ANOTHER LIFE ADELA

ANOTHER LIFE ADELA
Bukan lawan sepadan


__ADS_3

"Ini semua gara-gara Adel sialan! Awas saja kalau sampai dia merebut Dito dari ku, tak akan aku maafkan!" Teriak Riska yang kini berlari menuju kamarnya, lantas mengurung diri di sana meninggalkan Irwan, Linda dan Sari tanpa peduli.


"Kenapa jadi Adel? Apa yang mantan istri udik mu itu perbuat?" Tanya Sari, dia sudah banyak mendengar cerita tentang bagaimana mantan menantunya itu sering berulah dan tingkahnya semakin menjengkelkan menurut Riska dan Linda, sementara Irwan sedikit pun tidak pernah menyinggung masalah Adela setelah rumah yang seharusnya menjadi milik Adela karena telah dia berikan padanya, kini di ambil paksa oleh ibunya dan di tempati ibu juga adiknya itu, padahal dia sendiri punya rumah peninggalan almarhum ayahnya, namun demi mengusir Adela pergi dari sana, Sari dan Riska justru rela tinggal di rumah sempit di banding dengan rumah mereka.


Menurut logika Irwan saat ini, jika saja ibunya dan juga Linda da tidak bersikeras untuk merebut rumah itu, mungkin sampai saat ini Adela masih akan tetap berada di rumah iti dan kejadian seperti semalam tidak akan mungkin terjadi.


"Sudahlah, bukankah ini semua karena kalian yang membuat Adela menjadi seperti itu? Coba saja rumah ini tidak kalian rebut Adel pasti masih anteng berada di sini, dan tidak menimbulkan masalah pada kalian seperti sekarang ini." Ujar Irwan malah menyalahkan ibu dan istrinya, orang yang kini masih tersisa di sana, karena Riska sudah masuk ke dalam kamarnya dan mengunci diri.


"Apa maksud mu mas? Kamu menyalahkan kami karena kami mengusir wanita itu dari sini, apa itu berarti kamu marah karena kamu sudah tidak ada kesempatan lagi untuk berduaan dengan dia, karena kini dia tak tau tinggal di mana?" Sembur Linda tidak terima dengan ucapan Irwan yang malah menyalahkan dirinya an juga Sari.

__ADS_1


"Ah sudahlah, urus saja urusan kalian sendiri, lagi pula bukankah ini semua juga kalian yang duluan ngin mencelakakan Adel, senjata makan tuan ini namanya!" Ujar Irwan sambil berlalu pergi karena tidak ingin lebih jauh lagi berdebat dengan istrinya.


"Belain aja terus,,, belain dia!" Teriak Linda dengan emosi yang semakin memuncak, beruntung Sari yang sigap dengan pertengkaran putranya segera menenangkan Linda, karena tidak ingin jika anak dan menantunya itu bertengkar lebih jauh akan berimbas pada urusan perusahaan, dan ujung-ujungnya dirinya ikut menanggung akibatnya nanti.


Genap tiga hari lamanya sudah Riska mengurung diri di dalam kamarnya, sungguh saat ini dia merasa sangat malu untuk pergi ke kantor, karena orang kantor telah mengetahui perihal aibnya bersama Bayu malam itu, belum lagi perihal dirinya yang dengan pede nya berteriak-teriak meminta pertanggung jawaban pada Dito karena dirinya cukup percaya diri dan yakin jika yang tidur dengan nya malam itu adalah Dito, namun nyatanya semua orang kantor akhirnya tahu jika dirinya telah menuduh secara sembarangan pada Dito, dan saat itu Riska seperti sedang mempermalukan dirinya sendiri, dia menguliti aibnya yang sebenarnya Dito sudah menutupi dengan caranya, namun jika tangan Tuhan yang sudah bekerja, maka sekuat apapun menyembunyikannya, maka akan terbongkar juga.


Tanpa sepengetahuan Irwan dan Riska, justru Sari ber-ide untuk menemui Hendra Wijaya, ayah dari Bayu atau paman dari Dito, dia ingin meminta pertangung jawaban atas apa yang di lakukan Bayu pada putrinya, setidaknya kejadian malam itu tidak hanya akan sebagai aib saja, namun juga bisa menjadi ladang uang bagi dirinya dan juga Riska kelak.


"Ada keperluan apa anda b datang ke sini mencari saya, bu?" Tanya Hendra setelah Sari memperkenalkan diri sebagai ibu dari Riska teman dekat Bayu.

__ADS_1


Terlihat dari raut wajah Hendra jika dia sama sekali tidak tertarik dengan topik pembahasan yang akan Sari diskusikan dengannya, terlihat dari gestur Hendra yang bolak-balik melihat jam yang melingkar di tangannya, seolah ingin mengatakan secara tidak langsung kepada lawan bicaranya jika dia tidak punya banyak waktu untuk hal-hal yang tidak penting.


"Bayu, anak bapak meniduri anak saya, putri saya di beri obat dalam minumannya oleh anak anda, jadi saya ingin anak anda dan juga anda selaku orang tuanya bertanggung jawab atas apa yang terjadi." Beber Sari, berharap Hendra terkejut mendengar aduan tentang kelakuan anaknya.


"Bu, anak saya tidak perlu meniduri wanita secara paksa, karena banyak wanita yang mengantri bahkan minta untuk d tiduri, jadi,,, jika anak saya dan anak ibu tidur bersama, kemungkinannya mereka suka sama suka, toh mereka sudah dewasa sudah bisa memilh dan menentukan mana yang salah dan mana yang salah, saya sebagai orang tua hanya bisa mendukung keputusan putra saya, jika dia ingin serius dan menikahi putri anda, maka segera akan saya nikahkan, tapi jika tidak? Saya yakin anak saya punya penilaian dan alasan tersendiri mengapa dia tidak mau melakukannya, sebaiknya beri mereka ruang untuk menyelesaikan masalah mereka sendiri, maaf saya banyak urusan dan pekerjaan yang harus saya selesaikan hari ini, jika anda tidak berkenan dengan jawaban saya ini, saya sarankan anda laporkan saja anak saya ke pihak yang berwajib atas tuduhan pemer-kosaan." Pungkas Hendra dengan santainya.


Tentu saja dia sangat santai, dia sudah beberapa kali bertemu dengan orang tua macam Sari yang menghalalkan segala cara demi menjadi bagian keluarga Wijaya dan dia juga yakin jika Sari tidak akan pernah berani melaporkan Bayu pada pihat kepolisian, karena pihak Sari pasti tidak punya bukti yang kuat, dan meskipun mereka punya bukti dan nekat melaporkan putranya, tentu saja Hendra tidak akan tinggal diam begitu saja.


Jujur, Sari sangat syok mendengar pernyataan Hendra yang seolah menganggap sepele masalah yang dirinya adukan ini, seolah putrinya tidak lah berharga di mata Hendra, namun jika dia melaporkan Bayu pada pihak kepolisian juga, benar tebakan Hendra jika dia tidak punya bukti yang kuat, terlebih kedua anaknya pasti akan menentangnya habis-habisan, lagi pula yang dia lawan adalah keluarga kaya raya yang cukup di kenal di tanah air yang kekuatannya pasti bukan tandingannya, jadi akan sia-sia melaporkan Bayu hanya untuk meminta pertanggung jawaban, yang ada dia malah tidak akan mendapat apa-apa nantinya.

__ADS_1


__ADS_2