ANOTHER LIFE ADELA

ANOTHER LIFE ADELA
Jodoh gak kemana


__ADS_3

Beberapa saat yang lalu,


Ketika Adel baru saja lega karena merasa bisa lolos dari Irwan, namun di persimpangan jalan saat dia malah berpapasan dengan Riska yang terburu-buru hendak menemui kakak laki-lakinya setelah dia meninggalkan villa karena merasa terancam keselamatannya saat tahu Dito berhasil menghubungi Linda.


Beberapa kali Riska menghubungi Irwan, namun kakaknya itu tidak juga mengangangkat telponnya.


"Tangkap dia!" titah Riska pada dua orang pria bertubuh kekar yang menemaninya dalam perjalanan.


Pria-pria itu juga ternyata yang membantunya di villa berpura-pura menjadi pencuri, tadinya Riska ingin menjebak Dito agar bisa tinggal di villa itu beberapa hari lagi, namun rencana tinggalah rencana, karena nyatanya semua harus gagal dan kacau akibat Dito yang ternyata berhasil menghubungi Linda.


Merasa terpojok dan tidak bisa menghindar lagi, di tambah dua orang pria itu bukan lawan yang imbang baginya, Adela yang nyaris berhasil lolos dari cengkeraman Irwan kini berada dalam sekapan Riska.


Anak buah Riska bahkan membius Adel saat wanita itu terus berontak ingin melepaskan diri.


"Cepat kita harus segera membawanya ke ruko untuk menyerahkannya kembali ke tangan kak Irwan, payah sekali dia, menjaga wanita satu saja tidak becus!" gerutu Riska saat dia berjalan menuju ke arah ruko saat mereka baru saja turun dari mobil, di susul oleh dua pengawalnya yang salah satunya menggendong Adel dalam keadaan tidak sadarkan diri.


Dito terus mengintai gerak-gerik Riska dan dua pengawalnya itu, rupanya tanpa dia sadari Linda juga sudah berada di belakangnya ikut memeperhatikan pergerakan adik iparnya yang dia yakini ikut andil dalam mempersatukan kembali Irwan dan Adela demi mewujudkan impiannya memiliki Dito.


"Kenapa kau malah mengikuti ku?" Protes Dito setengah berbisik karena tidak ingin suaranya terdengar dan memancing perhatian Riska dan antek anteknya.

__ADS_1


"Aku juga ingin memergoki persekongkolan mereka dalam menipu ku, mereka menghianati ku." Geram Linda, tanpa dia sadari jika pernikahannya dengan Irwan juga merupakan hasil penghianatan dirinya dan juga Irwan yang tega menyakiti Adela sebagai istri sah demi napsu dan keserakahan mereka.


"Anak buah ku dan anakbuah ayah ku sudah hampir sampai di sini." Lanjut Linda seraya ingin memberi tahukan jika Dito tidak perlu merasa takut karena bantuan akan segera datang.


Jujur saja Linda merasa sangat geram dengan apa yang di lakukan Irwan dan juga Riska padanya, dan dia bertekad untuk tidak akan memaafkan mereka, bahkan akan membuat perusahaan mereka hancur sehancur-hancurnya jika sampai ternyata penculikan ini berdasarkan karena suaminya tidak ingin melepaskan Adela dan ingin merajut kembali hubungan mereka yang sudah kandas.


"Adel! Lepaskan dia, kalian apakan dia?" Kaget Irwan saat kedua pria membawa Adela yang dalam keadaan tidak sadarkan diri ke dalam ruko.


Hampir saja Irwan putus asa karena merasa tidak mungkin menemukan Adela dan menganggap Adela sudah pergi jauh, namun ternyata Riska membawanya kembali ke hadapannya.


"Tidak kami apa-apakan, hanya membuatnya sedikit terlelap saja, karena kaka tidak becus menangani seorang wanita, sampai-sampai dia kabur. Untung saja aku menemukannya, jika tidak, bisa hancur rencana kita, mana Dito tadi berhasil menghubungi Mbak Linda." Omel Riska.


"Tenang lah kak, ini akan baik-baik saja, untuk kali ini percayakan padaku, biarkan aku mengatur semuanya." Kata Riska seraya memerintahkan kedua pria itu untuk membawa Adela ke dalam kamar.


"Sekarang, lakukan apapun yang ingin kakak lakukan pada Adel, dia tidak akan melawan, cepatlah, masih ada waktu beberapa menit sebelum dia sadar dan berontak, tiduri dia, aku akan memvideokannya dan membuat dia tidak bisa pergi lagi dari mu kak, video itu akan menjadi senjata pamungkas kita." Urai Riska mengemukakan ide gilanya.


"Kau gila! Aku tidak mau melakukan hal itu." Tolak Irwan, bagaimana pun , dia masih merasa kasihan dengan dengan Adela dan tidak mau jika Adela lagi-lagi harus menderita karena ulahnya.


"Hanya ini satu-satunya cara untuk membuatnya kembali, atau kakak memang tidak mengingikannya?" Riska menaikkan sebelah alisnya.

__ADS_1


"Ayo, cepat lakukan, jangan terlalu banyak berpikir." lanjutnya.


Perang batin terjadi di dalam dada Irwan, haruskah dia menyakiti Adela lagi, sementara luka sebelumnya saja sepertinya Adela masih belum bisa memaafkan dirinya, Adela begitu membencinya.


Jujur saja dia memang sangat ingin mencicipi tubuh Adela yang sekarang ini terlihat lebih menggoda dan menggiurkan, namun sisi batinnya yang lain merasa iba dan tidak tega jika lagi-lagi menyakiti wanita yang pernah hidup menjalani bahtera rumah tangga dengannya itu.


Memang benar dirinya ingin kembali pada Adela, tapi tidak seperti ini caranya.


"cepat kak, atau aku akan suruh kedua orang bayaran ku untuk menggantikan tugas mu?" teriak Riska dari dalam kamar, adik permpuan Irwan itu sudah berhasil membuka baju atasan Adela yang masih terpejam di atas kasur, membuat hasrat Irwan datang dengan cepat dan setan dalam dirinya memaksanya untuk segera melahap hidangan yang tersedia di hadapannya itu.


Tanpa basa basi lagi Irwan langsung menghampiri tubuh topless Adela, meski tidak sepenuhnya polos, karena masih ada pakaian dalam atas yang sengaja belum di lepas oleh Riska, agar Irwan membukanya dan video yang di ambilnya lebih terlihat menantang.


Riska sudah mengambil posisi dengan video recordernya, siap untuk mengabadikan setiap adegan yang natinya akan menjadi senjata paling ampuh untuk membuat Adela tidak berkutik di hadpan dirinya maupun di hadapan dito nantinya.


Tubuh dan pikiran Irwan sepertinya mulai di kendalikan oleh setan yang merasuk ke dalam dirinya, matanya terlihat lapar saat melihat tubuh molek nan mulus tergeletak tidak berdaya, namun baru saja Irwan menciumi pipi Adela dengan rakusnya, wanita yang tengah mendpatkan pelecehan itu terbangun dari pingsannya dan segera mendorong tubuh Irwan agar menjauh dari dekat tubuhnya.


"Apa-apaan ini, apa maksudnya, kenapa aku kembali di sini lagi? Bukankah aku sudah melarikan diri dari sini?" gumam Adela kebingungan.


"Hahaha,,, orang bilang kalau jodoh gak kemana, mungkinkamu jodoh ku dan kita benar-benar berjodoh, buktinya kemana pun kamu pergi ujung-ujungnya kembali pada ku!" Irwan menyeringai dengan tawa mengerikannya.

__ADS_1


__ADS_2