
Adela menempelkan jari telunjuk di depan bibirnya seraya mengisyaratkan pada Wawan untuk tidak memberi tahukan keberadaan dirinya di sana.
"Apa anda melihatnya? Saya akan memberikan hadiah uang untuk anda jika anda menemukan waita itu, dia mencuri uang dan dompet ku!" bohong Irwan yang membuat Wawan galau antara harus mengatakan dimana keberadan Adela, atau menyembunyikannya.
"Emhh,,,, saya tidak melihatnya Tuan, sejak tadi tidak ada yang lewat ataupun yang masuk ke sini." Jawab Wawan.
Entah mengapa melihat wajah Adela yang memelas dan memohon padanya dia seperti tergerak hatinya untuk membantu gadis yang bahkan tidak di kenalnya itu, padahal jelas-jelas Irwan mengatakan jika wanita yang baru di selamatkannya itu adalah pencuri, belum lagi tawaran uang yang di sebutkan Irwan, bukankah seharusnya dia tergoda dengan tawarannya, namun alih-alih memberi tahu keberadaan Adela, pria itu malah memilih untuk menyembunyikan Adela dari Irwan.
"Jangan lupa mengabari ku jika kamu melihat wanita dengan ciri-ciri yang aku sebutkan tadi. Ada imbalan yang banyak menanti." Irwan mengeluarkan selembarbkartu nama dari balik saku jaketnya dan menyelipkan selembar uang lima puluh ribuan.
Uang pecahan lima puluh ribu saat itu sudah terbilang besar, sehinga Wawan sampai senyam senyum sendiri menerimanya.
"Lumayan, rezeki!" soraknya dalam hati.
Setelah memastikan Irwan pergi jauh dari tempat itu, Adela keluar dari persembunyiannya.
"Terimakasih sudah menyelamatkan saya, saya tidak akan melupakan jasa mang---eh mas Wawan, saya akan membayarnya nanti."
__ADS_1
"Apa nona benar-benar mencuri dompet pria tadi itu?" Tanya Wawan penasaran.
"Iya, tapi kalau mencuri dompet suami yang berselingkuh sepertinya gak dosa-dosa banget lah." Cengir Adela.
"Oh, yang tadi itu suaminya?" Wawan manggut-manggut.
"Mantan, sebentar lagi dia akan sah sebagai mantan suami."
Adela segera keluar dari tempat itu, dia tidak mungkin berlama-lama berada di sana, selain tidak aman untuk dirinya, keberadaanya juga mungkin akan membahayakan Wawan karena di anggap bersekongkol dengannya.
Linda yakin jika Irwan tidak punya persembunyian lain, selain di sana, karena aset-aset milik Irwan dan keluarganya sudah banyak yang terjual untuk menyelamatkan perusahaannya yang sempat kekurangan modal beberapa waktu yang lalu.
"Yang mana tempat persembunyiannya?" Tanya Dito tidak sabar.
Linda tidak buru-buru keluar dari mobil dan menghampiri bangunan yang di tujunya, membuat Dito merasa kalau hal ini hanya buang-buang waktu saja.
"Tunggu! Lihat itu mobil Irwan, kita jangan gegabah, kita harus menunggu momen yang tepat, tidak salah lagi mereka ada di sini." Linda menghentikan Dito yang hendak keluar dari mobil menuju tempat yang di tunjuk oleh Linda.
__ADS_1
"Lantas tunggu apa lagi? Ayo kita hampiri mereka!" Ujar Dito.
"Dan itu--- itu mobil Riska!" tunjuk Linda pada sebuah mobil yang baru saja datang ke sana.
Mata Dito membola, bukankah Riska mengatakan jika mobilnya di gondol pencuri saat mereka di villa, lantas bagaimana ini bisa terjadi? Dia baru sadar jika dirinya telah di kerjai Riska.
Rasa kaget Dito tidak berakhir sampai di sana, karena saat pintu mobil Riska terbuka, selain Riska yang turun dari sana, dia juga turun bersama dua pria tinggi besar dari pintu penumpang.
Bukan kedua pria itu yang membuat baik Dito maupun Linda tercengang, namun seorang wanita tak sadarkan diri yang mereka gotong dan di bawa masuk oleh mereka ke dalam bangunan Ruko itu.
"Adel!" cicit Dito dan Linda secara bersamaan, mereka juga bahkan saling berpandangan tidak percaya dengan apa yang mereka lihat saat ini di depan matanya.
"Aku harus segera menyelamatkan Adel!" Ujar Dito membuka pintu mobil, dia tidak bisa membayangkan apa yang akan di lakukan Irwan, Riska dan juga pria-pria itu pada kekasihnya, tentu saja dia tidak bisa tinggal diam begitu saja.
"Tunggu, anak buah ayah ku sedang dalam perjalanan, kita akan membutuhkan mereka untuk membantu kita untuk menangani centeng-centeng mereka!" Cegah Linda.
"Persetan, aku tidak takut dan aku tidak bisa berdiam diri hanya menonton kekasih ku di perlakukan seperti itu di depan mata ku!" Dito turun dan keluar dari mobil untuk menyelamatkan Adela, dan dia sudah peduli lagi dengan keselamatan dirinya sendiri.
__ADS_1