ANOTHER LIFE ADELA

ANOTHER LIFE ADELA
Pintu masuk lain


__ADS_3

"K-kau tau siapa suaminya?" Tanya Irwan lagi.


Dito menggeleng, "Tidak, dia tidak pernah bercerita, dan akupun tidak pernah bertanya padanya, hanya saja jika aku bertemu dengan mantan suami yang telah mencampakkan Adel, aku hanya akan berterima kasih, karena dengan begitu dia memberikan kesempatan pada pria lain untuk berkesempatan mendapatkan wanita se-istimewa Adel." Kata Dito, yang spontan membuat wajah Irwan menjadi merah padam.


Rasanya ingin sekali Irwan meluapkan marah, cemburu dan rasa kesalnya pada Dito yang kini meluap-luap di dadanya, tapi Linda memegangi lengannya dengan sangat kencang seolah memberi isyarat jika dirinya tidak boleh berbuat hal bodoh di acara ini yang tentu saja tidak hanya akan mempermalukan mereka tapi juga orang tuanya, lebih jauh lagi mungki juga akan membuat kerugian besar di waktu kedepannya.


"Jangan coba-coba berbuat konyol hanya demi wanita sialan itu, atau kamu akan tau bagaimana akibatnya untuk perusahaan mu!" Geram Linda tepat di telinga Irwan, sehingga membuat Irwan yang tadi di bakar amarah itu harus bersusah payah menormalkan kembali perasaannya seolah tidak terjadi apa-apa di hadapan Dito dan juga di hadapan semua orang, meski di dadanya api amarah itu masih berkobar dengan besarnya.


"Kak, apa aku boleh magang di perusahaan kakak, aku ingin berlatih bekerja agar bisa mandiri." Rayu Riska yang tiba-tiba mempunyai ide dadakan untuk bekerja di perusahaan milik Dito setelah tahu jika Adela bekerja di sana, dia tidak mau jika Adela nantinya mengambil Dito, atau mungkin juga Dito yang nantinya tertarik pada mantan kakak iparnya itu, terlebih saat melihat bagaimana cara Dito memuji dan memuja Adela tadi, Riska tidak boleh lengah dan kehilangan kesempatan untuk mendapatkan pria idamannya.


"Kamu mau bekerja? Kenapa tidak latihan bekerja di perusahaan kakak mu saja, bukankah itu lebih leluasa buat mu?" Jawab Dito.


"Tidak, kakak ku galak kalau urusan pekerjaan, aku bisa di marahi terus-terusan jika melakukan kesalahan, lebih baik aku bekerja di perusahaan Kak Dito saja." Kilahnya beralasan.

__ADS_1


"Emhh,,, sejauh ini belum ada lowongan pekerjaan di perusahaan ku, nanti kalau ada aku pasti mengabari mu, oke!" Kata Dito sambil melepaskan lengannya yang terus di gelendoti oleh Riska, rupanya dia sudah tidak tahan sejak tadi merasa risih dengan perlakuan adik temannya itu.


"Bagian apa saja kak, pliss. Aku mau bekerja di sana," Riska memohon sampai menangkupkan kedua tangannya di dada.


"Iya, nanti aku kabari, aku permisi dulu karena harus menemui tamu yang lain," pamit Dito, selain ingin segera menjauhkan diri dari Riska, dia juga memang harus bertemu dan beramah tamah dengan kolega bisnisnya yang lain di sana, dimana banyak di anatara mereka adalah orang yang dia kenal cukup baik dalam dunia bisnisnya.


Riska terlihat kecewa karena Dito bergegas peri meninggalkan dirinya, terlebih dari kejauhan Riska melihat jika Dito malah mendekat ke arah Adela dan mereka mengobrol dengan asiknya, membuat Riska hanya bisa cemberut sambil menyambar segelas wine dari meja hidangan, hatinya terasa panas melihat pemandangan itu, sehingga dirinya memilih untuk menenggak minuman beralkohol itu, walaupun Riska bukan peminum seperti Adela, namun dirinya pernah mencicipi minuman itu saat ulang tahun temannya.


"Hai, apa kau merasa bosan dan kesepian di keramaian seperti ini, nona cantik?" Sapa seorang pria muda yang wajahnya terlihat familiar di mata Riska.


Wajah Bayu hampir sebelas dua belas tampannya dengan Dito, apalagi di tunjang dengan embel-embel nama besar keluarganya, hanya saja mahasiswa tingkat akhir itu terkenal dengan playboy kelas atas, hampir setiap hari wanita yang di bawanya selalu berbeda, dan hampir setiap mahasiswi cantik di kampus akan merasa bangga jia sudah pernah jalan atau bahkan tidur dengan salah satu pangeran dari keluarga Wijaya itu.


Mungkin hanya Riska yang tidak begitu merasa tertarik dengan Bayu, karena dia lebih tertarik dengan kakak sepupu Bayu yang sudah menjadi cinta pertamanya.

__ADS_1


"Kak Bayu," cicit Riska pelan.


"Tidak usah terlalu sungkan, panggil Bayu saja, lagi pula usia kita tidak terpaut jauh, hanya dua atau tiga tahun saja, kau Riska aadik angkatan ku, kan?" Ujar Bayu dengan gaya tengilnya.


"Ah, iya. Kaka, emh-- kamu tau aku?" Kata Riska sedikit kaku, dia tidak menyangka jika Bayu mengenal dirinya, karena selama ini dirinya pun tidak pernah berinteraksi dengan seniornya itu meskipun mereka di kampus yang sama dan beberapa kali pernah berpapasan.


"Tau, nama wanita-wanita cantik di kampus aku tau semua," cengirnya, membuat wajah Riska seketika merona karena mendapat pujian dari bintang kampus.


"Kita memang tidak cocok untuk berada di acara formal seperti ini, bagaimana jika kau ikut aku dan kita buat acara sendiri?" Bayu menaik turunkan alisnya.


Riska terlihat berpikir sejenak, menimbang-nimbangajakan Bayu padanya, namun saat ujung matanya lagi-lagi menangkap Dito yang tengah tertawa-tawa dengan Adela membuat dirinya tidak ingin lebih lama lagi untuk berada di tempat ini.


"Apa acaranya akan lebih menyenangkan dari pada acara sekarang ini?" Ujar Riska dengan senyum yang menggoda, kini dia punya jalan lain untuk mendapatkan Dito, dia akan masuk ke keluarga Wijaya dengan pintu masuk yang lain, yaitu menggunakan Bayu, dengan begitu dia bisa lebih dekat dengan Dito dan bisa berada di tengah-tengah keluarga Wijya yang tentu saja akan semakin mendekatkan dirinya dengan pria impiannya.

__ADS_1


'Kak Dito, aku akan melakukan apapun demi untuk mendapatkan mu, dengan cara apapun!' gumamnya alam hati.


__ADS_2