ANOTHER LIFE ADELA

ANOTHER LIFE ADELA
Tarik ulur


__ADS_3

Hari sudah hampir malam, namun Irwan masih betah berada di rumah istri pertamanya, meski pun sepanjang hari Adela bersikap cuek dan bisa di bilang mengabaikan keberadaannya, namun Irwan masih tetap bertahan berada di sana, dia juga lupa akan niat awalnya datang ke rumah itu adalah untuk membicarakan perihal perceraian dengan istrinpertamanya itu, namun boro-boro ingat kalau dia berniat akan menceraikan istrinya, saat ini justru Irwan semakin penasaran dengan sosok Adel yang baru, selain visualnya yang terlihat lebih segar dan menggairahkan, bahkan bisa di katakan lebih cantik di banding Linda, perubahan sikap dan sifat Adel pun membuat Irwan semakin penasaran.


Perlakuan dingin Adela terhadapnya tidak menyurutkan semangat dan tertantang untuk menaklukan kembali hati istrinya itu agar kembali bertekuk lutut kepadanya, dan ini akan menjadi sebuah tantangan baru baginya.


Ponsel Irwan beberapa kali berdering, namun beberapa kali pula dia mengabaikan dan terakhir mematikannya, sepertinya dia benar-benar tidak ingin di ganggu saat dirinya bersama Adel saat ini.


"Apa istri mu mencari mu?" Tanya Adela yang yakin jika yang menghubungi Irwan saat ini adalah Linda, istri sirinya itu, diam-diam Adela merasa senang dan tertawa di dalam hatinya karena dirinya berhasil membuat Irwan mengabaikan istri sirinya, dan selanjutnya Adela pastikan kalau dia akan membuat Irwan bukan hanya mengabaikan istri sirinya itu, tapi juga mendepaknya dari kehidupan Irwan, menggantikan dirinya yang sebelumnya akan di depak suaminya karena Linda.


"Kamu juga istri ku, bukankah aku sudah bilang kalau aku akan berlaku adil? Linda sudah bersama ku selama beberapa hari belakangan ini, sekarang aku akan menghabiskan hari dengan mu." Ujar Irwan tidak tahu malu.


"Beberapa hari? Seingat ku kamu menjalin kembali hubungan dengannya sejak beberapa bulan yang lalu, bukankah selama ini alasan kamu ke luar kota itu hanya untuk menutupi kencan kalian?" Kata Adela yang mengingat cuplikan-cuplikan ingatan saat Irwan mengatakan kapan dia mulai mrnjalin hubungan kembali dengan mantan kekasihnya itu pada si pemilik tubuh sebelumnya.


"Adel, aku minta maaf, ijinkan aku memperbaiki semuanya. Aku menyesal." Ucap Irwan setengah memelas.


"Apa yang harus di perbaiki dari pernikahan kita mas? Bukankah kamu tidak bisa mencintai ku, dan kamu juga ingin menceraikan ku?" Adela mengulang kembali kata-kata yang pernah Irwan ucapkan di hari pernikahan nya dengan Linda padanya, dan kata-kata itulah yang membuat si pemilik tubuh akhirnya drop dan tidak kuat menanghung kepahitan dan menghadapi kenyataan, sehingga memilih jalan pintas untuk mengakhiri hidupnya.

__ADS_1


"Selama ini aku mencintai mu, dan memberikan seluruh hidup ku untuk mu mas, namun balasan apa yang kamu berikan pada ku? Diam-diam kamu menikam ku dari belakang." Sambung Adelia menumpahkan api amarah yang membumbung tinggi di dadanya, Adela bukan orang yang bisa menahan kemarahannya seperti Adel, karna Adela adalah orang yang blak-blakan dan akan mengatakan apapun yang dia rasakan dan pikirkan, tak peduli lawan bicaranya akan tidak suka bahkan sakit hati sekali pun, baginya harga dirinya di atas segalanya, siapa pun tidak boleh ada yang menginjaknya.


"Adel, sayang. Beri kesempatan aku untuk berubah, aku mohon." Pinta Irwan yang untuk pertama kalinya selama pernikahan memanggil istrinya denga sebutan sayang.


"Aku tidak yakin bisa memaafkan mu mas. Jadi jangan buang-buang waktu mu berubah untuk ku." Adel jual mahal.


"Aku tidak peduli, aku akan tetap memperbaiki semuanya, aku yakin jika aku bisa mendapatkan maaf mu, cukup beri aku waktu dan kesempatan untuk membuktikannya pada mu." Ujar Irwan penuh percaya diri.


Adela yang memang sengaja bermain tarik ulur untuk menjerat Irwan itu akhirnya hanya bisa mengangkat kedua bahunya, antara pasrah atau bahkan mungkin tidak peduli dengan apa yang di ucapkan Irwan padanya.


"Ibu dan adik mu pasti akan menentang mu mas, mereka lebih setuju jika kamu bersama Linda yang menurut mereka lebih sepadan, bukan bersama ku yang hanya berasal dari panti asuhan dan bukan dari keluarga berada juga terpelajar seperti istri siri mu." Kata Adela merendah.


Padahal jika saja Irwan dan keluarganya tahu siapa yang kini menempati tubuh Adel, mereka pasti tak akan percaya jika Adela adalah seorang anak pemilik perusahaan besar dan ternama di masa depan, sekali gus pewaris satu-satunya yang akan meneruskan perusahaan itu, dan Adela juga lulusan terbaik universitas luar negeri. Bahkan perusahaan yang kini di miliki Irwan tidak ada apa-apanya jika di bandingkan dengan perusahaan milik ayah Adela.


"Kamu tidak perlu memikirkan dan menghawatirkan mereka, aku bisa menangani mereka, selama aku menginginkan mu tetap di sisi ku, mereka tidak akan berani menentang ku." Ujar Irwan.

__ADS_1


Benar apa yang di katakan Irwan barusan, ibu dan adiknya tidak mungkin berani menentang keinginannya,karena keuangan mereka bergantung pada Irwan, itu terbukti saat Irwan memutuskan untuk menikah dengan Adel setahun yang lalu, sebenarnya sedari awal mereka menentangnya, namun karena Irwan keukeuh ingin menikahi Adel, ibu dan adiknya itu tidak berani berkutik, pun demikian saat Irwan kembali menjalin hubungan dengan Linda, mereka membantu menyembunyikan hubungan terlarang itu sampai terjadinya pernikahan.


"Terserah lah mas, aku tidak ingin berkomentar apapun saat ini, aku hanya ingin melihat sejauh mana keseriusan ucapan mu, sejauh mana usaha mu untuk membuat ku percaya lagi pada mu, jujur saja aku sudah terlanjur sakit hati dengan sikap mu dan keluarga mu, mungkin akan sulit untuk ku kembali seperti Adel yang dulu." Ujar Adela.


"Tidak masalah, lagi pula aku lebih menyukai Adel yang sekarang, Adel yang penuh percaya diri dan berhasil menunjukkan kilau yang sejak dulu ternyata di sembunyikan." Ujar Irwan dengan tatapan yang menunjukkan bahwa dia kini mulai memuja kecantikan dan segala sesuatu yang ada pada diri Adel.


'What, kilau yang di sembunyikan? Maksud lo? Eh halooo suami,,, menjadi berkilau itu butuh modal, dan selam ini kau tidak pernah memberikannya untuk istri mu, hanya memberi uang belanja yang pas-pasan dan menuntut istri mu tampil cantik dan berkilau, mimpi!' Cibir Adela dalam hatinya.


Irwan mendekat ke arah Adela, wangi tubuh istrinya saat ini membuat dirinya tergoda untuk memeluk, mencium dan melakukan hal yang selama ini sudah lama sekali tidak di lakukannya dengan istri sahnya itu.


Melihat penampilan baru Adela membuat Irwan sangat bergairah, bahkan tatapan matanya pun seakan tidak rela untuk berpaling dari bibir merah istrinya, Irwan mendekatkan wajahnya ke hadapan wajah Adela, namun saat bibirnya beru saja mendarat di bibir ranum istrinya yang sejak tadi seperti melambai-lambai memanggil dirinya, Adela menjauhkan wajahnya dari wajah Irwan.


"Maaf mas, aku belum siap. Kamu masih belum bisa meyakinkan ku saat ini." Tolak Adela, yang tentu saja membuat Irwan yang kini tengah di bakar gairah harus menahan keinginannya untuk menikmati tubuh istrinya yang menggoda itu.


Sementara Adela tertawa puas dalam batinnya melihat Irwan yang gelisah karena menahan keinginannya itu sekuat tenaganya, sungguh menyenangkan rasanya menyiksa dan mempermainkan perasaan Irwan saat ini.

__ADS_1


__ADS_2