Anggun Bidadariku

Anggun Bidadariku
Kejadian tak terduga


__ADS_3

Dion ternyata melajukan mobilnya menuju taman kota. Namun sebelum itu dia menyempatkan diri singgah ke sebuah toko mainan. Dan betapa terkejutnya Anggun saat Dion kembali ke mobil dengan memborong satu kantong plastik penuh kembang api.


"Untuk apa semua ini Dion?? Bukankah tahun baru masih lama??" Tanya Anggun terheran-heran.


"Kau lihat saja nanti. Percayalah,, kau akan suka." Dion masih tersenyum-senyum misterius.


Dan Anggun hanya bisa menggeleng-geleng pelan tanpa berminat mengoreksi lagi lebih lanjut. Sungguh,, pria disampingnya ini benar-benar membuatnya tak habis pikir. Dan meski status play boy disandang oleh Dion,, kenyataannya Anggun tak merasa risih atau keberatan berteman dengannya. Yang ada justru dia merasa senang dan nyaman berkawan dengan pria itu.


Mereka sampai di taman kota setengah jam kemudian.


"Apa yang akan kita lakukan disini Dion??" Tanya Anggun masih tak mengerti.


"Kita akan menyalakan kembang api disini." Ujar Dion kemudian.


"Apa?? Jadi untuk itu kau membeli kembang api sebanyak ini??"


"Yahh...begitulah. Kau pasti heran kan??Sudahlah...lupakan...sekarang bantu aku menyalakan kembang api-kembang api ini. Karena akan indah kalau kita nyalakan bersamaan. Ayo !!!"


Mereka lalu mulai menyalakan kembang api itu sekaligus. Dan benarlah,, saat letusan demi letusan menguar ke udara di selingi percihan cahaya dan warna yang berbeda-berbeda,, Anggun tak dapat menolak rasa takjubnya. Dan tampak beberapa orang yang memang ada di sekitar area itu ikut menyaksikan pemandangan gratis itu.


"Ini luar biasa Dion." Seru Anggun sedikit berteriak.


"Apa kau suka??" Tanya Dion lalu memandang kearah Anggun sekilas.


"Ya. Ini sangat indah." Anggun masih memandang takjub ke udara dimana masih ada letusan-letusan yang tersisa. Dan Dion kembali menyalakan kembang api yang masih tertinggal.


Merekapun terlarut oleh suasana indah itu untuk beberapa saat lamanya.


"Apa kau lapar?? Bagaimana kalau kita singgah ke sebuah rumah makan dulu sebelum pulang." Kata Dion saat mereka hendak kembali ke mobil.


"Hmmm,, bagaimana kalau kita mencoba makanan di pinggir jalan?? Kau mau??" Anggun mencoba berpendapat.


"Kau serius?? Heiii,, kau lupa kalau kau sedang hamil?? Makanan di pinggir jalan belum tentu sehat. Apalagi untuk ibu hamil sepertimu."


"Tapi aku sedang ingin makan di situ Dion?? Aku mohon." Anggun menyatukan kedua telapak tangannya membuat gerakan seperti orang memohon.


"Yahhh.....baiklah." Dion akhirnya mengalah.


"Terima kasih." Anggun mengembangkan senyumnya.


Mereka lalu menuju ke sebuah kedai di tepi jalan yang lumayan laris oleh pengunjung. Setelah memesan dua porsi makanan,, mereka melanjutkan obrolan kembali.


"Apakah kita tidak pulang terlalu malam?? Bagaimana kalau Adrian sudah sampai di rumah??" Dion yang di tanya demikian nampak berfikir sesaat.


"Kalau sudah pulang memangnya kenapa??" Bukannya menjawab dia malah balik bertanya.


"Dion?!?! Tentu saja aku merasa nggak enak. Bagaimana bisa aku belum sampai rumah hingga saat ini."

__ADS_1


"Ahh....kau tinggal beralasan saja kan?? Ehmm....seperti ada pertemuan guru misal?? Atau memberi tugas tambahan pada murid-muridmu??"


"Lalu,, kalau dia melihatku bersamamu??"


"Kau bisa jawab kita bertemu tidak sengaja di jalan."


"Kau memang pandai mencari alasan." Anggun memutar bola matanya membuat Dion tersenyum geli. "Pantaslah kau di sebut play boy. Pasti banyak alasan juga untukmu dalam mengelabui kekasih-kekasihmu itu." Anggun mengejek. Dion hanya menyengir kuda mendengarnya.


Tak lama kemudian makanan yang di pesan pun tiba. Mereka tak banyak bicara. Anggun tampak makan dengan sangat lahap. Kali ini Dion memang mengikuti permintaan Anggun dengan makan di pinggir jalan,, tapi untuk menu makanannya,, dia yang menentukan. Dan pilihan akhirnya jatuh pada sebuah kedai soto. Jelas saja Anggun sudah tau kalau itu adalah makanan favorit Dion.


Dion melihat ke arah Anggun yang sedang asik menikmati santapannya. Wanita itu seolah lupa dengan dunia sekitar sampai tak sadar kalau pria di sampingnya tengah memperhatikannya dengan seksama.


Anggun,, kau memang wanita yang berbeda. Kenapa semakin aku mengenalmu,, aku semakin terjerat olehmu. Daya pikat apa yang kau berikan padaku sampai kau bisa menghapus puluhan gadis yang berjejer dalam hidupku hanya dalam waktu sekejap. Ohh...kenapa Kau harus milik orang lain?? Dan itu sahabat baikku sendiri??


"Ha?? Kenapa kau menatapku?? Kau tidak makan??" Tanya Anggun kemudian saat menyadari tatapan bermakna sesuatu itu.


Dion terkejut dan salah tingkah karenanya. Dan sekilas matanya menangkap bibir Anggun yang berlumuran kuah soto. Anggun terkejut saat tangan pria itu terulur kearah bibirnya dan mengusap bekas minyak yang menempel berantakan disekitar bibirnya. Dan wanita itu di buat tersipu karenanya untuk kemudian dia cepat-cepat menghapusnya sendiri dengan sebuah tisu.


"Ayo cepat kau makan,, lalu kita segera pulang. Aku takut kalau Adrian akan pulang dengan cepat." Ujar wanita itu kemudian.


"Baiklah." Dion menyahut.


Merekapun meneruskan makannya tanpa ada perbincangan lagi. Mereka tak sadar kalau ada sepasang mata yang sedang mengawasi keduanya sejak mereka masuk tadi. Mata yang penuh dengan emosi.


Brengsek !!! Ternyata benar kata teman-teman selama ini,, kalau kau sudah selingkuh di belakangku,,batin orang itu mengumpat.


Dan saat Dion dan Anggun mengakhiri makan mereka,, orang itupun tak bisa lagi membendung rasa amarahnya. Dia datang menghampiri Dion dan Anggun berada dengan wajah yang di tekuk seribu.


Dion yang didatangi perempuan itu secara tiba-tiba tentu saja terkejut terutama dengan Anggun. Namun seperkian detik kemudian wajah terkejut pria itu mendadak berubah tenang.


"Jadi wanita ini yang membuatmu lupa pada jadwalmu denganku?? Kau bahkan tak pernah mau lagi untuk ku ajak keluar." Anggun melirik sekilas kearah Dion yang masih duduk dengan tenang.


"Kenapa kau hanya diam?? Berarti apa yang kukatakan ini benar??" Wanita itu semakin meninggikan suaranya membuat orang-orang sekitar beralih sasaran pada mereka. Dion hanya mengerdikkan bahu dengan santainya. Wanita itu menggeram dan terlihat semakin emosi apalagi saat matanya yang jernih sekilas menangkap perut Anggun yang mulai membesar,, gadis itu semakin tak dapat mengendalikan kemarahannya lagi. Terlihat jelas dari nafasnya yang berkejar-kejaran menahan isak tangis yang hampir keluar.


"Kau bahkan sudah menghamili wanita ini ?!?!?" Gadis itu menuduh,, dan cukup sudah kesabaran Anggun. Ok,, Dion boleh tenang. Tapi tidak dengan dia. Dituduh sebagai selingkuhan Dion?? Dan bahkan di tuduh Dion sudah menghamilinya?? Tidak !!! Ini tidak bisa di biarkan !!!


"Mbak...dengarlah...sebenarnya..." Anggun hendak memberikan penjelasan,, namun tiba-tiba perkataannya dipotong dengan cepat.


"CUKUP !!! Aku tak perlu nendengar penjelasan darimu dasar wanita murahan !!!" Dan seketika Dion langsung berdiri dari duduknya. Matanya menatap tajam penuh amarah dan kebencian.


"Apa kau bilang tadi?? Sekali lagi kau bilang seperti itu maka jangan salahkan aku kalau aku menamparmu !!!"


"Lakukan !!! Tampar aku,, ayooo....." gadis itu menantang.


"Kau?!?!?!" Dion mengangkat tangannya dan hendak melayangkan tamparannya,, namun dengan cepat Anggun menghentikan tangan itu.


"Jangan Dion !!!" Anggun berseru. Dion menatap Anggun dengan nanar. Dan wanita itu hanya menggeleng-gelengkan kepalanya pelan. Akhirnya Dionpun menurunkan tangannya kembali.

__ADS_1


"Sekarang kau sudah tau bukan kalau aku sudah tak mencintaimu lagi?? Dan memangnya kenapa kalau dia kekasihku,, tapi yang pasti dia tidak murahan seperti katamu !!! Dan kau,, sebaiknya jaga ucapanmu itu,, dasar gadis tidak tahu malu !!!" Dion menudingkan telunjuknya kearah gadis itu.


"Kau?!?!? Aku benci kamu !!! Mulai sekarang kita PUTUS !!!"


Dan wanita itu kemudian berlalu dari tempat itu membuat Dion dan Anggun bernapas lega. Namun...tunggu !!! Gadis itu kembali lagi,, apa yang masih diinginkannya?? Dia mendekat kearah Dion dan dengan gerakan cepat menyambar segelas jus dan di siramkannya pada wajah Dion seketika. O...o...Ini memalukan,, batin Dion berseru sambil mengusap wajahnya yang penuh dengan minuman.


Anggun tersenyum geli melihat hal itu. Yahhh...tentu saja kejadian tadi cukup menegangkan baginya.



Anggun masih terbahak-bahak meski sudah beberapa saat lalu kejadian memalukan itu berakhir.


"Heii...sampai kapan kau akan mentertawakanku terus??" Ucap Dion jengah.


"Sorry...sorry....jadi apa selalu seperti ini kalau kau putus dengan pacarmu??" Anggun mulai menginterogasi.


"Yahhh...hanya sesekali saja."


"Jadi siapa namanya??"


"Merisa." Jawab Dion singkat. "Aku dan dia menjalin hubungan sejak setengah tahun yang lalu. Dan selama ini pula dia tak tahu kalau aku juga sudah berselingkuh atau bahkan berpacaran dengan gadis lainnya."


"Kau ini....aku tidak percaya aku bisa berkawan dengan orang sepertimu." Ujar Anggun.


"Apa kau menyesal??" Dion melirik Anggun sekilas.


"Ya....sedikit." gumam wanita itu. "Mungkin sebaiknya kau berhenti berperilaku seperti ini Dion. Tidakkah kau kasihan dengan gadis-gadis itu?? Mereka pasti sakit hati dengan sikapmu ini." Anggun mulai berkata serius.


Kali ini pria disampingnya hanya terdiam dengan pandangan masih fokus dalam menyetir.


"Aku akan berhenti,, kalau aku sudah menemukan wanita yang ku impikan." Seru pria itu kemudian.


"Hmmm....Apakah wanita itu sudah kau temukan??"


"Hmm,,sepertinya....tapi aku tidak tau apakah aku bisa memilikinya atau tidak."


"Kau mencintainya??" Anggun menelusur.


"Yahhh...belum pernah aku merasakan cinta pada seorang wanita seperti yang kurasakan saat ini." Anggun tersenyum lalu dia menepuk bahu Dion pelan.


"Berjuanglah !!! Kalau kau benar-benar yakin mencintainya." Dion memandang Anggun seksama. Matanya menatap penuh arti. Dan Anggun memberikan senyum meyakinkan untuk pria itu.


Tiba-tiba mata tajam Anggun menangkap sesosok pria yang sangat di kenalnya di seberang jalan.


"Tunggu Dion !!! Tolong hentikan mobilnya sebentar." Anggun memberi perintah sambil terus menajamkan padangannya.


"Ha?? Memangnya ada apa??" Tanya Dion lalu menepikan mobilnya.

__ADS_1


"Bu...bukankah...itu...Adrian??"


\==============================


__ADS_2