
Bayu yang sedang asik bergumul di atas ranjang dengan Riska sama-sama tersentak ketika tiba-tiba Dito dan Irwan ada di kamar mereka, Begitu pundengan kedua pria yang langsung memalingkan wajahnya menghindari pemandangan yang tidak senonoh itu.
"Riska, apa yang sedang kamu lakukan?" Teriak Irwan saat menyadari kalau ternyata yang berada di kamar itu bukan Adela seperti yang Linda katakan namun Riska sang adik perempuannya.
Bayu yang kebingungan harus menjawab seperti apa akhirnya hanya bisa menutupi tubuh dirinya dan Riska dengan selimut yang letaknya sudah berpindah ke lantai akibat kerusuhan yang dia dan Riska perbuat.
"Ah, nanti dulu, tubuh ku panas, kakak keluar dulu, aku belum selesai menuntaskan semuanya dengan kak Dito, kenapa kalian mengganggu ku?" Racau Riska sambil menyingkirkan selimut yang di gunakan Bayu untuk menutupi tubuh Riska, di mata Riska, pria yang kini sedang bersamanya di atas ranjang itu adalah Dito, mungkin karena pengaruh alkohol dan juga minuman bercampur obat yang tidak sengaja ternyata dia minum juga.
Mendengar kegaduhan dari dalam kamar, Linda justru hanya mesam-mesem membayangkan bagaimana kini Adela sedang di permalukan di hadapan Dito dan Irwan.
"Ada apa, kok rame sekali di dalam?" Tanya seseorang pada Linda.
Saat Linda menoleh ke arah si penanya, betapa Linda sangat terkejut karena yang kini tengah bertanya padanya tak lain dan tidak bukan adalah Adela.
"K-kau! Bagaimana bisa kau ada di sini, bukankah seharusnya kau berada di dalam? Lantas siapa yang berada di dalam bersama Bayu?" Sontak saja Linda langsung bergegas ,asuk ke dalam kamar di susul oleh Adela yang kini gantian tersenyum culas.
**
Beberapa saat yang lalu.
__ADS_1
Saat Adela merasa ada yang aneh dengan orange jus yang baru di teguknya sedikit, dia langsung menaruh kembali minuman itu di meja, dan saat Riska lengah dia menukarkan minuman miliknya dengan minuman Riska, entah mengapa hatinya sangat yakin jika semua ini adalah ulah Riska, jadi dia pikir biar saja Riska meminum racun yang di buatnya sendiri.
"Sial, berapa banyak obat yang di tambahkan, aku baru minum seteguk saja sudah terasa pusing," gumam Adela dalam hati, sehingga dia segera berpamitan ke toilet untuk membasuh wajahnya agar kembali segar dan saat itu juga Bayu menawarkan diri untuk mengantarnya, dia juga semakin curiga ketika tiba-tiba Bayu menawarkan kebaikan dengaan menyuruhnya untuk istirahat di kamar yang tiba-tiba sudah di pesnnya, seperti sudah di rencanakan dengan matang.
Saat Bayu pergi karena dia suruh untuk mengabari Dito, ternyata tanpa di sangka Riska juga datang ke toilet, rupanya dia meminum jus yang tadi Adela sengaja tukar, gelagat Riska sudah seperti cacing kepanasan, belum lagi dia juga sudah sangat mabuk, dari sanalah ide busuk Adela muncul.
"Ah, Riska, sepertinya kau sangat mabuk, apa kau perlu bantuan?" Tanya Adela yang melihat Riska berjalan sempoyongan sambil tangannya meraba-raba memegangi dinding toilet.
"Panas, tubuh ku panas sekali, tolong,,," racau Riska, rupanya dia juga sudah tidak bisa melihat dengan jelas siapa lawan bicara nya saat ini, karena jika saja dia tahu jika saat ini dia sedang berhadapan dengan Adela, dia tidak akan mungkin sudi meminta tolong.
"Sial, Linda sialan, apa dia salah memasukan obat itu di minuman ku, kenapa aku jadi yang merasa ingin seperti ini, bukankah harusnya Adel si wanita jal-lang itu yang meminumnya! Ah,,, panasss!" Racau Riska sambil berusaha membuka blouse yang di kenakannya.
"Ah nona, sepertinya anda sangat mabuk, lebih baik anda beristirahat di kamar ku, ayo aku antar."Ujar Adela yang tubuhnya lumayan sudah agak segar setelah membasuh wajahnya dan meminum obat pereda mabuk yang dia persiapkan sebelumnya dan di simpan di dalam tasnya, entah mengapa perasaannya tidak enak dari sebelum dia berangkat ke klub sehingga dia sampai mempersiapkan obat pereda mabuk segala rupa sebelum dia pergi ke tempat itu.
"Nona, istirahat di sini terlebih dahulu, apa perlu aku panggilkan teman anda ke sini untuk menemani?" Tanya Adela yang sangat yakin jika Riska saat ini tidak mengenalinya karena efek alkohol dan obat.
"Dito, panggilkan kak Dito ke sini untuk menemani ku, aku butuh dia, dia ada di sebelah bar bersama kakak-kakak ku, tolong panggilkan dia ke sini, panggilkan Dito Wijaya, aku menginginkannya saat ini juga!" Riska terus berteriak seperti kesetanan, untunglah mereka kini sudah berada di dalam kamar hotel di lantai bawah yang tadi kuncinya Bayu berikan pada Adela.
Setelahnya Adela hanya perlu mematikan lampu kamar dan meninggalkan Riska di dalam sana, sambil menonton akan ada drama apa lgi setelahnya.
__ADS_1
Benar saja beberapa menit kemudian, Bayu masuk ke dalam kamar itu, Adela tidak membayangkan jika tadi dirinya yang berada di sana, mungkin dia akan menjadi santapan Bayu yang selalu lapar dengan tubuh moleh wanita.
Bayu bersiri beberapa saat di depan pintu kamar, dia mengirim pesan pada Linda jika dia sudah akan masuk ke kamar, lantas dia masuk ke dalam, tidak lupa dia mengikuti interuksi Linda untuk tidak mengunci pintu kamar, sehingga dia langsung masuk dengan semangat yang berkobar-kobar.
Terlebih dia juga mendengar suara er- rangan dan suara des- sahan yang sangat menggoda imannnya yang hanya setipis tisyu itu, suasana kamar yang gelap juga membuatnya lebih bersemangat untuk langsung menuju ranjang dimana terus terdengar suara wanita yang begitu menggoda.
Tanpa basa-basi dia lantas melucuti pakaian nya sendiri, karena dia sudah merasakan gai-rahnya sampai ke ubun-ubun, lantas dia naik ke atas ranjang karena yakin lawannya juga sudah sangat menginginkan dirinya, terlebih dia tahu jika lawannya dalam pengaruh obat saat ini.
"Apa kau sudah sangat menginginkan ku sayang?" Ujar Bayu sambil mendekap tubuh wanita yang rupanya juga sama seperti dirinya sudah tanpa busana.
"Kak Dito? Kenapa lama sekali? Cepatlah kemari aku sudah menunggu mu sejak tadi," kata Riska saat merasa ada seseorang yang mendekap dirinya, tentu saja di pikiranya orang itu adalah Dito.
Bayu mengernyit, 'sepertinya ini bukan suara Adel?' pikirnya, namun baru saja dia akan memastikan wanita yang berada di ranjang bersamanya kini, Riska sudah langsung menyerang balik dirinya, menciuminya dan terus meraba-raba tubuhnya, benar saja, saat tubuh Bayu tepat berada di atas lawan mainnya, di sana dia baru benar-benar bisa memastikan jika lawan 'gulat' nya saat ini bukanlah Adela seperti yang di pikirkan dan di rencanakannya, melainkan Riska, namun semua sudah terlanjur, apalagi dirinya pun harus menuntaskan has-ratnya sendiri yang kini sedang di puncak, yang penting selesaikan permainan, untuk urusan nanti biar di pikir nanti, menurutnya.
Lagi pula kucing mana yang menolak jika di sodori ikan, mana ikannya tepat di depan mulut, jelas di makan, lah.
Namun ternyata kejadiannya tidak selesai sampai di sana, karena di tengah permainan justru masalah tiba-tiba datang, yaitu Irwan dan Dito yang tiba-tiba bera di kamarnya menoton dirinya yang sedang bergulat dengan Riska.
**
__ADS_1