ANOTHER LIFE ADELA

ANOTHER LIFE ADELA
Open house


__ADS_3

"Apa kamu Riska, adik temannya pak Dito?" Tanya Desi saat Riska menemui dirinya di ruang HRD.


Riska mengangguk penuh percaya diri, hari ini sungguh dia sangat bersemangat dan sangat di tunggu-tunggu dari semalam, dengan dia bekerja di perusahaan milik Dito ini, akan menjadi kesempatan untuk terus menempel pada Dito dan sekali gus bisa memisahkan mantan kakak iparnya dengan Dito agar tidak semakin dekat dan lebih jauhnya mencegah jika sampai mereka berhubungan sehingga membuat kesempatannya untuk memiliki Dito hilang.


"Ya, tapi aku bukan hanya sebatas adik temannya kak Dito, kami juga sangat dekat." Ujar Riska dengan sombongnya, berusaha unjuk gigi pada Desi agar kepala HRD itu tidak menyepelekannya.


"Sangat dekat? Maksudnya?" Desi menaikkan sebelah alisnya, menununjukkan ketidak sukaannya dan sekali gus mengibarkan bendera permusuhan karena merasa Riska akan menjadi saingannya setelah Adela.


"Tentu saja dia sangat dekat dengan pak Dito, karena dia kekasih Bayu, adik sepupu pak bos." Sambar Adela yang tiba-tiba masuk ke ruangan Desi karena merasa tertarik saat melihat keberadaan Riska di ruangan yang letaknya tidak terlalu jauh dengan ruang kerjanya itu.


Rasa usil Adela untuk bergabung dan ikut nimbrung dalam percakapan dua orang wanita yang sama-sama menggilai Dito itu, akan sangat menyenangkan menurut Adela, jika dirinya bisa merusuh keduanya.


Riska langsung menoleh sambil membelalak kesal pada Adela, begitu pu Desi, meskipun dirinya merasa sedikit lega karena ternyata wanita baru yang datang ke kantor ini tidak harus menjadi saingannya dalam memperebutkan cinta Dito, namun dia juga tidak merasa senang dengan sikap Adela yang masuk seenaknya ke ruang kerjanya.

__ADS_1


"Siapa yang mengijinkan mu masuk ke sini? Apa kau tak tau tatakrama masuk ke ruangan orang lain?" Kesal Desi menatap galak ke arah Adela yang sudah menempati urutan nomor satu di list saingan cinta dalam kompetisi mendapatkan cinta sang bos tampan pemilik perusahaan tempat mereka kini bekerja.


"Aku melihat pintu ruangan mu terbuka, jadi aku pikir kau sedang open house sehingga siapa saja boleh masuk ke sini untuk ikut bersenang-senang dengan kalian!" Oceh Adela dengan wajah yang di buat se-menyebalkan mungkin, sehngga membuat baik Desi maupun Riska semakin geram saat melihat wajah tengil Adela yang setelah mengucapkan kata-kata itu langsung melengos dan pergi begitu saja seolah dia tidak melakukan hal apa-apa, sehingga menyisakan kesal dan amarah di antara Desi dan Riska yang hanya bisa mengeratkan giginya sambil mengepal dan wajah menegang.


"Sialan, dasar wanita murahan, mentang-mentang dekat dengan bos jadi gede kepala, lihat saja saat si bos sudah aku dapatkan, orang pertama yang akan aku tendang dari kantor ini adalah kau, Adelia!" Geram Desi dengan marah yang teramat sangat.


Mendengar gerutuan Desi, membuat Riska langsung mengerti jika Desi juga merupakan musuhnya, karena ternyata wanita seksi ini juga menginginkan Dito, sama seperti dirinya, siapapun yang menginginkan Dito akan menjadi musuhnya, namun khusus untuk Desi, membuat Riska mempunyai rencana lain, dia mengubah permainan untuk Desi karena sepertinya Desi bisa di jadikan senjata oleh Riska untuk menyingkirkan wanita-wanita yang berani mendekati Dito tanpa harus menggunakan tangannya sendiri.


"Apa itu Adelia yang katanya sedang dekat dengan kak Dito itu ya? Perasaan, kemarin dia juga hadir di acara ulang tahun kakek Teguh mendampingi kak Dito, padahal aku rasa mbak Desi lebih pantas untuk menjadi pendamping kak Dito di banding dia, secara mbak Desi juga kan sudah lama bekerja di sini," Riska memanas-manasi keadaan, dia juga bahkan tiba-tiba berusaha menyanjung Desi, agar wanita yang kini Riska panggil dengan sebutan mbak itu berada di pihaknya.


"Iya, mungkin dia semena-mena dan masuk ke ruangan ini semaunya sendiri karena merasa dirinya paling dekat dengan kak Dito, padahal kak Dito pernah mengatakan pada ku kalau dia hanya menganggap wanita itu sebagai karyawan biasa saja, hanya saja kebetulan dia pernah membantu ayahnya kak Dito menjadi penerjemah bahasa Jepang saat pertemuan dengan Tuan Namoko." Riska seolah menumpahkan bensin pada api amarah Desi yang kini sedang berkobar-kobar.


"Apa mbak Desi menyukai kak Dito? Aku sih lebih setuju jika mbak Desi yang menjadi pendamping kak Dito di bandingkan dia yang berstatus sebagai janda dan hanya lulusan SMP saja, memalukan!" Sambung Riska mengambil hati Desi.

__ADS_1


Mendengar semua itu, bisa di katakan usaha Risaka untuk mengambil hati Desi seribu persen berhasil, karena Desi langsung tertarik dengan informasi baru tentang Adela yang belum pernah dia ketahui sebelumnya.


"Apa, hanya lulusan sekolah menengah? Dan dia juga berstatus janda?" Beo Desi setengah tidak percaya dengan ucapan Riska.


"Iya, bukan-nya mbak Desi kepala HRD? Aku pikir mbak lebih tau di banding aku, secara harusnya data diri dia mbak sudah pernah baca," kata Riska.


"Itulah masalahnya, dari awal dia masuk ke perusahaan ini, dia belum pernah menyerahkan data diri maupun cv, sehingga aku tidak tau latar belakang wanita sundel itu yang sebenarnya, tapi,,, darimana kamu tahu semua informasi tentang wanita itu?" Desi terlihat sangat antusias untuk menerima informasi lebih banyak lagi tentang Adela yang tidak bisa dia dapatkan sebelumnya dari mana pun.


"Dari sumber yang dapat di percaya pokoknya, tenang saja, ada banyak informasi tentang dia, termasuk tentang dia yang hanya seorang gembel yang berasal dari panti asuhan di pulau terpencil." Kata Riska sengaja membuka sedikit demi sedikit informasi tentang mantan kakak iparnya yang tentu saja membuat Desi sangat tertarik, selama bukan informasi tentang pernikahan kakaknya dengan Adel, Riska pasti akan mbocorkannya, tapi semua itu akan dia lakukan sedikit demi sedikit agar Desi semakin merasa ketergantungan dengan dirinya.


"Tapi kenapa kamu mencari tahu tentang itu? Apa kamu mengenalnya, atau punya masalah juga dengannya?" Tiba-tiba Desi merasa curiga karena sepertinya Riska begitu mengenal baik Adela.


"Aku mencari tahu informasi tentang dia karena

__ADS_1


Dia juga berusaha menggoda Bayu, kekasih ku. Jadi aku mencari tahu mengenai latar belakangnya seperti apa, ternyata dia tak lebih dari wanita yang menghalalkan segala cara demi mendapatkan pria kaya untuk dia peras hartanya." Riska mulai menjadi penulis skeneraio dan mengarang cerita seolah-olah dirinya adalah wanita yang tersakiti karena kekasihnya di goda Adela, padahal Bayu sekali pun belum pernah menyatakan cintanya pada Riska, kedekatan mereka hanya kedekatan biasa saja, lagi pula Bayu merasa kalau Riska wanita gampangan seperti wanita-wanita lain yang biasa dia ajak pergi dan bersenang-senang.


"Oke, berarti kita di pihak yang sama, misi kita sama, mempertahankan pria yang kita cintai dan musuh kita juga sama, si wanita sundel penggoda pria kaya dan haus akan harta, mari kita hancurkan dia!" Kata Desi penuh semangat. Dan di sambut tawa kemenangan dari Riska yang merasa berhasil menempatkan Desi di kubunya sekaligus menjadikannya alat gratisan dalam misi mendapatkan cinta Dito, bukan kah ini namanya sekali dayung dua tiga pulau terlampaui? Pikir Riska sambil menyunggingkan senyum miringnya.


__ADS_2