ANOTHER LIFE ADELA

ANOTHER LIFE ADELA
Timbal balik


__ADS_3

Malam iniBayu benar-benar mentraktir beberapa karyawan dan karyawati di perusahaan Dito dengan dalih sebagai perayaan karena di terima kerjanya Riska di perusahaan itu, padahal semua pengorbanan besar itu Bayu lakukan hanya demi bisa mengajak Adela ke klub malam.


Semenjak pertemuan pertamanya di acara ulang tahun kakeknya, Bayu seakan langsung jatuh cinta pada pandangan pertama pada sosok Adela yang menurut pandangannya sangat istimewa itu.


"Sorry semuanya, kita telat!" Ujar Adela yang saat itu datang bersama Dito, sementara yang lain sudah berada di sana dari sekitar satu jam yang lalu.


Sontak saja kehadiran Adela yang kali itu mengenakan rok ketat berwarna hitam dengan blouse longgar dengan belahan dada agak rendah itu menjadi pusat perhatian para pria yang berada di sana, tak terkecuali Bayu yang matanya langsung terfokus ke arah dada Adela, membuat Dito yang menyadari hal itu refleks menegur adik sepupunya.


"Apa kau baru pernah liat cewek cantik Bay? Norak amat sih!" Cibir Dito yang sebenarnya merasa kesal dengan kelakuan adik sepupunya itu.


"Tuh kan, liat,, apa aku bilang!" Bisik Dito ke telinga Adela sambil menunjukkan wajah tidak senangnya.


Sebenarnya keterlambatan mereka saat ini juga bukan tanpa alasan, tadi sebelum berangkat mereka sempat berdebat sengit masalah pakaian yang di kenakan Adel, namun Adel keukeuh ingin mengenakan pakaian yang saat ini di pilihnya untuk datang ke acara itu, lagi pula menurutnya itu belum apa-apa jika di bandingkan pakaian yang biasanya dia pakai di zamannya.


"Apa sih, suka-suka aku dong mau pakai pakaian apa, lagian pandanganorang tentang pakaian ku ya tergantung pikiran di otak yang melihatnya, aku juga pakai pakaian seperti ini tau tempat, masa iya aku pakai pakaian seperti ini ke warteg!" sungut Adela yang tidak mau kalah dan tidak mau di salahkan oleh Dito.


"Hai semua,,, kita boleh gabung, kan?"


Kali ini Adela langsung memutar matanya dn menghembuskan nafas kesal, bagaimana bisa Irwan dan Linda ikut dalam acara itu.


"Bukankah setahu ku ini acara kantor ya?" Sinis Adela.


"Ini acara perayaan yang di buat Bayu khusus untuk ku, lalu apa masalahnya jika aku mengundang kakak dan juga kakak ipar ku?" Sewot Riska.


"Gak Ada masalah sama sekali, malah aku rasa ini lebih baik!" Adela tersenyum miring.

__ADS_1


"Ingat perjanjian kita Bay!" BIsik Riska memberi kode pada Bayu.


Beberapa jam sebelumnya saat Bayu mendatangi kantor Dito, Riska langsung menodongnyadengan pertanyaan-pertanyaan yang tidak bisa Bayu hindari saat dia mengantarkan Riska pulang.


"Apa kamu menyukai Adel, Bay ?" Tanya Riska.


Bayu hanya terdiam tanpa mau menjawab apa-apa atas pertanyaan Riska padanya.


"Aku akan membantu mu untuk mendapatkan Adel, jika kamu mau." Sambung Riska.


Bayu langsung menoleh dengan semangat, dia tiba-tiba langsung antusias saat Riska mengatakan akan membantunya untuk mendapatkan Adel, wanita yang membuat jantungnya selalu berdebar kencang saat hanya sekedar melihatnya saja.


"Apa maksud mu?" Bayu sok jual mahal.


"Sudahlah, tidak usah pura-pura, aku bisa tahu dari cara mu menatapnya, kamu terlihat sangat ingin memakannya." Riska tergelak.


"Aku tidak butuh uang, aku hanya perlu timbal balik." Kata Riska.


"Timbal balik?" Bayu mengangkat sebelah alisnya, dia merasa tidak mengerti dengan apa yang di inginkan Riska sebenarnya.


"Bantu aku untuk dekat dengan kakak sepupu mu." Kata Riska tanpa malu.


"Maksud mu kak Dito?"


"Apa kamu punya kakak sepupu lain selain dia? Tentu saja Kak Dito, aku mencintainya sejak zaman dia masih duduk di sekolah menengah dan sering main ke rumah bersama kakak ku, sampai saat ini aku masih menyimpan perasaan itu dan tidak bisa hilang, aku ingin mendapatkannya, ayo kita bekerja sama mendapatkan cinta kita masing-masing!" Ajak Riska menawarkan kerja sama dan merayu Bayu seperti halnya dia merayu Desi tempo hari.

__ADS_1


"Hahaha,,, kamu mencintai kak Dito selama itu dan hanya menjadi pecundang yang tetap menunggu nya?" Ejek Bayu menertawakan Riska.


"Aku tau banyak tentang Adel, dan aku juga bersedia membantu mu untuk mendapatkannya, apa kamu bersedia untuk bekerja sama dengan ku?" Tanya Riska lagi.


"Emhhh, oke!" Putus Bayu pada akhirnya, dia ternyata lumayan tergiur juga dengan tawaran Riska yang menjanjikannya untuk membantu mendapatkan Adel untuknya.


"Baik, nanti aku tidak akan melepaskan Kak Dito, dan kamu bisa membawa Adel. Aku juga akan mempersiapkan hadiah kejutan khusus untuk mu, nanti kakak ipar ku akan membantu ku untuk itu, kamu terima beres saja!" kata Riska bersemangat.


*Flashback off


Sesuai dengan apa yang di janjikan Riska sebelumnya, dia terus menempel pada Dito dan tidak melepaskannya, ada saja alasan Riska dari mulai pura-pura mabuk padahal hanya meminum setengah gelas minuman beralkohol sampai mengeluh pusing dan terus bersandar di bahu Dito,membuat pria itu terlihat sangat bete akibat ulah Riska, terlebih Linda dan Irwan seperti sengaja menitipkan dan mempercayakan Riska padanya, sementara mereka berdua asik minum dan berjoget berdua.


"Kalau kira-kira gak kuat minum alkohol, jangan main ke klub, minum susu cuci kaki terus bobok aja sana!" ejek Adela yang tau jika saat ini Riska sedang berpura-pura mabuk saja, dia juga bukan tidak menyadari jika dirinya sedang di umpankan pada Bayu oleh Riska.


"Pak Dito, bukankah anda pernah mengatakan jika anda sangat suka sama wanita yang kuat minum, bagaimana jika beradu minum dengan ku? Kalau aku kalah anda boleh menampar ku, tapi kalau anda kalah saya yang menampar anda, bagaimana, berani?" Tantang Adela pada Dito, sembari menunjukkan sebotol vodka yang isinya masih utuh.


"Hah?" Dito melongo, karena seingatnya dia tidak pernah mengatakan hal seperti itu pada Adela.


"Tidak, kalau hanya sekedar beradu minum minuman seperti itu aku masih sangat kuat, ayo beradu minum dengan ku!" Tantang Riska bersemangat kembali, dia yang tadinya berpura-pura mabuk dan pusing langsung segar kembali saat mendengar ada kesempatan untuk menampar Adela di depan umum, akan sangat menyenangkan jika dirinya bisa melakukan hal itu.


Adela langsung tersenyum samar, "Kena, kau!" gumamnya dalam hati, merasa umpan yang di berikan untuk Riska di telan bulat-bulat. "Dasar bod-oh!" cibir Adela pelan.


"Masing-masing hanya meminum tiga gelas penuh saja, siapa yang tidak mampu menghabiskan isi gelasnya maka mendapat tamparan, satu gelas, satu tamparan!" Adela memberi tahu aturannya.


"Hanya tiga gelas? Tiga boto pun aku berani demi untuk menampar mulut busuk mu!" Riska sesumbar.

__ADS_1


"Oke, kalian berkumpulah, kalian akan menjadi saksi di sini, ingat,,, ini hanya permainan, jangan di bawa serius ya!" Ujar Adela seraya menahan tawa di hatinya, bagaimana dia tidak tertawa, minuman ini adalah minuman yang kadar alkoholnya terbilang sangat tinggi, dia dapat menebak kemapuan minum Riris jauh di bawah dirinya yang toleransi tubuhnya terhadap alkohol sangat tinggi.


__ADS_2