ANOTHER LIFE ADELA

ANOTHER LIFE ADELA
Resiko pria tampan


__ADS_3

"Kau, ber-engsek!" Umpat Riska, mengambil vas bunga yang berada di atas meja Adela dan mengangkatnya ke udara bermaksud ingin melemparkannya ke arah Adela, namun aksinya itu harus terhenti saat sebuah suara teriakan terdengar dari ambang pintu.


"Apa yang terjadi di sini?" Bentak Dito yang tiba-tiba saja berada di ruangan itu tanpa Riska sadari, sementara Adela yang kursi kerjanya menghadap langsung ke arah pintu tentu saja sudah tahu dari semenjak atasannya itu berjalan menuju ruangannya, sehingga dia dengan sengaja terus menguji kesabaran Riska agar lebih marah lagi padanya.


"K-kak, eh pak Dito," cicit Riska serba salah, kali ini bahkan dia benar-benar khawatir jika Dito sampai mendengar pertengkaran dirinya dengan Adela, Dito pasti akan sangat menbencinya jika sampai Dito tahu hubungan seperti apa yang terjadi antara dirinya dengan Adela.


"A-aku hanya menyampaikan pesan anda pada dia bahwa anda memanggilnya ke ruangan anda, pak." Ujar Riska mendadak berbicara dengan formal.


"Lantas itu apa di tangan mu?" Dito menunjuk vas bunga yang masih berada di tangannya dan tidak jadi dia lemparkan ke wajah Adela karena kehadiran tiba-tiba Dito di sana.


"Dia menyukai vas bunga itu, dan memintanya dari ku," sambar Adela. "Kau boleh mengambilnya jika kau mau," sambung Adela sambil tertawa jahil ke arah Riska yang tidak bisa berkutik dengan sikap Adela, karena dia juga tidak punya alasan lain untuk membela dirinya, justru kali ini Riska juga merasa aneh, mengapa Adela berusaha menutup-nutupi pertengkarang mereka di hadapan Dito.


"Aku belum puas bermain-main dengan mu, kali ini berterima kasihlah pada ku karena aku sudah menyelamatkan wajah mu di hadapan pria yang kau suka!" Bisik Adela sambil berlalu menghampiri Dito yang masih berdiri di ambang pintu memperhatikan interaksi Adela dan Riska yang di nilainya tidak biasa dan banyak kejanggalan itu.


Untung saja Dito memang tidak mendengar apa saja yang menjadi topik panas dalam pertengkaran Adela dan Riska sehingga dia percaya-percaya saja saat Adela mengatakan hal seperti tadi padanya, walaupun jujur saja dia merasa kalau di antara Adela dan Riska itu ada seseatu hal yang mereka sembunyikan.


"Apa dia menyulitkan mu?" Tanya Dito pada Adela.


"Emhh,, tidak terlalu, tenang saja, sejauh ini masih bisa aku atasi." Cengir Adela.


"Maafkan aku,," Ucap Dito.

__ADS_1


Adela mengangkat sebelah alisnya, dia tidak mengerti dengan maksud permintaan maaf Dito padanya, "Untuk?"


"Riska memusuhi semua wanita yang dekat dengan ku, aku harap kamu bisa memakluminya, dia menyukai ku sejak lama." Kata Dito yang mengira jika sikap kasar Riska pada Adela adalah gara-gara dirinya.


Meskipun ada benarnya jika hal itu di picu karena rasa kompetitif Riska dalam usaha memiliki Dito, namun ada hal besar lainnya yang Dito tidak tau kenapa dua wanita itu bak musuh bebuyutan.


"Hahaha,,, resiko jadi pria ganteng ya bos, banyak di gilai wanita," ledek Adela sambil tertawa lucu.


**


"Mbak Adel ada yang mencari mbak di bawah," lapor seseorang dari bagian resepsionis di lantai bawah melalui saluran telepon yang terhubung langsung ke meja kerja Adel.


Namun Adela justru malah di buat geleng-geleng kepala saat tahu jika yang datang menemuinya adalah Bayu.


"Hai Adel," sapa Bayu sok manis.


"Hai Bay, apa kamu tidak salah mencari orang? Bukankah seharusnya orang yang kamu cari itu Riska, bukan aku?" Tanya Adela dengan wajah sedikit malas.


"Tidak, aku memang datang ke sini khusu untuk bertemu dengan mu, tadi sekalian lewat, sekaligus mengingatkan jika nanti malam kita jadi ke klub kan?" Bayu menaik turunkan alisnya.


"Wah, wah, wah,,, ada wanita spesialis penangkap keluarga kaya ternyata di sini, dan kali ini tangkapannya bukan main-main dua kakak beradik sepupuan hendak dia jaring sekali gus, sungguh tamak dan tidak tahu diri." Ujar Desi yang kebetulan sedang ada di sana juga karena baru saja mengambil beberapa berkas dari bagian resepsionis.

__ADS_1


Desi juga langsung sibuk menyuruh seorang ob untuk memanggil Riska ke sana, pikirnya akan sangat menyenangkan jika Riska tahu kekasihnya sedang di berduaan dengan Adel saat ini.


Bayu langsung menoleh ke arah Desi dengan tatapan tidak suka, namun Adela berhasil menenangkannya, "Biar saja, tidak usah mendengarkan ocehan mahluk gaib seperti dia." Ujar Adela.


"Heh, apa maksud mu mengatai ku mahluk gaib?" Marah Desi.


"Karena aku merasa kau selalu gentayangan dan ada di mana-mana, apa namanya kalau bukan mahluk gaib?" Kilah Adela.


"Hai Bay, kok gak bilang dulu mau datang ke sini, mau jemput aku ya?" Riska setengah berlari menghampiri Bayu yang hanya bisa terdiam tanpa sepatah kata pun.


"Iya, Bayu mau menjemput mu sekalian mau merayakan hari pertama kerja mu nanti malam di klub mewah, kalian juga boleh ikut katanya dia yang traktir semua." Sambar Adela, membuat Bayu sontak gelagapandi buatnya, bukan masalah harus mentraktir mereka minum, tapi Adela mengundang orang-orang yang berada di sana semuanya.


Tapi Bayu tidak mau kehilangan muka, dia berusaha untuk bersikap sewajarnya, "Oke, semua boleh ikut, dan kamu juga harus ikut, bagaimana?"


"Tentu saja dia akan datang bersama ku, apa kau lupa mengundang kakak sepupu mu ini?" Ujar Dito yang juga tiba-tiba berada di sana.


Secara tidak sengaja Dito yang hendak menuju showroom untuk mengecek beberapa unit yang kemarin baru datang, melihat ada kerumunan ramai dimana ada Adela, Bayu, Riska, Desi dan juga yang lainya di depan meja resepsionis, maka dia tertarik untuk mendekat, dia selalu merasa khawatir jika Adela di bully di kantornya, karena beberapa keistimewaan yang dia berikan untuk asistennya itu.


Namun itu semua dia berikan karena memang Adela pantas menadapatkannya, kepintaran dan wawasan yang luas yang di miliki Adela selalu membuat Dito kagum di buatnya.


"Bagaimana, deal?" Sambung Dito ke arah adik sepupunya itu.

__ADS_1


__ADS_2