Anggun Bidadariku

Anggun Bidadariku
Sah!!


__ADS_3

Saudara Adrian Wahyu Pramono bin Sujono Aji Pramono,,saya nikahkah dan saya kawinkan engkau dengan Anggun Kirana Larasati binti Agung Hermanto dengan mas kawin seperangkat alat sholat di bayar tunai."


"Saya terima nikah dan kawinnya Anggun Kirana Larasati binti Agung Hermanto dengan mas kawin seperangkat alat sholat di bayar tunai."


Suara menggema dari seorang naib sebagai ijab dan di balas oleh Adrian sebagai qobul nya menggema memenuhi ruangan.


"Gimana ?? Sah ??" tanya wali tersebut menoleh kekanan dan kekiri kepada para saksi yang menghadiri upacara sakral tersebut.


"Saaahh.....Saaahhh....Saaahhhh....."


Sahut orang-orang yang ada di dalam.Dan kemudian doapun di lantunkan.Suasana haru memenuhi ruangan itu.


Anggun yang sejak tadi tertunduk,,merasakan getaran aneh dalam dirinya.Dia tak menyangka kalau sejak detik itu,,dirinya sudah berubah status menjadi istri dari Adrian Wahyu Pramono.Setetes air bening mengalir di kedua pipinya.Rasa bahagia dan haru karena sudah resmi menjadi isteri seseorang juga dirasakannya.Meski sedikit luka karena ketiadaan sang ibu di sampingnya juga mengusiknya.Namun Anggun berjanji akan menghadapi kesulitan apapun dalam rumah tangganya.


Anggun tiba-tiba teringat ucapan ibu Adrian semalam saat melihatnya turun dari mobil dengan mata yang sembab.Sudah bisa di pastikan kalau gadis itu baru saja menangis.Sang ibu datang mendekati calon menantunya.


"Apa yang sudah terjadi ndukk ?? Apakah Adrian sudah menyakitimu ??" tanya bu Ratih dengan lembut.


"Mboten bu.Saya ndak apa-apa kok." Anggun berusaha menutupinya dengan senyum yang di paksakan.


"Kamu ndak bisa membohongi ibu nak.Lihatlah....bahkan meskipun mulutmu tidak mengatakan,,tapi kedua matamu sudah berbicara." bu Ratih mengusap pipi gadis itu penuh sayang.Dan Anggun tak bisa mengelak lagi dari tuduhan itu.Diapun hanya bisa tertunduk karenanya.


"Sebenarnya,,tidak ada masalah yang serius bu.Hanya saja tadi kami membahas soal ibu yang sudah meninggal.Jadi Anggun ndak bisa menahan air mata ini lagi." Anggun masih bertahan untuk tidak mengatakan yang sebenarnya.


Bu Ratih hanya menarik nafas panjang.Meskipun ia tahu bahwa apa yang di sampaikan Anggun tidaklah benar,,tapi wanita itu berusaha menghormati perasaan gadis yang sudah dianggapnya sebagai anaknya sendiri.


"Anggun,,besok pernikahanmu dan Adrian berlangsung.Ibu tau ini tidak mudah bagimu apalagi untuk Adrian.Dan pastinya akan banyak hal yang akan terjadi dalam rumah tangga kalian nantinya.Tapi ibu ingin kamu berjanji satu hal nduk...."

__ADS_1


"Katakan bu !!"


"Berjanjilah bahwa kamu akan selalu bersabar menghadapi kekerasan hati Adrian.Ibu percaya padamu Anggun."


"Saya....saya...."


"Naaakkk....Adrian bukan seseorang yang tidak punya perasaan.Hanya saja saat ini dia sedang terluka.Berilah dia waktu untuk bisa menerima kehadiranmu dalam kehidupannya.Ibu yakin,,jika kamu bersabar....maka kamu akan memetik buah yang manis akhirnya.Kamu akan tau bagaimana kalau dia sudah mencintaimu.Jadi...berusahalah untuk mendapatkan hatinya.Dan untuk Bagas,,Ibu hanya bisa minta maaf atas kelakuannya.Lupakanlah dia,,karena dia adalah masa lalumu.Dan yang ada di hadapanmu sekarang adalah Adrian.Maka hanya berfikirlah untuk dia seorang.Adrian suamimu."


Kata-kata itu seperti dengungan lebah yang terus berngiang-ngiang di telinganya.Bahkan Anggun hampir tak bisa tidur di buatnya.Apa yang di minta ibu Adrian sungguh terasa berat baginya.Namun ia tetap berjanji dalam hati,,akan berusaha dan mencobanya.Ya...meski ia sudah bisa membayangkan kalau itu akan sulit mengingat Adrian yang kelihatan sekali membencinya.


"Anggunnn....Anggunn...." Suara lembut itu menghentakkannya dari lamunan.Ternyata doa sudah berakhir sejak beberapa saat yang lalu.Anggun menoleh kesampingnya yang sudah berdiri sang ibu tercinta.


"Njih bu."


"Ayo bangunlah,,kita ambil foto pernikahan kalian."


"Ayo...agak mendekat sedikit.Yang mesra.Adrian,,kamu peluk pinggang istrimu....Nah gitu...Ayo sekarang tersenyum berdua.Tiga....dua...satu....JEPREETT."


Suara fotografer mulai mengaba-aba.Barbagai macam pose mereka lakukan.


"Sudah !!! Aku lelah !!" Kata Adrian tiba-tiba.Lalu dia meninggalkan tempat tersebut.Anggun mengejar kemana suaminya pergi.


Adrian ternyata menuju kamarnya.Dan beberapa langkah di belakangnya mengikutilah Anggun.


Pria itu melonggarkan dasinya dengan kasar untuk kemudian duduk di tepi ranjang.Adrian mengacak rambutnya frustasi.Anggun menutup pintu kamar dan mendekatinya pelan-pelan.


"Mass....minumlah...." Anggun menyodorkan segelas minuman yang tadi sempat ia sambar.Namun sungguh tak di duganya kalau tiba-tiba Adrian menyentakkan tangannya sehingga gelas itupun jatuh terhempas begitu saja.

__ADS_1


PYAAAARRRRR !!!!!


Gelas itu jatuh berkeping-keping di ubin kamar.Anggun menutup mulutnya karena terkejut.Matanya membulat tak percaya dengan sikap Adrian barusan.


"Mas....apa yang kamu lakukan ??" desisnya lirih.


"Pergilah dan jangan ganggu aku !!!"


"Tapi aku hanya ingin memberimu minum saja."


"Aku tidak perlu pertolonganmu !! Dan asal kamu tahu,,aku benci kamu memanggilku seperti itu !!"


Anggun menggeleng-geleng tak percaya.Matanya kini sudah berkaca-kaca kembali.


"Kamu tunggu apa lagi ?? Cepat pergi dari sini !!! Aku mau istirahat !!" Adrian berteriak kembali.


Bersabarlah Anggun.Ini baru awal.Kamu harus kuat.Yakinlah kamu pasti bisa melewati semua ini.


Anggun bersaha menahan air matanya agar tak mengalir.Dia tak ingin terlihat lemah di depan laki-laki yang sudah berstatus menjadi suaminya.


"Baiklah.Aku akan pergi,,tapi biarkan aku membereskan semua pecahan gelas ini." Adrian hanya mendengus saja mendengar perkataan Anggun.Di hempaskannya tubuhnya yang terasa lelah baik luar maupun dalam.Anggun memunguti satu-persatu pecahan kaca tersebut.Tentu saja ia akan berusaha menguatkan batinnya.


Tak sampai lima menit Anggun selesai dengan kegiatannya.Dan wanita itupun hendak melangkah pergi.Namun sebelum dia membuka pintu,,di tolehnya tempat dimana Adrian berada.Disana tampak pria itu hanya menatap langit-langit kamar tak berkedip.


"Dan soal permintaanmu mengenai caraku memanggilmu,,aku akan tetap memanggilmu 'mas' hanya di depan bapak dan ibu saja.Selebihnya aku akan memanggil namamu seperti biasanya." Anggun kemudian berlalu dari kamar itu.


Dan disinilah awal kehidupan mereka dimulai.Awal pahit yang akan mereka lewati dengan susah payah dan mengorbankan perasaan.Semua tak akan pernah tau bahwa badai kemelut akan datang menimpa bertubi-tubi.Menguji kesetiaan dan cinta kasih.Kesedihan yang akan terus mengalirkan air mata dan menyayat hati serta perasaan.Akankah mereka bisa menghadapi ujian itu satu persatu ??

__ADS_1


\=======================


__ADS_2