
Kejadian hari ini benar-benar membuat pak Sujono geram.Cukup sudah dia membiarkan sikap Adrian yang melewati batas.Meskipun dulunya dia anak yang pendiam,,patuh dan penyabar...namun jika semua akhirnya harus berubah menjadi demikian buruknya,,maka orang tua mana yang tak jengkel pada akhirnya.
Pak Sujono mengurung dirinya seharian dalam kamarnya.Ada beban berat yang terasa ia pikul di pundaknya.Matanya menatap jendela kamar yang menghubungkan ruangan pribadinya itu dengan taman.Memang terasa sejuk dan segar.
Dari situ lelaki tua itu mulai merenungkan sesuatu hal yang harus di lakukannya.Membiarkan Adrian bertingkah sekehendak hatinya tak kan merubah apapun.Pemuda itu justru semakin besar kepala dan semena-mena.Pak Sujono berfikir,,bagaimana cara memberi pelajaran yang tepat buat anaknya agar dia mau berubah kembali seperti dulu atau bahkan jauh lebih baik dari sebelumnya.
Tiba-tiba sebuah siasat muncul dalam pikirannya.
"Ya....aku harus melakukan itu...." desisnya lirih.Pria itu tersenyum simpul karenanya.Dan untuk kemudian dia melangkah keluar dari kamarnya dengan perlahan.
Malam hari tepat pada jam 10 ....
Adrian baru saja pulang setelah seharian pergi entah kemana.Pemuda itu sebenarnya enggan untuk kembali kerumah.Namun bagaimanapun juga dia tak ingin di cap sebagai anak yang tak ingat waktu sampai lupa untuk pulang.
Dan ternyata semua sudah berkumpul di ruang keluarga.Tentunya kecuali Dinda yang sudah beranjak tidur sejak satu jam yang lalu.Adrian melewati ruangan itu dengan acuh seakan tak nampak seorangpun disana.
"Berhenti kamu Adrian !!!" Suara menggelegar itu keluar dari mulut pak Sujono.Tegas dan berwibawa.Adrianpun menghentikan langkah seketika yang hendak memasuki kamarnya.Perlahan-lahan pak Sujono berdiri dari duduknya dan mendekati Adrian.Ditatapnya wajah tampan dan berkharisma itu.
Sebenarnya Adrian jauh lebih unggul dari segi wajah dan penampilan di banding Bagas kakaknya.Namun kecerdasan Bagas masih berada diatas Adrian.Dan itu bukan berarti Adrian adalah anak yang bodoh dulunya.Dia memang tak sepandai kakaknya,,tapi pemuda ini memiliki ketekunan dan keuletan dalam belajar maupun bekerja sehingga hasil yang di dapatpun selalu memuaskan.
"Seperti inikah caramu dalam bertata krama le ?? Kemana saja ajaran sopan santun yang Bapak berikan padamu selama ini ??" Pertanyaan itu benar-benar mengena di ulu hati Adrian.Ya....dia sadar,,kalau dirinya tak pernah bersikap tidak sopan pada orang lain apa lagi orang tuanya.Namun kini,,entah kemana perginya semua perilaku baik tersebut.
Adrian tertunduk karenanya.Matanya terpekur menatap lantai-lantai rumah.
"Bapak ndak menyangka kalau anak yang bapak besarkan selama ini sudah mulai berubah.Ajaran dan norma-norma yang bapak dan ibu tanamkan selama ini ternyata lenyap begitu saja dari pikiranmu."
Adrian masih terdiam.Dia tak mau menyanggah apapun.Hati kecilnya bimbang,,antara meminta maaf atau meneruskan egonya.Namun kenyataannya hatinya masih sangat terluka oleh semua kejadian yang membelitnya akhir-akhir ini.
__ADS_1
"Sekarang bapak minta,,kamu minta maaf pada Anggun atas perbuatanmu tadi pagi Adrian !!!" Pak Sujono menjatuhkan perintahnya.
"TIDAAAKKK !!!!" Bantah Adrian cepat dan tajam.Sorot mata pria itu sama tajamnya seperti ucapannya barusan.Dan tentu itu membuat pak Sujono geram.
"Kamu tahu di rumah ini ada aturan-aturan yang harus kamu taati Adrian.Dan selama kamu tinggal disini,,kamu juga harus menaati semua aturan di rumah ini.Dan bapak sebagai kepala rumah tangga di sini sudah sepatutnya membenarkan tindakan tidak benar yang di lakukan anggota keluarga ini.Jadi....sekarang bapak perintahkan kamu minta maaf kepada istrimu."
"Bagaimana jika saya tetap tidak mau ??" Adrian menggeram pelan.Matanya menatap kosong ke depan.
"Maka silahkan kamu angkat kaki dari rumah ini sekarang juga."
Adrian tak percaya dengan apa yang di ucapkan ayahnya.Matanya melebar.Anggun dan bu Ratih juga sama terkejutnya dengan apa yang di sampaikan pak Sujono barusan.Mereka melempar pandangan menghujat kepada pria tua itu.
"Ohh...jadi setelah bapak mengusir mas Bagas,,sekarang giliran saya ??" Adrian melontarkan pertanyaan mendikte.Dan laki-laki dihadapannya hanya diam tak bergeming.Pandangannya jatuh ke dinding rumah yang di hiasi foto keluarga.Namun sikap wibawanya masih tetap ia tunjukkan di hadapan anaknya meski sebenarnya hati kecilnya berteriak.
"Baiklah jika itu yang bapak inginkan.Saat ini juga,,saya akan pergi dari rumah ini." Adrian memberikan keputusannya.Menatap sang ayah terakhir kali untuk kemudian berbalik arah menuju keluar rumah.
Namun masih dua langkah kakinya berjalan,,tiba-tiba pak Sujono berseru kembali.
"Paaaakkkk !!!!" Bu Ratih tiba-tiba memprotes keras.
"Biarkan bu !!! Jangan halangi keputusanku !!!" Potong pak Sujono tegas."Anggun,,pergilah nduukk !!! Ikuti suamimu pergi." perintahnya kemudian pada menantunya.
Dengan berat hati Anggun berdiri dari duduknya.Bu Ratih tampak berat melepaskan keberadaan Anggun.
"Pak....pikirkanlah lagi keputusanmu ini...." Bu Ratih masih berusaha bernegosiasi.
"Tidak !!! Ini sudah keputusanku,,dan jangan membantahku !!!" Pak Sujono kini naik pitam.Dia sudah tak bisa menahan emosi yang bergejolak di dalam dirinya.Bu Ratih hanya bisa terisak karenanya.Ya,,mau bagaimana lagi.Dia tetap harus mematuhi perintah suaminya.
"Bu...Anggun pergi dulu." Anggun berpamitan pada sang ibu dengan wajah yang benar-benar pilu.Batinnya juga terluka karena harus meninggalkan orang tua yang sudah ia sayangi seperti orang tua kandungnya sendiri.Dan dia juga sempat berfikir,,apa yang akan terjadi padanya jika dia harus mengikuti keberadaan suaminya yang jelas-jelas sangat membencinya.
__ADS_1
"Hati-hati nduukk....Jangan lupa hubungi ibu nak." Bu Ratih masih dengan air mata yang berderai.
"Njih bu...." Anggun menyalami ibunya sebagai salam terakhir kali.Dan kini ia berpindah pada sang ayah."Pakk....Anggun pamit sama bapak."
"Ya nduukk...Doaku selalu bersamamu ngger.Jaga dirimu baik-baik Anggun dan bapak minta,,jangan kecewakan bapak.Bapak percaya padamu,,kamu akan selalu setia mendampingi suamimu." pak Sujono mengusap rambut menantunya berkali-kali.Dan Anggun menyalaminya untuk yang terakhir kalinya.
"Assalamualaikum...."
"Waalaikum salam..." jawab pak Sujono dan istrinya bersamaan.
Anggun mengikuti langkah Adrian pergi.Entah mengapa dia merasa tegang dan gugup.Ada sedikit ketakutan yang muncul di lubuk hatinya,,bagaimana Adrian akan memperlakukannya nanti ??
Tuan dan Ny Sujono masih terpekur melihat kepergian anaknya.Bu Ratih belum bisa menghentikan tangisnya.Dan bahkan kini semakin menjadi.Pak Sujono meraih tubuh istrinya dan membawanya kepelukannya dengan berusaha menenangkannya.
"Percayalah bu...ini adalah keputusan yang terbaik." Kata pak Sujono pelan.
"Tapi pak,,bagaimana dengan Anggun ?? Aku khawatir dengan anak itu.Aku takut Adrian akan memperlakukannya buruk."
"Tidak.Bapak yakin tidak."
"Katakan padaku pak,,sampean membuat keputusan ini pasti dengan sebuah alasan." Pak Sujono menghela napas panjang untuk sesaat.
"Ya.Kamu benar.Aku memang sengaja melakukan ini supaya mata dan hati Adrian terbuka.Mungkin dengan membiarkannya hidup mandiri di luar sana akan menyadarkannya akan semua kesalahannya.Dan memberikan kesempatan mereka untuk berdua,,siapa tahu akan menumbuhkan cinta diantara keduanya."
"Tapi bagaimana kalau sampai itu tidak terjadi ?? Dan Adrian akan semakin menyiksa keberadaan Anggun nantinya ??"
"Hhhh....kita berdoa yang terbaik saja bu.Semoga Tuhan mendengar dan mengabulkan niat baik kita."
Dan merekapun kembali terdiam,,tenggelam pada pemikiran masing-masing.
__ADS_1
\==========================