ANOTHER LIFE ADELA

ANOTHER LIFE ADELA
Tersisih


__ADS_3

"Perkenalkan, ini teman ku, namanya Adel" Ujar Dito memperkenalkan wanita yang telah membuat dada bayu berdebar-debar untuk pertama kalinya.


"Hai Adel, kamu anak SMU mana? Imut banget sih?" Goda Bayu yang nyaris tidak berkedip sekali pun saat melihat Adel dari jarak dekat.


Adela tersenyum geli, bisa-bisanya dia di kira anak SMU oleh Bayu, sementara Riska langsung memasang wajah kesal sekali gus mual mendengar pujian yang di layangkan Bayu pada mantan kakak iparnya itu.


"Anak SMU? Mana ada anak SMU udah janda!" Cibir Riska tidak terima dengan pujian yang ucapkan Bayu.


"Janda? Apa kamu mengenalnya, Ris?" Tanya Bayu.


"Tentu saja, aku sangat mengenalnya, karena dia adalah---" Hampir saja Riska keceplosan karena terpancing oleh amarahnya sendiri sampai-sampai tanpa sengaja dia hendak mengatakan jika Adel adalah mantan kakak iparnya, tapi dia tidak ingin mengatakan itu semua, terlebih jika sampai Dito mengetahuinya jika suami yang mengusir serta menjahati Adela selama ini adalah Irwan sang kakak, dan tetu saja jika hal itu sampai terkuak maka Dito akan membencinya sebelum dia berhasil mendapatkan perhatian pengusaha tampan itu, secara Adela telah menceritakan tentang masalah kehidupan rumah tangganya yang tragis akibat ulah kakaknya dan juga termasuk dirinya juga ibunya pada Dito.


"Maaf, apa kita saling mengenal, nona?" Adela mengerlingkan matanya dengan sengaja.


"Ah,,, iya,,, kita pernah bertemu di pesta jamuan malam itu, oh nona,,, baru sekali bertemu, dan aku saja hampir melupakan mu, tapi anda sudah meng klaim kalau anda mengenal ku!" sambung Adela dengan nada mengejek.


"Persetan dengan status, aku tidak pernah memandang wanita berdasarkan statusnya, boleh kita berteman?" Bayu mengulurkan tangannya ke hadapan Adela yang tampak tidak terburu-buru menerima uluran tangan Bayu, namun dia malah menoleh ke arah Dito seolah meminta persetujuan dari pria yang membawanya ke tempat itu apakah dia harus menerima uluran tangan pria di hadapannya atau tidak.


"Tidak apa-apa, dia adik sepupu ku." Dito mengangguk seolah memberi izin pada Adela untuk berkenalan dengan adik sepupunya itu.

__ADS_1


"Cih, sok penting, mau jabat tangan aja pake acara minta izin atasan dulu." Decih Riska merasa panas dengan interaksi Adel terhadap Dito yang menurutnya sengaja memanas-manasi dirinya.


"Hah, atasan? Maksudnya?" Bayu lagi-lagi mengernyit, sepertinya banyak hal tentang Adela yang dia tidak tau.


"Kamu tertinggal banyak berita rupanya, dia itu hanya karyawan di perusahaan kak Dito, iya kan, kak?" Riska meminta persetujuan Dito dengan senyum dan suara yang di buat se manja mungkin.


"Hemh, Adel asisten pribadi ku, tapi khusus untuk malam ini dia datang bukan dalam melaksanakan tugasnya, melainkan memenuhi undangan dari kakek, karena ayah ku banyak bercerita tentang dia, sehingga kakek merasa penasaran dengan Adel." Terang Dito yang seakan bagai skak mat bagi Riska yang lagi-lagi harus menerima kenyataan jika Adel selalu beberapa langkah di depannya untuk hal tampil sempurna di hadapan Dito.


"Oh ya, ckkk,,, aku pikir kamu masih anak sekolahan, wajah mu seperti anak usia tujuh belasan, polos namun menyegarkan mata, hahaha,,," canda Bayu dengan tawanya yang renyah di akhir kalimat.


Dito dan Adel ikut tertawa ringan dengan candaan yang di lontarkan Bayu, hanya Riska yang terlihat muram dan masam seperti tidak senang berada di tempat itu, padahal dari sore dia sudah sangat bersemangat untuk datang ke pesta itu demi bertemu dengan Dito.


Sebenarnya hal itu bukan kebetulan terjadi, namun itu terjadi karena Adela sengaja terus mengajak ngobrol Bayu yang sedari awal sudah menunjukkan ketertarikan pada dirinya, sehingga tidak sulit untuk mengambil alih attensinya, terlebih untuk urusan bergaul dan bersosialisasi, Adela jagonya di antara teman-temannya di jaman nya.


Sebenarnya itu Adela lakukan bukan karena dia juga ertarik pada Bayu, hanya saja dia ingin memberi pelajaran dengan membuat kesal mantan adik iparnya yang menyebalkan itu.


Dito yang juga sedikit merasa tersisih dengan kehadiran Bayu yang seakan ingin mendominasi dan sangat terlihat bagaimana Bayu sangat tertarik pada Adela, akhirnya meninggalkan Bayu dan Adel untuk mengobrol.


Kesempatan itu tentu saja tidak di sia-siakan oleh Riska untulangsung gerak cepat me-mepet Dito, sekecil apapun peluangnya, kalau itu tentang Dito, maka Riska pasti akan langsung memanfaatkannya.

__ADS_1


"Kak, apa sudah ada lowongan pekerjaan untuk ku? Semenjak Kak Irwan menikah, jatah uang bulanan untuk ku kini berkurang karena dia sudah punya tanggungan istri, sementara aku juga butuh uang untuk keperluan ku, aku merasa tidak enak jika harus terus minta pada kak Irwan, apalagi sekarang ada mbak Linda, tolong beri aku pekerjaan kak, apa saja." Riska mulai melancarkan aksinya dengan drama murahan yang dadakan dia karang malam itu demi untuk menarik simpati Dito sekaligus dia bis bekerja di perusahaan Dito.


Sungguh Riska tidak rela jika dirinya harus kalah dalam bersaing dengan Adela, menurutnya dirinya lebih baik dalam segi apapun di banding dengan mantan kakak iparnya itu, dan dia percaya diri akan lebih unggul jika dalam bidang pekerjaan, apalagi dirinya anak kuiahan sementara yang dia tahu mantan kakak iparnya itu hanya tamatan sekolah menengah saja, mustahil rasanya jika tiba-tiba Adel bisa menduduki jabatan asisten direktur, sementara dirinya lebih berkompeten jika untuk di bandingkan masalah pendidikan, pikirnya. (Tak tau saja dia, jika Adela adalah lulusan universitas luar negeri pada zamannya.)


Dito terlihat berpikir sejenak, sepertinya dia sedang mempertimbangkan permintaan Riska, sebenarnya mamang benar-benar belum ada lowongan pekerjaan di kantornya, hanya saja dia juga merasa iba dengan cerita Riska barusan.


"Coba besok kamu bertemu ke bagian HRD, barangkali bisa menempatkan mu di bagian yang sekiranya tidak mengganggu jadwal kuliah mu, nanti aku hubungi bagian HRD." Ujar Dito akhirnya.


"Benar ya kak, besok aku ke kantor kakak?" Wajah Riska langsung terlihat sumringah, hatinya bersorak sorai karena merasa telah berhasil membuat Dito percaya sekaligus mau memberinya pekerjaan yang tentu saja hal itu akan membuat dirinya menjadi mempunyai lebih banyak waktu untuk dekat dan melancarkan aksi-aksi lainnya dalam upaya untuk merebut hati Dito.


"Bahagia banget kayak nya, dapet apaan dari kak Dito?" Tanya Bayu yang kini sudah bergabung dengan Dito dan Riska, begitu pun Adela yang juga tak ingin ketinggalan untuk berada di tengah-tengah mereka.


"Iya dong, mulai besok aku bekerja di perusahaan kak Dito, iya kan, kak?" Ujar Riska dengan mata yang sengaja mengerling ke arah Adela seolah menyombongkan diri dan menunjukkan jika dirinya pun bisa bekerja di perusahaan yang sama dengan Dito dan juga Adela, sekaligus memberi sinyal jika Adel untuk berhati-hati karena setiap hari akan berhadapan dengannya.


"Wa, selamat,,, sebagai perayaan Riska di terima kerja, bagaimana jika besok aku traktir kalian minum sepuasnya di klub milik ayah?" Seolah sedang mencari-cari alasan untuk bisa hang out dengan Adela, akhirnya Bayu menemukan alasan yang tepat untuk bisa menghabiskan malam dengan Adela, wanita yang ternyata seumuran dengannya, asik di ajak ngobrol, dan yang paling penting, terlihat sangat cantik dan menggoda di mata Bayu.


"Ishhh, traktir kok di klub ayah mu, sama aja ayah mu yang traktr kita dong!" Ledek Adela.


"Ya sudah, kamu maunya di mana?" Tantang Bayu.

__ADS_1


"Di mana saja selain klub milik ayah mu, aku tidak suka dengan pria yang bergantung dengan fasilitas orang tua, pria keren itu pria yang pekerja keras." Ujar Adela yang lantas di sambut tawa tertahan dari bibir Dito yang melihat wajah Bayu langsung berubah saat mendengar ucapan Adela yang tentu saja seperti menampar dirinya yang selama ini pemalas, tidak tertarik untuk bekerja dan hanya menikmati fasilitas orang tua nya.


__ADS_2