ANOTHER LIFE ADELA

ANOTHER LIFE ADELA
Partner in crime


__ADS_3

"Tidak, aku tidak terima dengan ini semua, Dito,,, aku tidak akan membiarkan kau merebut Adela dari tangan ku, ingat itu!" ancam Irwan yang hanya di tanggapi dengan senyuman oleh Dito yang kini sebelah tangannya merangkul bahu Adela, seolah ingin memamerkan pada Irwan jika dia bisa mendapatkan Adela.


**


"Apa kita benar-benar jadian, Del?" Tanya Dito masih merasa tidak percaya.


"Apa anda pikir ini main-main?" Adela malah bertanya balik seraya tersenyum menggoda.


Sementara di tempat lain, Riska kini sedang mendatangi kantor kakaknya, entah angin apa yang tiba-tiba membawa Riska menemui sang kakak.


"Dari mana aja sih kak, aku nungguin di sini dari tadi sampe lumutan kok lama banget perginya?" Protes Riska saat Irwan baru saja masuk ke dalam ruangan kerjanya.


Hati Irwan yang sedang kacau itu bertambah kesal saat di sambut dengan ocehan adik perempuannya.


"Apa sih, ganggu aja! Terserah aku dong, mau kemana kek, bukan urusan mu. Lagian ngapain kamu ke sini, bukannya uang bulanan sudah aku kirimkan dua hari lalu? Jangan bilang uang mu habis buat belanja dan bersenang-senang, kamu itu gak pernah tau rasanya nyariduit, tapi pintar sekali membuang-buang uang!" Omel Irwan yang melampiaskan kemarahannya karena ulah Adela dan Dito pada adik perempuannya yang belum tentu juga datangmenemuinya untuk meminta uang padanya.

__ADS_1


"Kakak lagi kenapa sih? Dateng-dateng kok ngomel-ngomel gak jelas, orang aku datang ke sini mau cerita masalah ibu, malah aku di omel-omelin!"kesal Riska.


"Apa lagi dengan ibu? Gila ya,, semua orang kenapa hari ini bikin emosi aja, gak Adel, gak Dito, sekarang kamu!" bentak Irwan masih dengan mode marahnya.


"Kak Dito? Kakak baru ketemu kak Dito dan Adel? Kakak berantem?" Riska langsung antusias seperti biasanya jika mendengar nama Dito di sebut, bahkan dia sampai lupa tujuannya datang ke kantor Irwan adalah untuk mengaukan ibunya yang terus mendesaknya agar mau menikah dengan Bayu.


"Iya, dan mereka jadian sekarang, Beren-gsek!" Irwan melempar asbak yang berada di hadapannya hingga pecah berantakan karena membentur dinding dengan kerasnya.


Riska terlonjak kaget, selain mendengar kabar jika Adela dan Dito yang ternyata sudah jadian, dia juga baru pernah melihat kakak lelakinya sampai begitu marahnya, membuat dia yakin jika Irwan masih sangat mencintai Adela dan sama hal nya sepeti dirinya yang merasa tidak rela jika Adela menjadi milik Dito.


Namun ternyata, dugaannya seribu persen salah dan meleset, justru mereka kini resmi berpacaran, sungguh Riska ingin tidak percaya dengan apa yang dia dengar, namun mengingat yang mengatakan semua itu adalah Irwan, dia percaya sepenuhnya, lagi pula untuk apa Irwan berbohong dengan mengatakan hal itu.


"Maksud kakak, Adela dan kak Dito kini menjadi sepasang kekasih? Ta-tapi dari mana kakak bisa tahu semua itu?" Adela berusaha meyakinkan kembali kalau dirinya tidak salah dengar atau salah mengartikan ucapan Irwan.


"Ya, mereka resmi berpacaran bahkan di hadapan ku, sial,,, aku tidak terima semua ini, dia masih milik ku, dia masih istri ku aku tidak mau dia menjadi milik siapapun bahkan Dito sekali pun, dia harus tetap menjadi milik ku! Bahkan dia berniat untuk menuntut mensyah kan perceraian kami demi untuk bisa bersama Dito." Kali ini berkas-berkas di atas meja kerja Irwan yang menjadi korban kemarahan Irwan, kertas-kertas itu seketika beterbangan setelah Irwan menyapu semua barang yang ada di atas meja kerjanya tanpa kecuali.

__ADS_1


Riska tersenyum licik, melihat kemarahan kakaknya yang membabi buta membuat dia merasa masih ada harapan untuk memisahkan Dito dari Adela dan memperjuangkan pria itu kembali agar menjadi miliknya.


"Kak, ada satu hal yang bisa membuat Adela tetap menjadi milik kakak, yaitu jangan pernah mau untuk menceraikan dia, sampai kapan pun dengan begitu, status dia di catatan sipil masih sebagai istri kakak, jadi sampai kapan pun mereka tidak akan pernah bisa bersama." Kata Riska mengompor-ngompori kakaknya.


"Tapi dia akan menggugat cerai dari ku, dan kemungkinan Dito akan membantunya mencarikan pengacara hebat demi memenangkan gugatan itu, kau tau kan koneksi keluarga Wijaya seperti apa, yang jelas bukan lawan kita." Keluh Irwan yang kini mulai tenang karena merasa adiknya mengerti perasaannya dan berada di pihaknya, tanpa dia sadari jika apa yang di lakukan Riska saat ini bukan karena dia peduli pada kakaknya, melainkan dia juga sedang memperjuangkan tujuannya sendiri menggunakan tangan kakaknya.


"Kita tidak harus melawan keluarga Wijaya, dalam hal ini kita cukup tangani Adela saja, itu akan lebih mudah kita atasi." Mata Riska seperti menyiratkan aura-aura kelicikan yang kini sedang dia rencanakan.


"Bagaimana caranya?" Tanya Irwan yang sepertinya tertarik dengan ide adik perempuannya itu.


"Gampang, urusan Adel, biar aku yang menangani, kakak tinggal urus bagaimana caranya bisa mengkondisikan agar Kak Dito bisa menjadi milik ku, dengan Adela kembali pada kakak, dan kak Dito menjadi milik ku, bukankah merekas udah tidak ada kemungkinan lagi untuk bersama? Ayo kita bekerja sama." Ujar Riska.


"Tapi kau harus berjanji jangan sakiti Adel, aku tidak akanmemaafkan mu jika sampai kau melukainya sedikit pun!" Ancam Irwan.


"Tenang saja kak, pokoknya beres, serahkan pada ku, Adela aku tangani, rahasia juga aman tidak akan bocor ke mbak Linda, urusan kakak hanya mengkondisikan kak Dito, itu saja, cukup." Riska mengedipkan sebelah matanya.

__ADS_1


Berbagai rencana danskema jahat berputar di kepala Riska, dia sungguh tidak sabar untuk melakukan semua rencana hebatnya itu, di bantu kakak lelakinya yang kini menjadi partner in crime bagi dirinya.


__ADS_2