
"Apa ini berarti kamu menolak ku?" Tanya Dito.
"Apa anda akan menyerah?" Ujar Adela seperti sengaja menggantung pertanyaan Dito dengan jawaban yang tidak pasti antara iya adn tidak.
Sementara tak jauh dari sana seorang wanita mengepalkan kedua tangannya menahan marah dan kesal karena melihat adegan penembakan Dito terhadap Adela yang di saksikannya secara live dan membuat dirinya merasa sangat cemburu.
*
Di tempat lain, yaitu di kamar hotel tempat di mana yang tadinya akan menjadi tempat Bayu melakukan eksekusi pada Adela, masih terjadi keributan dan saling menyalahkan satu sama yang lainnya, membuat kepala Irwan seakan mau pecah karena dia tidak tahu menahu dengan rencana busuk yang susun oleh ketiga orang yang ada di kamar itu selain dirinya tentu saja.
"Apa mata mu buta Bay, jelas-jelas yang ada di kamar ini bukanAdela, masih juga kau embat, dasar otak selang--kangan!" Umpat Linda memarahi Bayu yang malah memanfaatkan keadaan untuk meniduri Riska saat dia di bawah pengaruh obat yang seharusnya di gunakan untuk 'meracuni' Adela.
Tapi memang mungkin dasar benar apa yang di katakan Linda tentang Bayu jika yang ada di otaknya hanya tentang selang--kangan, sehingga meski tahu jika yang berada di ranjang itu bukan Adela, dia tetap melanjutkan aksinya, apalagi Riska terus menerus menyulut kelelakiannya, membuat dia tidak bisa lagi mundur untuk menghentikan penyaluran napsu setan nya.
"A-aku tidak tahu jika itu Riska, keadaan kamar sangat gelap, lagi pula dia yang terus memaksa ku untuk mencumbunya, tuh lihat,,,ini buktinya!" Sangkal Bayu yang lantas menunjuk ke arah Riska yang terus saja menciumi pipi dan dadanya meski di sana ada Irwan dan Linda yang sedang menonton mereka dengan geram.
__ADS_1
"Dasar adik tak tahu diri! Wanita murahan!" Umpat Irwan yang lantas menyeret tubuh adik perempuannya ke dalam kamar mandi dan meletakannya di bawah shower yang menyala deras.
"Ah,,, apa ini dingin sekali, kak Dito tolong aku!" Teriak Riska yang masih saja belum sadar dari pengaruh obat dan mabuknya sehingga dia masih mengira jika dirinya tadi tengah bergumul dengan Dito, pria yang di cintainya setengah mati itu.
Entah obat apa dan seberapa dosis yang di campurkan Linda pada minuman jus jeruk tadi, sehingga Riskan sampai tidak kunjung juga sadar dari halusinasi dan keinginannya untuk di sentuh oleh lawan jenis, wanita malang itu terus berteriak memanggil-manggil nama Dito dan mengeluh kalau dirinya kedinginan karena berada di bawah guyuran air dingin, bahkan untuk menggeserkan tubuhnya agar menjauh dari pancuran air saja Riska kini tidak mampu, karena tubuhnya kini teasa panas, ngilu, nyeri dan sangat menyiksa.
Mungkin ini tegguran dari Tuhan agar dia bisa merasakan sendiri efek obat yang akan dia gunakan untuk menjahati Adela, karena terkadang manusia akan tahu sakitnya di cubit jika sudah merasakan cubitan di tubuh kita sendiri.
"Apa kalian yang merencanakan ini semua untuk menjebak Adela, namun ternyata gagal dan berakhir Riska yang yang menjadi korbanya?" Tanya Irwan menyelidik dengan mata yang memicing menatap ke arah Linda dan Bayu secara bergantian.
Lalu bagaimana ini bisa terjadi?" Tanya Irwn lagi yang yakin jika semua ini adalah rencana ke tiga orang di hadapannya itu.
"Salahkan saja adik mu yang bodoh, dia memberi minuman yang di campurkan obat di gelas tadi, namun malah dia sendiri yang meminumnya, alhasil,,, lihat lah... Dia terlihat tersiksa karena menginginkan sentuhan di tubuhnya, sudah lah lebih baika biarkan adik mu bersama Bayu ,alam ini, lagi pula ibu mu pasti akan sangat ribut melihat putri bungsu kesayangannya mabuk seperti itu." Linda malah melmpahkan semua kesalahan pada Riska, mumpung dia sedang tidak sadar, pikirnya, jika dia sadar, dia hanya akan berpura-pura tidak pernah mengatakan hal apapun pada Irwan.
"Apa ini maksudnya berarti Riska yang merencanakan semua ini?"Irwan terbelalak, bagaimana bisa Riska mempunyai hati sebusuk itu.
__ADS_1
"Tentu saja, siapa lagi, kalau aku sih, karena di sodori dagiing segar dan terus menyodorkan diri meski aku sudah menolaknya, tapi junior ku tidak dapat menolak itu, kau pasti tahu karena kau juga pria dewasa, bukan?" Ujar Bayu ikut membela diri dan cuci tangan atas semua yang terjadi
"Kau harus bertanggung jawab karena telah meni duri adik perempuan ku, aku minta kau jangan menyepelekan keluarga ku, tunjukkan jika kau benar-benar pria, ambil tanggung jawab mu!" Tunjuk Irwan kini begitu murka pada Bayu yang seolah membenarkan sikapnya yang memanfaatkan ketidak berdayaan adik perempuannya itu.
"Apa? Aku harus bertanggung jawab untuk apa? jelas-jelas di sini aku yang di ruda paksa oleh adik perempuan mu samapai aku tidak bisa beranjak dari kasurnya. Tolah Bayu.
"Tapi kau telah merusak masa depan adik ku, kau telah menodainya!" Tudujh Irwan dengan nada berapi-api.
"Masa depan mana yang aku rusak? Sementara dia saja sudah tidak perawan lagi, itu artinya ada pria lain yang pernah atau bahkan sering berhubungan dengan adik mu,"
"Bang- sat! Berani-beraninya kau malah menjelek-jelekan dan memfitnah adik ku yang baru saja kau tiduri. dasar biadab, pria tidak gentle man!" Teriak Bayu pada Bayu.
"Oke,,kamu boleh mengatakan apapun pada ku entah itu biadab atau apapun semau mu, namun aku tetap pada pendirian ku untuk menolak jika aku harus mengambil tanggung jawab atas perbuatan yang tidak hanya aku yang melakukannya, ingat,, aku ukan pengunjung pertama untuk adik perempuan mu itu." Tolak Bayu keukeuh bergeming untuk tidak mau mengambil tanggung jawab atas apa yang terjadi pada dirinya dengan Riska, terlebih saat Irwn menuduhnya telah mengambil kesucian Riska, jelas-jelas Riska sudah tidak suci lagi sat tadi mereka bergulat di atas ranjang, itu berarti ada pria lain yang terlebih dahulu berkunjung sebelum dirinya, sehingga bisa di katakan dirinya hanyalah pengunjung ke sekian, dan tentu saja dia menolak untuk bertanggung jawab seperti yang di tuntutkan Irwan padanya.
"Sudahlah, jangan terlalu ikut campur urusan mereka, lagi pula mereka sudah cukup dewasa untuk menyelesaikan masalah ini sendiri, kita pulang saja, biar dia mengurus Riska malam ini, sebagai hukuman karena sudah memakai adik mu, dari pada ibu sampai tahu, malah akan runyam urusannya." Ujar Linda mengajak Irwan untuk pergi dari sana.
__ADS_1
"Awas saja kalau sampai aku tahu kau menyakitinya atau bahkan tidak mengurusnya dengan baik malam ini, aku akan mencari mu meski harus berurusan dengan kakak sepupu mu yang nota bene adalah sahabat ku dari zaman sekolah." Ancam Irwan sambil menatap tajam ke arah Bayu yang jelas-jelas sudah meniduri adk perempuannya bahkan tepat di depan matanya sendiri, namun sialnya pria itu enggan bertanggung jawab.