adrian....sedang tidak di rumah." jawab Anggun dengan sikap yang salah tingkah karena perlakuan Dion padanya barusan.


"Aku tau.Dan sebentar lagi dia akan datang."


"Dari mana kamu tau kalau dia akan segera pulang ??"


"Karena kami pulang bersama-sama.Dan sebenarnya tadi kami sedang berlomba,,siapa yang lebih cepat sampai di rumahnya.Ya...meskipun aku tau kalau aku yang akan menang.Tapi seharusnya dia sudah sampai sakarang." Dion mengoceh panjang lebar.Namun matanya tak pernah lepas dari Anggun.Sungguh wanita ini di luar ekspektasinya.Ahhh...sial !!! kenapa jantungku tiba-tiba berdegup.


"Kalau begitu....masuklah..." Anggun mempersilahkan.Dion hanya mengekor dari belakang.Di perhatikannya rumah itu.Kelihatan berbeda dari sebelumnya."Silahkan duduk.Tunggulah,,aku akan membuatkan minum untukmu." Ujar Anggun kemudian.


"Kalian baru pindah,,apakah sudah ada bahan untuk membuat minuman ??" Cetus Dion sebelum Anggun melangkah pergi.


"Tentu saja.Apa kau pikir aku akan membiarkan suamiku kelaparan atau kehausan tanpa sebuah makanan atau minumanpun ??" Anggun menoleh ke Dion sambil tersenyum lembut dan meneruskan langkahnya.


"Tapi kau tak bertanya dulu padaku aku mau minum apa." suara Dion dengan intonasi yang agak tinggi.

__ADS_1


"Aku tau.Kau pasti lebih membutuhkan secangkir kopi panas dari pada segelas es jeruk bukan ??" sahut Anggun masih terus berjalan tanpa menoleh sedikitpun.


"Dan kau tak tau aku suka manis atau pahit.Suka susu atau tidak." Dion hampir setengah berteriak.


"Aku akan memisahkan gulanya.Dan jika kau suka susu maka belilah sendiri di supermarket." teriak Anggun kemudian menghilang dibalik pintu.Perdebatan kecil itu membuat Dion tersenyum-senyum sendiri sampai tak menyadari kalau Adrian sudah sampai di rumah tersebut.


"Ehmmm...." Adrian berdehem guna membangunkan sahabatnya yang sedang menerawang ke langit-langit rumah dan tak lepas dari senyum yang menghias bibirnya.Tentu Dion harus merelakan angannya menghilang karena seruan dari sahabatnya."Kenapa kau senyum-senyum sendiri ??" Adrian menelusur lalu mendudukkan tubuhnya di samping Dion.


Dion hanya diam tak menjawab.Dia tak akan mungkin menceritakan hal kecil yang baru saja ia debatkan dengan istri sahabatnya.Dan yakinlah Adrian kalau pikiran sahabatnya itu sudah terganggu.Adrian menepuk-nepuk kening Dion,,mengetes apakah pria itu tengah demam.Dan hasilnya Dion dengan kesal menepiskan tangan Adrian.


"Apaan siihhh ?!?!" Adrian tergelak karenanya."Kau pikir aku sakit ??" gerutunya.


"Siapa tau." jawab Adrian asal sambil melepas kedua sepatunya."Habisnya kau sejak tadi senyum-senyum sendiri.Kau seperti orang yang baru bertemu perempuan saja." tambahnya kemudian.


"Kau benar." jawab Dion jujur kemudian menyandarkan tubuhnya pada sandaran kursi.Tangannya ia taruh di belakang kepala dan matanya kembali menerawang menatap langit-langit rumah.


"Apa ?? Jadi itu benar ??"


"Ya.Aku memang baru bertemu seorang perempuan."


"Jadi...seperti apa dia ?? Ohh...biar aku tebak,,dia pasti seperti wanita-wanitamu sebelumnya."


"Ahhh....sayangnya kau salah.Dia berbeda dengan perempuan lainnya.Mata,,hidung,,bibir,,dan rambutnya....semuanya begitu sempurna.Dan satu hal yang aku suka,,yakni senyumnya.Lembut dan tulus."


"Hmmm.....kau pasti sudah meminta nomor telfonnya."


"Lebih dari itu...bahkan aku tau dimana dia tinggal."


Adrian memperhatikan sahabatnya baik-baik dengan kedua alis yang di tautkan.Ada sebuah pikiran aneh yang menyembul dari benaknya.Dion merasa dirinya sedang di awasi sehingga pria itu menoleh seketika ke arah Adrian.


"Lihatlah....kau serius sekali.Ayolahhh....aku hanya bercanda.Kau pikir perempuan mana yang ku bicarakan itu...." Dion berusaha mengelak.Namun Adrian masih diam tak memberikan komentar apapun karena masih ada keraguan di dalam hatinya.


"Apakah kau sudah bertemu dia ??" Tanya Adrian kemudian.


"Ha ?? Siapa ??" Dion bertanya balik dan hal ini membuat Adrian kesal seketika.


"Sudahlah...lupakan."


"Siapa yang kau maksudkan ?? Istrimu ?? Anggun Kirana Larasati ??" Seketika Adrian melempar tatapan tajam pada Dion.


"Jadi kalian sudah berkenalan ??" selidik Adrian dengan mata memicing.


"Hmm...ya...hanya formalitas saja.Nahh....itu dia...." Dion lalu menunjuk wanita yang di maksud.Dan Adrian seketika menoleh ke pada orang tersebut.Disana tampak Anggun keluar dari dapur dengan membawa dua cangkir kopi panas.Adrian mengamati istrinya diam-diam.Wanita itu begitu menawan sore ini.Mungkin karena kehamilannya,,jadi semakin menambah aura kecantikannya.Dan rambutnya yang berkibar tertiup angin yang berhembus,,sungguh tiba-tiba Adrian menjadi tidak suka melihat Anggun menggerai mahkotanya itu di depan sahabatnya yang terkenal seorang play boy.


Adrian melirik sekilas ke arah Dion.Dan bisa dilihatnya Dion menatap Anggun dengan tatapan mata yang bermakna sesuatu.Adrian jadi berdecak karenanya dan membuat Dion menoleh seketika.


"Kau kenapa ??"


"Tidak apa-apa ??" jawab Adrian malas.


Anggun mendekat dan menyuguhkan kedua kopi di tangannya pada kedua makhluk adam yang terjalin ikatan pertemanan itu.


"Silahkan." Anggun mempersilahkan dengan lembut.Mata Dion tak lepas dari wanita itu dan Anggun tau itu.Dia jadi merasa tidak enak dengan Adrian yang duduk di sebelahnya."Ehhmmm....sebaiknya aku kembali ke dapur.Akan ku siapkan makan malam untuk kalian berdua." Perempuan itu mencoba menghindar.


"Tidak perlu." Potong Adrian cepat.

__ADS_1


"Lho...kenapa ??" Tanya Dion terbengong sambil menghirup kopi miliknya.


"Bukankah kau sebentar lagi akan pulang ?? Kau bilang ada urusan dengan Reina bukan ??" Adrian menjawab asal dan tentu saja itu membuat Dion tersedak seketika.Ini penipuan !!! Aku tidak pernah bilang seperti itu.Bantah Dion dalam hati.Dia mendelik kearah temannya.


"Kau...tidak apa-apa ??" Anggun yang terkejut melihat Dion tersedak.


"Ah...tidak...tidak...mungkin aku terlalu banyak mencampurkan gula pada kopiku.Sebenarnya aku tidak terlalu suka manis." Dion beralasan."Jadi kau tau kan seleraku sekarang ?? Mungkin besok kalau aku kesini lagi,,kau tak perlu repot-repot memisahkan gulanya." Anggunpun tersenyum mendengarnya.


Dion membalas senyum itu dengan hal serupa.Mengerlingkan mata dengan nakalnya dan membuat Anggun merona seketika.Adrian melihat tingkah keduanya dengan wajah beku kemudian membuang muka kearah lain.


"Baiklah...aku memang harus pergi sekarang.Thanks atas ijinmu membiarkan aku singgah di rumah barumu." Dion menepuk pundak Adrian."Dan...untuk kopinya....aku suka kopi buatanmu Anggun.Dan kuharap lain kali aku bisa mencicipi masakanmu.Pasti tak kalah lezatnya." Dion kemudian menoleh ke arah Anggun.Dan wanita itu hanya mengangguk setuju.


"Ok.Aku pamit dulu.Yok...bro...sampai ketemu besok di kantor."


"Thanks juga atas bantuanmu padaku." kata Adrian lalu mengantar sahabatnya pergi.


Adrian kembali setelah beberapa menit berlalu.


"Sebenarnya...aku sudah menyiapkan makan malam bahkan sebelum kau datang." Ujar Anggun setelah Adrian kembali masuk ke dalam rumah.


"Kau tak perlu repot-repot melakukan itu." Kata Adrian kembali dingin.


"Tidak masalah bagiku." Anggun mencoba membantu membawakan tas kerja suaminya tapi Adrian dengan cepat menolak."Kalau begitu,,aku siapkan air buatmu mandi." Anggun hendak berlalu,,namun tiba-tiba Adrian berseru dengan tajam.


"Tidak usah berusaha untuk memberikan perhatian lebih padaku !!!" Adrian mendekati Anggun yang diam berdiri membelakanginya."Jangan hanya karena kita tinggal di tempat yang sama dan tanpa orang tua kau jadi besar kepala.Aku sungguh tidak butuh perhatianmu itu !!" Adrian menudingkan telunjuknya ke muka Anggun.Wanita itu hanya bisa menggigit bibirnya karena pedih menyerang kembali hatinya.


"Satu hal lagi,,meski kita tinggal satu rumah,,aku ingin kita tidur terpisah.Dan jangan lupa,,aku juga tak ingin kau mencampuri urusanku !!!" tandasnya sengit kemudian berlalu dari hadapan Anggun dengan kasar.


Anggun tertegun sendiri.Matanya berkaca-kaca.Namun sebelum air mata itu menetes,,Anggun dengan cepat mengusapnya.Tidak !! Aku tidak boleh menangis !! Aku tidak mau kelihatan lemah di hadapannya.Baiklah Adrian kalau itu maumu,,semua akan sesuai dengan keinginanmu.


Anggun melangkah menuju kamar dimana disana Adrian sudah mengganti pakaiannya.


"Kau tidur di kamar ini,,dan aku biar tidur di kamar yang lain.Besok pakaianku akan aku pindahkan.Dan untuk makan malamnya,,aku mohon...makanlah meski sedikit.Aku tau kau belum makan." Anggun hendak berlalu namun seketika di urungkannya niatnya itu.


"Satu hal lagi Adrian,,tolong...biarkan aku melayanimu dengan menyiapkan makanan atau pakaianmu.Anggap saja itu balasan atas pengorbananmu padaku,,meski aku tau itu tak kan pernah setimpal.Namun setidaknya aku tidak di hantui rasa bersalah karena tidak memberikan jasa apapun untukmu.Aku mohon...."


Adrian hanya diam membeku.Dia lalu menerobos keluar pintu kamar.Dan Anggun hanya diam di tempatnya seperti orang bodoh.


"Kenapa kau hanya diam saja ?? Bukankah kau juga belum makan ??" Seru Adrian sambil menoleh ke arah wanita itu berada.Dan Anggun seperti mendapat sebuah kejutan besar,,dia menarik senyum kecil.


Terima kasih Tuhan....setidaknya,,ini lebih baik.


Di tempat lain...di rumah Dion...


Pria itu sudah membaringkan tubuhnya di ranjang besar miliknya.Matanya menerawang menatap langit-langit kamar.


Kenapa aku selalu memikirkan wanita itu.Anggun....Anggun...GILA !!! Ini bodoh !!! Aku tidak mungkin suka sama dia....


Ayolah Diooonnn...itu istri sahabatmu sendiri....Jangan pernah kau punya pikiran macam-macam padanya...


Lupakan !!! Lupakan !!!


Dion berusaha dengan keras menutup matanya meskipun kenyataan masih terbayang wajah seorang wanita dengan paras cantik yang sore tadi di temuinya sedang membayang di pelupuk matanya.


\=========================

__ADS_1


__ADS_2