
"Ada apa sih mas, elah,,, ganggu aja, orang lagi baca juga!" Kesal Adela yang memang tidak pernah suka jika ada seseorang mengganggu keasikannya.
Irwan tersentak, karena selama satu tahun pernikahannya, ini pertama kalinya Adel membentaknya seperti itu, istrinya itu bahkan tak pernah berni meninggikan suaranya semarah apapun atau se kesal apapun dia padanya, namun sekarang?
Bukan hanya penampilannya yang berubah, namun sikapnya juga berubah, jika penampilannya berubah menjadi lebih baik danlebih cantik juga menarik, sementara berbanding terbalik dengan sikapnya yang berubah menjadi agak kasar.
Bahkan tatapan mata Adel yang biasanya selalu teduh dan penuh cinta padanya kini berubah seperti tatapan mata liar, memberontak dan yang paling penting Irwan tidak menemukan sisa-sisa tatpan cinta seperti biasanya dari mata istri yang sudah di hianatinya itu.
"Adelia! Kamu membentak ku?" Ujar Irwan penuh peringatan, menatap lurus Adela yang malah menyalak balas menatapnya tanpa terlihat rasa takut sedikitpun padanya.
"Kau mengganggu kesenangan ku, aku tidak suka kesenangan ku di ganggu, bukankah aku juga tidak pernah mengganggu kesenangan mu bersama istri baru mu?" Ujar Adela, jika ini terjadi pada Adel, biasanya dia hanya bisa menunduk dan tidak berani melawan saat Irwan membentaknya, tapi ini Adela, bukan Adel, tubuh Adel kini di kuasai Adela, dan tidak akan mungkin berbuat bodoh dengan membiarkan siapapun membentak dan menyakitinya, tanpa kecuali.
"Kesenangan? Sejak kapan kamu mementingkan kesenangan mu dan tidak memperdulikan suami mu? Bahkan kamu tidak menyambut kedatangan ku seperti biasanya." Ujar Irwan lagi, matanya menatap sosok istrinya yang seratus persen berubah, wanita yang kini bangkit dari kursi malasnya dan berdiri di hadapannya terlihat berubah menjadi sangat cantik, bahkan dia hampir tidak mengenali istrinya sendiri, bagaimana bisa dia tidak tahu jika istrinya ternyata se cantik ini, adelia yang selama ini mendampinginya selalu berpenampilan kusam, lusuh.
__ADS_1
Hanya beberapa minggu di tinggalkan, kini wajah istrinya terlihat bersinar, rambut yang biasanya hanya di ikat sekenanya kini di gerai dengan indah dan terlihat sangat terawat, jangan lupakan dengan pakaian yang di kenakannya, jika biasanya Adelia hanya mengenakan daster lusuh atau baju-baju kampungan yang membuat dia terlihat tua dari usianya, saat ini istrinya terlihat bak remaja yang sedang ranum-ranumnya, Adela hanya mengenakan celana pendek santai di padukan dengan atasan crop top, namun itu sanggup membuat mata Irwan tidak berkedip menatap keindahan tubuh istrinya yang selama ini tidak pernah di sadarinya.
'Sial, kenapa dia sangat menggoda saat ini?' Batin Irwan, membuat dia galau sendiri dengan niat awalnya yang datang ke rumah itu untuk mengurus perceraian dengan istrinya itu, namun melihat perubahan yang terjadi pada istrinya dia seolah tidak rrela jika harus melepas Adel begitu saja.
'Enak saja, waktu jelek sama aku, giliran udah glowing sama orang lain,' umpatnya masih dalam batinnya.
"Bukankah ada Mbok Yum? Kenapa harus aku yang buka, aku atau mbok Yum bukankah sama saja!" Oceh Adela.
Sebenarnya dia tahu kalau suaminya itu pulang, karena dari balkon kamar yang menghadap halaman depan pun terlihat dengan jelas jika ada mobil masuk ke pelataran rumah, dan Adela yakin kalau itu Irwan, namun dia terlalu malas untuk menghampirinya, dia bukan Adel yang bucin setengah mati dengan pria tak setia itu.
"Apa kamu marah pada ku? Aku menjenguk mu ke rumah sakit beberapa kali saat kamu tidak sadarkan diri, namun aku tidak bisa menunggui mu karena aku ada urusan yang harus aku selesaikan." Bohong Irwan.
"Urusan sahwat kah? Tentu saja honey moon dengan istri siri mu lebih penting dari pada menunggui istri sah mu yang terbaring tidak sadarkan diri antara hidup dan mati, dan bodohnya lagi aku yang hampir saja menyia-nyiakan hidup ku demi pria seperti mu yang bahkan tidak peduli pada ku sama sekali!" Sinis Adela dengan beraninya, dia tidak tahan untuk tidak mengeluarkan unek-unek dan kemarahannya pada pria yang telah memberikan banyak penderitaan pada si pemilik tubuh ini, jiwa nya seolah sekarang benar-benar menjadi Adelia Yunita namun dalam versi yang berbeda.
__ADS_1
JIka saja ucapan ini di ucapkan oleh Adel yang dulu sebelum berubah seperti sekarang ini, tentu saja Irwan akan sangat marah karena istrinya begitu lancang berbicara seperti itu padanya, namun entah mengapa saat ini dia tidak bisa marah pada Adel versi berbeda ini, sorot mata tajam dan mengintimidasi Adela padanya membuat Irwan yang biasanya selalu mendominasi diri istrinya selama ini seakan ciut begitu saja.
"Aku minta maaf, aku salah. Aku berjanji akan berbuat adil pada kalian." Tiba-tiba kalimat terakhir itu meluncur begitu saja dari mulut Irwan.
Tunggu,,, bukankah sebelumnya Irwan mengatakan kalau akan menceraikan Adel karena tidak mencintainya dan tidak ingin membuatnya lebih terluka lagi karena dirinya yang benar-benar tidak bisa mencintai istrinya itu meski mengaku telah mencobanya berulang kali namun gagal? Lantas mengapa sekarang tiba-tiba mengatakan akan berbuat adil? Apa itu berarti Irwan kini ingin mempertahankan Adel namun tidak mau menceraikan Linda juga? (Dasar laki-laki serakah!)
"Mas, aku yakin kamu meminta maaf pada ku bukan karena menyesal, tapi karena ketahuan selingkuh, jika tidak ketahuan kamu tidak akan meminta maaf, bukan?" Ucap Adela mendecih.
"Bu-bukan seperti itu!" Elak Irwan yang seperti kehabisan kata untuk melawan istrinya yang tiba-tiba menjadi pintar berkata-kata itu.
"Kamu tadi bilang berjanji untuk adil? Aku bahkan yakin 100 persen kamu menjanjikan semua itu hanya untuk menenangkan ku, bukan untuk di tepati," sekali lagi Adela dengan mudahnya mematahkan argumen Irwan tentang dirinya yang berjanji akan adil pada kedua istrinya.
"Tapi aku akan berusaha untuk itu, apa kamu sudah tidak percaya lagi pada ku? Apa kamu sudah tidak mencintai suami mu ini lagi?" Ucap Irwan dengan lembut, seraya menjulurkan tangannya ke kepala Adela, mengusap rambut istrinya yang kini terasa lembut itu, dia berusaha mengeluarkan jurus merayunya, karena biasanya dulu Adel akan luluh jika di rayu sedikit saja, sayangnya yang dia hadapi saat ini Adela, yang tak akan mempan dengan rayuan gombal semacam itu.
__ADS_1
"Maaf mas, tapi sulit rasanya untuk bisa percaya lagi pada mu, ini terlalu menyakitkan." Adela menjauhkan kepalanya dari usapan tangan Irwan, dia rasanya tidak rela jika pemilik tubuh ini harus berbagi tangan yang juga menyentuh tubuh wanita lain, Adela ingin Irwan sadar jika dia tidak bisa berlaku seenak jidatnya lagi pada istri sahnya.