ANOTHER LIFE ADELA

ANOTHER LIFE ADELA
Mulutv manis tapi beracun


__ADS_3

"Wan, kamu apa-apaan coba pake acara nginep-nginep segala di tempat istri mu itu, bukan nya niat mu ke sana untuk menceraikannya?" Omel Sari pada putranya, dia sungguh tidak rela jika Irwan mengurungkan niatnya menceraikan Adela.


"Bu, biar aku mengurus masalah ku sendiri, jangan terlalu ikut campur urusan rumah tangga ku, aku tau apa yang harus aku lakukan." Ujar Irwan dengan nada kesal.


"Sayang, kenapa kamu berbicara seperti itu pada ibu? Bukankah ibu mu mengatakan hal yang benar? Ingat janji mu mas, ayah ku pasti akan sangat marah jika ternyata kamu mengingkari janji mu untuk menceraikan dia dan menjadikan ku istri mu satu-satunya." Timpal Linda yang seolah menekankan jika Irwan akan berada dalam masalah besar jika dia tidak menceraikan Adel.


Tentu saja Irwan tidak akan lupa dengan janjinya pada ayah Linda yang kini menjadi mertuanya, selain karena dirinya memang masih mencintai Linda, keputusannya untuk menikahi Linda juga karena Prabu, ayahnya Linda menjanjikan proyek besar untuk dirinya jika dirinya berjanji akan menceraikan Adela dan menjadikan putrinya istri sah dan istri satu-satunya Irwan.


"Tentu saja aku tidak akan melupakan janji ku, hanya saja semua butuh proses, aku hanya perlu waktu untuk membujuk Adel agar dengan suka rela menyetujui perceraian kami, kamu tahu sendiri kan bagaimana bucinnya Adel pada ku, tidak akan mudah menceraikan dia," dalih Irwan beralasan.


Bisa-bisanya dia berdalih kalau Adel terlalu bucin padanya sehingga dia meminta waktu untuk meyakinkan Adel, padahal semua itu hanyalah akal-akalan dan alasannya saja yan sejatinya telah terpincut oleh pesona istrinya yang kini telah berubah total dalam segala hal, membuatnya kini berbalik tidak ingin bercerai dengan Adel, bahkan bisa di katakan jika dirinyalah yang saat ini lebih pantas di katakan bucin pada Adel.

__ADS_1


Namun Irwan harus berkelit dan merahasiakan apa yang kini di rasakan nya dari Linda maupun ibu nya, ibarat peribahasa sekali dayung dua pulau terlampaui, jadi Irwan tetap ingin bersama dengan Linda demi proyek yang akan Prabu berikan, tetapi juga dia juga tetap mempertahankan Adela yang saat ini mulai menjadi obsesinya.


"Wanita tak tau diri itu, selepas selamat dari koma malah menjadi tak terkendali dan sangat berani melawan pada ibu, kenapa dia tidak mati saja saat itu!" Kesal Sari mengingat menantu yang biasanya selalu menurut dan bahkan tidak berani mengangkat wajah padanya, kini berubah menjadi sangat berani melawannya, di samping itu juga menjadi sangat arogan dalam setiap ucapannya.


"Lha itu ibu tau, makanya aku minta waktu. Adel menjadi semakin susah untuk di kendalikan dan susah untuk di ---(Irwan menjeda ucapannya, saat wajah cantik Adel tiba-tiba menghiasi ujung matanya)-- di tinggalkan." Ucapnya.


Terdengar ambigu memang, mungkin di telinga Linda da Sari kata-kata 'susah untuk di tinggalkan' yang di maksud Irwan adalah susah karena Adel telah menjadi keras kepala dan pemberontak sekarang ini.


Irwan memang pandai dalam permainan kata sehingga saat dirinya berusaha jujur dengan perasaannya terhadap Adel pun baik Linda maupun Sari tidak ada yang menyadari maksud dari perkataan Irwan yang sebenarnya.


"Sayang, bagaimana jika Istri mu ternyata tetap menolak untuk bercerai dengan mu?" Tanya Linda dengan nada manjanya.

__ADS_1


"Kamu tidak usah memikirkan hal yang belum tentu terjadi, toh aku akan tetap berusaha, sesulit apapun itu, kamu percaya pada ku, kan?" Kelit Irwan.


Ya, Irwan akan tetap berusaha untuk menaklukan kembali Adel, tak peduli se-sulit apapun itu, yang jelas dia tidak akan pernah mundur sedikit pun demi mendapatkan kembali hati Adel.


"Tentu saja aku percaya pada mu, tapi kamu juga harus berjanji jangan mengecewakan aku, karena aku dn ayah ku bisa dengan mudah mengancurkan perusahaaan kebanggaan mu yang kamu rintis dari awal itu." Ancam Linda menunjukkan arogansinya pada Irwan seraya ingin menyampaikan jika dirinya jika saat ini Irwan berada dalam genggaman dirinya dan juga Prabu, sehingga berbelok sedikit saja mereka bisa dengan mudah meremas dan menghancurkan Irwan tanpa ampun.


"Kamu bisa pegang kata-kata ku sayang, seperti yang aku katakan tadi, aku hanya butuh sedikit waktu lagi untuk menangani Adel, aku hanya ingin semua berakhir tanpa keributan, karena dalam hal ini kamu lah yang akan di rugikan, aku tidak ingin orang-orang men-cap kamu sebagai perebut suami orang, percayalah,,,, aku hanya melakukan semua hal untuk kebaikan mu."


Mulut manis namun beracun Irwan lagi-lagi mampu meluluhkan hati Linda dan berhasil memperdaya istri sirinya, sehingga Linda percaya dan juga mengerti jika semua hal yang di lakukan Irwan tak lain adalah demi dirinya.


"Maafkan aku yang sudah berburuk sangka pada mu, sayang." Ujung-ujungnya Linda lah yang kini meminta maaf pada Irwan.

__ADS_1


"Tidak apa-apa sayang, aku tau kamu begini karena cemburu, dan bukankah cemburu itu tandanya cinta? Hanya saja untuk kedepannya jangan curiga lagi jika aku sedang menangani Adel. Ingat,,, semua yang aku lakukan adalah demi kebaikan mu." Bual Irwan, merasa senang karena telah berhasil beralasan pada istri sirinya, dan dia yakin jika besok-besok Linda tidak akan melakukan kebodohan lagi karena cemburu buta saat dirinya bersama Adel, dan itu berarti dirinya bisa lebih leluasa dan bisa punya lebih banyak waktu untuk bersama Adel dan meluluhkan kembali hatinya.


__ADS_2