
Anggun POV
Aku terbangun dari tidurku saat tiba-tiba kurasakan mual mulai menyerang perutku.Seketika aku berlari ke kamar mandi dan memuntahkan seluruh isi perutku di wastafel.Mungkin ini yang sering dikatakan orang.Gejala yang dialami kebanyakan wanita yang mengandung di usia kehamilan tri mester awal.
Aku kembali kekamar beberapa saat kemudian.Dan baru kusadari kalau Adrian sudah tidak ada.Padahal ini masih jam enam pagi.Entahlah,,aku sendiri tidak tahu apakah semalam dia tidur di kamar atau tidak.Yang pasti setelah makan malam kulihat dia pergi dan entah jam berapa dia pulang.Aku sempat menunggunya,,namun rasa lelahku mengalahkan niatku tersebut.Dan akhirnya akupun tertidur dengan sendirinya.
Ku tarik nafas panjang dan ku hembuskan dengan berat.Ada berbagai macam pertanyaan yang datang menyelimuti hatiku.Benarkah aku akan menghadapi kemelut ini ?? Hidup dalam lingkungan yang dingin yang tak pernah sekalipun kutemui seumur hidupku.Dan sampai kapan aku akan menjalaninya ?? Meski aku tau kalau bapak,,ibu dan adik iparku Dinda masih perduli padaku,,tapi mengingat sikap Adrian dan budhe Ranti yang dingin dan sangat membenciku,,aku jadi ragu apa aku bisa melampaui semua ini.
Belum lagi kehadiran Bagas.Ya,,meski bapak bilang kalau mereka sudah memutuskan hubungan keluarga,,tapi aku ragu.Yang pasti tak ada ikatan darah yang bisa terputus.Dan jika pikiranku benar bahwa suatu saat Bagas akan muncul di rumah ini lagi,,maka aku pasti akan kembali diderai oleh kepahitan karena keterlukaanku olehnya yang belum hilang.
Bolehkah aku tertidur lagi ?? Aku ingin tidur lelap sekali lagi dan berharap ini adalah mimpi disaat aku terbangun nanti aku akan mendapatkan kenyataan yang bertolak belakang dari semua ini.Dan akupun mencoba memejamkan mataku kembali.Berusaha mengikuti kata hatiku yang berbisik.
Namun belum sempat aku terbuai kedalam mimpi,,aku mendengar suara teriak-teriak dari luar.Siapa orang yang membuat keributan di pagi hari begini ?? Ahhh....rasanya malas sekali aku bangkit dari ranjang ini.Ingin rasanya ku habiskan waktuku seharian didalam selimut yang hangat dan tebal.Namun bagaimanapun juga aku harus kembali pada kenyataan bahwa kehidupanku sekarang sudah berubah.Tak bisa lagi membuat diriku bermanja-manja seperti dulu waktu masih remaja.Karena sekarang aku sudah menikah.Dan menjadi isteri dari seorang Adrian Wahyu Pramono.
Ku ikat rambutku seperlunya sebelum kulangkahkan kakiku perlahan keluar kamar.Entah kenapa hatiku tiba-tiba berdegup kencang.Ada rasa was-was yang kembali menaungi pikiranku.Dan samar-samar ku dengar keributan kecil sudah terjadi di ruang tengah.Kulihat disana ada dua orang perempuan yang hampir seusia ibu.Hanya saja sedikit lebih muda darinya.Dan bisa kulihat dari wajah mereka tersirat sebuah kemarahan.Dengan hati yang berdebar keras akupun mencoba menguping pembicaraan.
"Jadi benar apa yang di katakan mbak Ranti semalam ??" seorang berambut pendek tinggi dengan berkacak pinggang tampak memulai pembicaraan.Aku kenal siapa dia.Dia adalah tante Lastri.Adik dari bapak mertuaku.Dan yang satunya lagi sudah bisa di tebak kalau dia juga sama.Saudari termuda bapak.Kalau gak salah namanya tante Yeni.Hanya sekali aku bertemu dengan tante Yeni,,karena orangnya yang selalu sibuk pergi keluar kota.
Aku memang tidak asing dengan keluarga suamiku.Karena selama pacaran dengan Bagas,,dia sering memperkenalkanku pada keluarganya.Dan kurasa sebenarnya mereka cukup baik.Akupun juga nyaman jika berkumpul dengan mereka.Namun entah mengapa sekarang seperti berbalik keadaan.Aku yang di posisiku sekarang benar-benar merasakan suasana mencekam saat bersama mereka.
"Memangnya apa yang di katakan mbak Ranti padamu Lastri ??" Tanya bapak tenang dan wibawa.
__ADS_1
"Jangan menyembunyikannya dari kami mas.Kami sudah dengar semuanya.Bahkan mas Jono sendiri mengadakan pernikahan itu tanpa mengundang kami semua.Apa-apaan coba ?? Itu berarti mas nggak memandang kita sama sekali." Protes tante Yeni kemudian.
"Lastri,,Yeni...sebelumnya mas minta maaf kalau ini akan membuat kalian kecewa.Tapi pernikahan ini memang sengaja kami buat seadanya karena takut mengundang perhatian banyak orang.Bukankah belum genap satu bulan aku menikahkan Bagas ?? Aku cuma sungkan sama orang-orang sekitar yang datang repot-repot kemari." Bapak mengelak sambil sesekali menghisap cerutunya.
"Hallah....bilang saja kalau mas ndak mau aib perempuan itu terbongkar." potong tante Lastri tajam.
Deg !!! Jadi mereka sedang membicarakanku ?? Seketika saja wajahku berubah pucat.Keringat dingin kembali menyelubungi tubuhku.Ada ketakutan lain yang tiba-tiba muncul dalam pikiranku.
Mungkinkah mereka juga tidak menyukai keberadaanku ??Oh...tidak !!! Belum cukupkah kebencian Adrian dan budhe Ranti padaku ?? Apakah tante Yeni dan tante Lastri juga akan bersikap sama seperti mereka ??
"Pokoknya mas,,saya tidak setuju jika mas Jono memaksa Adrian menikah dengan Anggun.Kalaupun gadis itu mengandung anak Bagas,,terus mau apa ?? Itu adalah kesalahannya sendiri.Kenapa mau-maunya percaya pada perkataan laki-laki." Tante Lastri bersi keras dengan pendapatnya.
"Mas,,kenapa tidak mencari jalan lain saja sih ?? Dan kenapa harus Adrian yang di korbankan ?? kita kan bisa bicara baik-baik sama Bagas.Siapa tau anak itu mau bertanggung jawab setelah mempertimbangkannya.Apalagi mengingat janin yang ada dalam kandungan Anggun adalah anaknya sendiri.Dia pasti mau menikahinya.Kenapa mas mengambil keputusan secepat ini ?? Seharusnya kan mas memberikan waktu untuk Bagas berfikir dulu." Tante Yeni menimpali dengan perkataan yang sedikit halus.
Dan semua kembali terdiam.Mungkin hati kecil merekapun juga membenarkan perkataan bapak.Jelas itu terlihat dari kebungkaman mereka.
"Tapi bagaimana dengan Adrian sendiri sekarang ?? Mas lihat sendiri,,dia berubah seperti orang lain.Salah siapa kalau begitu ??" tante Lastri masih menyerang.
"Hhhhh....Meski aku akui aku juga bersalah....tapi mau bagaimana lagi ?? Tak ada pilihan lain selain itu." bapak mendesah panjang sambil menyandarkan punggungnya ke kursi rotan kesayangannya.
"Kenapa sih mas harus perduli dengan perempuan itu ?? Ciihhh....aku bahkan ndak sudi melihat wajahnya !!! Harusnya mas biarkan saja wanita itu sendirian dengan anaknya.Salah siapa tidak bisa menjaga kehormatannya.Dasar wong wedok murahan !!! Lonthe !!!"
__ADS_1
"Jogo omonganmu LASTRIIII !!!!!!!" Bapak berteriak lantang.Kini beliau bangkit dari duduknya.Aku yang sedari tadi hanya bisa menguping pembicaraan mereka hanya bisa menahan isak tangisku yang kembali menyerang.Tubuhku gemetar karena rasa sedih dan terluka.Sungguh itu adalah perkataan menyakitkan yang selama ini aku terima.Aku memerosotkan tubuhku sampai ke lantai dengan menutup mulutku yang hampir mengeluarkan isak tangisan.
Ohhh....Tuhaaannn....belum cukupkah aku menerima hal buruk ini ??
"Kamu sudah melewati batasanmu Lastri !!! Apa kamu kemari hanya ingin mengatakan hal itu ?? Kalau benar,,maka pergilah !!! Jangan campuri urusan keluargaku !!" Teriak bapak sekali lagi penuh kamarahan.
Kulihat ibu datang tergopoh-gopoh dari belakang.
"Ada apa mas ?? kenapa teriak-teriak ??" tanya ibu cemas.
"Huuuhhh....baiklah kalau mas lebih membela perempuan itu,,aku memang sebaiknya pergi dari sini.Aku ndak percaya bahkan mas Jono sendiripun sudah terpengaruh olehnya." Putus tante Lastri sinis."Ayo Yen,,kita pulang.Tidak ada gunanya kita kemari.Buang-buang waktu saja !!!" tante Lastri langsung melangkah keluar tanpa mengucap kata pamit sebelumnya.
"Mas.....mbak....kami pergi dulu....Assalamualaikum...."
"Waalaikum Salam..." jawab ibu lirih.
Dan tante Yeni kemudian mengikuti langkah kakaknya pergi.Bertambah dua orang lagi di keluarga ini yang membenciku.Meski tante Yeni tak sejahat tante Lastri,,tapi kenyataannya dia juga tidak menyukaiku.
Bapak dan ibu hanya memandang kepergian saudaranya dengan tatapan bimbang.Ada kepedihan yang terpercik di hati keduanya.Dan aku semakin terluka karena itu.Aku semakin di kungkung rasa bersalah yang menusukku semakin dalam.
Tiba-tiba kulihat sekelebat bayangan muncul dari ruangan yang lain.Adrian....Ya...itu dia.Jadi sejak tadi dia juga ikut mendengarkan pembicaraan itu ?? Dan dia hanya diam saja meski tau ada orang yang mengatakan istrinya wanita nakal.Haaahhh !! Tapi apa yang sebenarnya aku harapkan dari dia ?? Bukankah sejak kemarin dia juga hanya diam saja ?? Lalu untuk apa aku mengemis belas kasihannya ??Bukankah dia membenciku ??
__ADS_1
Tidak !!! Seperti apapun ujianku,,akan ku hadapi sendiri.Termasuk juga kebencian darinya.Akan aku terima kepahitan dan rasa sakit ini sendirian.Akan kulihat,,sampai mana aku bertahan.Aku hanya berharap aku takkan pernah lari dari semua ini.Karena jika itu terjadi,,aku pastikan bahwa aku takkan pernah kembali lagi.
\===========================