ANOTHER LIFE ADELA

ANOTHER LIFE ADELA
Menentukan pilihan


__ADS_3

"Ceraikan aku saat ini juga, jatuhkan talak pada ku saat ini juga, maka aku akan pergi dari sini!" Tegas Adela.


Ucapan permintaan Adela itu kembali terdengar jelas di telinga Irwan yang belum juga mampu menentukan sikap atas permintaan istrinya itu.


"Adel, tolong,,, kita bisa bicarakan ini di rumah, jangan di sini." Elak Irwan yang sungguh tidak mau melepaskan Adel, namun juga tidak mampu menghindar dari tuntutan yang di berikan Linda serta tatapan tajam Prabu yang seakan terus meng-intimidasinya meski dari kejauhan.


"Tidak! Benar yang di katakan istri siri mu itu, sudah saat nya kamu bersikap tegas dan menentukan pilihan, ceraikan aku maka aku pergi dari sini, atau tetap bersama ku dan kamu ikut aku pergi dari sini!" Tantang Adela.


"Hey itik buruk rupa, jangan sombong dan terlalu percaya diri kau akan di pilih Irwan hanya karena penampilan mu yang sudah berubah seperti ini, karena yang dia butuhkan bukanlah penampilan atau riasan wajah, namun uang. Dan kau tidak punya itu, aku yang punya, hanya aku yang mampu menyelamatkan perusahaan nya dari kebangkrutan." Sinis Linda tersenyum penuh percaya diri seolah di sana hanya dirinya lah yang berpeluang besar untuk mendapatkan Irwan, karena merasa dirinya lebih unggul di banding Adela dari sisi ekonomi meski dari segi penampilan kini dirinya merasa kurang percaya diri.


"Haha, siapa yang kau bilang itik buruk rupa itu? Apa mata mu buta, burung merak secantik ini kau bilang itik buruk rupa? Aku sarankan kau untuk bercermin sebelum mengata-ngatai orang lain, karena itik buruk rupa dan busuk hati di sini hanya kau seorang!" Ujar Adela dengan santainya membuat darah Linda semakin mendidih di buatnya.

__ADS_1


Mendengar puti kesayangannya di hina di hadapan publik dan di depan matanya secara langsung seperti itu, akhirnya Prabu tidak kuat untuk tetap diam dan menonton semuanya, apalagi Irwan di nilai seolah membiarkannya, dia terlihat seperti tidak membela Linda sedikit pun.


"Ceraikan dia saat ini juga, atau aku cabut investasi ku saat ini juga!" Ancam Prabu seperti tidak memberi opsi lain pada menantunya itu selain melepaskan Adela dan menjadikan putrinya istri Irwan satu-satunya.


"A-ayah, aku---" gagap Irwan merasa berada dalam posisi yang sangat tidak menguntungkan dan serba sulit sekarang ini untuk menentukan pilihan, antara hati dan perusahaan seolah semuanya sangat mencekiknya sekarang ini hingga Irwan seperti tidak bisa bernafas di buatnya.


"Tidak ada alasan lagi dan cepat putuskan sekarang juga, jangan harap aku berbaik hati untuk memberi mu waktu lagi, aku sudah tidak percaya pada mu, kau pria yang tidak dapat di percaya di mata ku mulai saat ini, sebelum kau menceraikan istri songong mu itu." Tegas Prabu tidak ingin memberi menantunya itu opsi lain selain bercerai dengan Adela.


"Ayolah nak, jangan bodoh, jangan tertipu dengan wajah dan penampilan si anak panti itu, Linda tidak kalah cantik di bandingkan dengan si udik itu." Sari ikut memanas-manasi keadaan dan turut mem-provokasi Irwan untuk menceraikan Adela, dia tidak ingin kalau sampai putranya berbuat bodoh memilih Adela karena penampilannya yang kini dia akui sangat berubah dan menjadi cantik, Sari tidak mau dirinya nanti hidup susah karena perusahaan Irwan yang bangkrut akibat Prabu batal ber-investasi di sana, untuk itu dia akan berusaha sekuat tenaga agar Irwan bercerai dengan Adel.


"Iya kak, penampilan cantik tidak akan bisa membayar uang kuliah ku, jangan sampai kakak salah pilih dan membuat adik mu jadi putus kuliah gara-gara kesulitan ekonomi." Timpal Riska yang juga merasa ketakutan jika dirinya akan terkena imbasnya jika Irwan harus kehilangan perusahaannya.

__ADS_1


Irwan menghela nafas berulang kali, berusaha menetralkan pikirannya yang terasa kacau saat ini. Begitu banyak masukan yang memaksanya untuk menceraikan Adel, meski dengan berat hati dan harus bertentangan dengan perasaannya, Irwan akhirnya menentukan pilihannya juga.


"Adelia Yunita, aku talak engkau, mulai saat ini kau bukan istri ku lagi."


Suara Irwan terdengar bergetar saat mengucapkan kata-kata talak untuk istri sahnya itu, sungguh semua itu karena apa yang di ucapkannya sangat bertolak belakang dan bertentangan dengan hatinya, namun apa mau di kata, dia tidak bisa egois hanya memikirkan egonya saja sementara masih ada ibu dan adik perempuannya yang masih harus menjadi tanggung jawabnya dan masih bergantung padanya, hanya dengan memilih Linda dan menyelamatkan perusahaan maka dia akan tetap menjadi tulang punggung untuk ibu dan adiknya itu, selain itu ada ratusan karyawan yang menggantungkan nasibnya pada perusahaan yang di pimpinnya, sehingga keputisan pahit ini terpaksa harus di ambilnya.


Deg!


Adela tahu bukan namanya yang tadi di sebut Irwan, melainkan nama si pemilik tubuh, hanya saja dengan di ucapkannya kata-kata talak itu, hatinya seperti ikut merasa sakit, seolah saat ini dia benar-benar nerperan menjadi Adel si pemilik tubuh yang di campakan begitu saja oleh suaminya hanya karena wanita lain dan juga demi perusahaan.


Tenyata dirinya tidak lebih penting di bandingkan dengan perusahaan.

__ADS_1


__ADS_2