
Adela tahu bukan namanya yang tadi di sebut Irwan, melainkan nama si pemilik tubuh, hanya saja dengan di ucapkannya kata-kata talak itu, hatinya seperti ikut merasa sakit, seolah saat ini dia benar-benar nerperan menjadi Adel si pemilik tubuh yang di campakan begitu saja oleh suaminya hanya karena wanita lain dan juga demi perusahaan.
Tenyata dirinya tidak lebih penting di bandingkan dengan perusahaan.
"Baik terimakasih, sesuai janji ku, aku akan pergi dari tempat ini setelah kamu menceraikan ku. Aku lega akhirnya bisa terlepas dari belenggu tumah tangga yang serba munafik ini, selamat tinggal, sampai jumpa di pengadilan!" Ujar Adela berusaha untuk tetap tenang dan tegas di tengah hantaman badai yang kini tengah bergemuruh hrbat di dalam dadanya.
Adela tidak menyangka jika di campakan seorang pria rasanya akan se-menyakitkan ini, meskipun yang di campakan sebenarnya si pemilik tubuh dan bukan dirinya, namun tetap saja, bagi dirinya yang biasa menjadi rebutan dan menjadi idola para pria di masanya, membuat hal ini merasa batin dan juga harga dirinya sangat terluka.
"Cih yang benar saja,,, aku Adela Fransiska di campakan seorang pria? Aaaaaarrrggghhhh!" geramnya sangat kesal, sambil menenggak segelas vodka di tangannya.
Ya, saat ini Adela tengah berada di klub malam di hotel yang sama, sesuai niat awalnya yang pergi ke sana memang ingin bersenang-senang, sebelum akhirnya insiden bertemu suami dan keluarganya, lantas berakhir dengan perceraian, atau lebih tepatnya berakhir dengan pencampakan dirinya oleh Irwan, alih-alih datang ke klub untuk bersenang-senang, saat ini justru Adela lebih terlihat seperti wanita frustrasi yang baru saja di tinggalkan kekasihnya.
"Sial, Irwan sialan! Berani-beraninya mencampakan wanita secantik aku, aku pastikan kau akan menyesal!" Gerutunya lagi yangbpenuh dengan kata sumpah serapah untuk Irwan.
Ada harga diri dan perasaan yang terkoyak akibat perlakuan Irwan yang dengan teganya menceraikan dirinya di depan umum, dan mirisnya lagi itu terjadi karena desakan Linda si istri sirinya, mungkin saat ini Linda sedang tertawa puas dan merasa besar kepala karena merasa telah berhasil menyingkirkan Adela dari hidup Irwan, di tambah lagi itu membuatnya bisa membuktikan pada semua orang kalau dirinya lebih unggul di banding Adela, sehingga Irwan memilih untuk bersamanya di banding mempertahankan Adela meskipun istrinya itu kini telah berubah menjadi sangat cantik.
__ADS_1
"Kalian boleh tertawa sekarang, tapi tunggu,,, seorang Adela tidak akan tinggal diam di perlakukan seperti ini!" ceracaunya lagi dalam kondisinya yang setengah mabuk
"Anda baik-baik saja nona? Apa anda perlu temanuntuk minum?" Seorang pria setengah baya yang juga dalam keadaan teler menghampiri Adela, seraya menawarkan sebotol minuman.
"Eh tua bangka, apa kau tak tau benda yang di sebut dengan cermin? Lihat wajah keriput mu itu, Berani-beraninya menggoda ku yang lebih pantas menjadi anak mu, pergi sana,,, istri dan anak mu menunggu di rumah." Hardik Adela yang memang selalu frontal dalam berbicara itu memaki pria tua yang mencoba menggodanya.
"Sial, mulut mu lancang sekali, apa kau tak tau siapa aku, huh? Aku pengusaha ternama di kota ini, tak ada satu pun wanita yang berani menggertek ku seperti mu!" Kesal pria tua itu.
"Peduli setan kau siapa, bagi ku kau hanya tua bangka hidung belang yang tidak tau diri!" Alih-alih takut, Adela justru malah turun dari kursi tempatnya duduk dan berdiri menghadap ke arah pria tua itu seakan menantang pria yang mengaku sebagai pengusaha ternama itu.
Rupanya ucapan pria setengah baya itu tentang dirinya yang berpengaruh di sana kini terbukti sudah, seiring dengan beberapa pria tinggi besar kini mendekat ke arah Adela seperti bersiap untuk memakan gadis cantik itu.
"Tangkap dan bawa wanita itu ke kamar hotel ku untuk ku jadikan santapan ku." Titah pria itu pada tiga orang pria tinggi besar yang rupanya mereka adalah para anak buah si pria tua itu.
Otak Adela yang kewarasannya tinggal setengah akibat minuman keras itu pun di paksa harus berpikir secara cepat setelah dia menyadari kalau dirinya berada dalam situasi yang bahaya dan di masa ini dirinya tidak punya backingan untuk berlindung, tidak ada nama besar orang tuanya, tidak ada Adela si ratu klub yang tak tersentuh, kini dirinya hanya seorang Adelia Yunita yang bukan siapa-siapa.
__ADS_1
Ujung mata Adela menangkap sosok pria tampan di seberang meja yang tadi sempat dia lihat di pesta ulang tahun adik iparnya, bibirnya melengkung membentuk senyuman, sebuah ide gila langsung muncul seketika.
"Coba saja jika kau berani mendekat, kau akan berurusan dengan pacar ku, dia bukan orang sembarangan, kalian pasti akan berada dalam masalah besar jika berani menyentuh ku." Ujar Adela percaya diri.
"Omong kosong, cepat bawa dia!" Ujar pria tua itu memerintah pada ke tiga anak buahnya.
Saat salah satu anak buah pria tua itu hendak menangkap tangan Adela, dengan menggunakansisa-sisa tenaganya dia menghindar dan berlari beberapa langkah ke arah seberang mejanya untuk mendekat pada pria tampan yang akan dia jadikan tamengnya itu.
"Dito, sayang,,,tolong aku, mereka akan menangkap ku, pria tua itu menggoda ku dan dia memerintahkan anak buahnya untuk menangkap ku, aku takut!" Adela bersembunyi di balik punggung Dito yang terlihat kaget dan bercampur bingung karena tiba-tiba ada wanita cantik memanggil namanya dan bahkan dengan embel-embel sayang, yang bahkan dirinya sama sekali tidak mengenalnya dan di pastikan baru sekali ini bertemu dengan nya.
Dito tidak banyak mengenal wanita di kota ini karena dia lama tinggal di ibu kota dan hamp[ir tidak pernah pulang, jika pun ada beberpa orang yang dia kenal itu merupakan teman-teman masa sekolahnya, namun dalam hal ini Dito yakin jika wanita yang kini bersembunyi di balik punggungnya itu bukan teman sekolahnya,terlihat dari wajahnya mereka pasti terpaut usia yang lumayan cukup jauh dengan dirinya, dan bisa di pastikan juga jika Dito tadi tidak sempat melihat Adela dan pertunjukan talak di acara ulang tahun adik temannya tadi, sehingga dia tidak tahu jika wanita yang kini mencari suaka padanya itu merupakan istri atau lebih tepatnya mantan istri dari Irwan yangmerupakan teman akrab masa sekolahnya dulu.
Lain halnya dengan Adela yang tadi sempat Dito yang sedang berada di perta ulang tahun Riska dan dia melihat bagaimana Sari terus mengambil hati pria yang Adela dengar di panggil dengan nama Dito dan merupakan pengusaha besar dari ibu kota itu, sehingga Adela yakin jika pria itu mempunyai kekuatan untuk di jadikan tempat berlindungnya saat ini.
"Tolong selamatkan aku," bisik Adela dari balik punggung Dito memohon pada pria yang masih terdiam dalam kebingungan itu.
__ADS_1