ANOTHER LIFE ADELA

ANOTHER LIFE ADELA
Terkejut


__ADS_3

"Baik, jangan khawatir aku akan menyampaikan padanya, kamu istirahatlah sejenak, aku tidak akan menganggu mu." Kata Bayu yang bisa di pastikan jika ucapannya nya tentang tidak akan mengganggu Adela tentu saja sebuah kebohongan besar karena apa yang di ucapkan adalah kebalikan dari rencana yang akan di lakukannya.


'Sampai jumpa di kamar sebentar lagi cantik, aku tidak sabar untuk segera bersenang-senang dengan mu!' gumam Bayu sambil tersenyum iblis.


Bayangan menikmati tubuh mulus janda muda yang masih ranum sepertinya sudah terbayang-bayang di pelupuk matanya, bahkan rasanya dia sudah tidak sabar untuk segera mencicipinya.


Setengah jam berlalu, Bayu yang tidak benar-benar menemui Dito dan hanya menunggu di dekat loby hotel itu segera berjalan menuju kamar yang sebelumnya sudah di pesan dan di persiapkan Linda untuk dirinya dan Adela, terlebih sepuluh menit yang lalu Bayu juga sudah melihat Adela memasuki lift untuk naik ke kamar hotel sehingga dia hanya bersantai di sana sambil mengulur waktu, membiarkan Adela benar-benar kepanasan dan merasa sangat menginginkan sentuhan setelah meminum obat yang telah di campurkan pada jus yang di minumnya.


Langkah Bayu terasa ringan, sudah dapat di pastikan jika saat ini Adela pasti akan langsung berhambur ke dalam pelukannya saat dirinya masuk ke dalam kamarnya denga kunci cadangan yang di dapatnya dari loby, entah bagaimana dan apa alasan yang di pakai Bayu sehingga dia bisa mendpatkan kunci cadangan yang biasanya tidak pernah di berikan.


Bayu memberi pesan pada Linda jika dirinya sudah akan masuk ke dalam kamar, karena entah mengapa Linda meminta Bayu untuk mengabarinyajika dia akan memasuki kamar yang di persiapkan Linda itu.


Sementara Linda yang kini masih berada di klub dan asik mengobrol bersama Dito juga Irwan tersenyum penuh kemenangan saat ponselnya mendapat pesan dari Bayu.


"Dit, apa kau tau jika asisten mu itu wanita bayaran?" Celetuk Linda tanpa tedeng aling-aling.


"Hati-hati dengan ucapan mu, dia bukan wanita seperti itu!" Ketus Dito.

__ADS_1


Begitu pun dengan Irwan yang langsung memasang raut ketidak sukaannya saat mendengar istrinya mengatakan hal buruk yang keterlaluan mengenai Adela, namun bedanya Irwan tidak berani mengatakan apapun atas fitnah Linda yang di rasa sangat keterlaluan itu.


"aku tidak asal berbicara, bagaimana jika aku bisa membuktikan ucapan ku, apa kau akan memecat asisten murahan mu itu?" Tantang Linda.


"Tunggu, kenapa kau sejak tadi menghina dia terus-menerus, selain itu aku juga merasa kau sangat tidak menyukai asisten ku, sebenarnya ada masalah apa antara kau dan dia?" Tanya Dito sewot, tentu saja dia merasa kesal, karena Linda menuduh Adela yang tidak-tidak, sementara dirinya sangat tahu jika Adela adalah soso wanita yang baik di matanya.


"Bayu bilang, dia sudah membayar asisten mu untuk berkencan malam ini dengan nya, dan acara ini hanyalah formalitas, menyamarkan perjanjian mereka yang juga akan kencan di hotel lantai bawah klub ini." Kata Linda lebih bersemangat saat melihat wajah Dito memerah dan raut amarah di wajahnya tidak dapat lagi dia sembunyikan.


"Apa, maksud mu?" Geram Dito.


"Mau aku tunjukkan sesuatu, bagaimana sifat aslinya asisten mu itu?" Ujar Linda sengan senyum penuh kecurangan.


"Apa yang kamu lakukan pada Adel?" Bisik Irwan yang tidak lagi bisa menahan diri karena takut jika Linda melakukan hal-hal yang membahayakan pada mantan istrinya itu, meski secara agama dia sudah menalak Adel, namun secara negara mereka belum resmi bercerai.


"Ah, kamu juga harus melihat kejutan ku, sayang, ayo,,, kalian ikut aku, jangan tertipu dengan tampang cantiknya, dan kamu juga mas, jangan tertipu dengan wajah polos dan lugu yang selama ini di tunjukkan pada mu." Ujar Linda.


Sebenarnya ada sedikit yang mengganjal di hati Dito, mengapa Linda mengatakan hal itu pada Irwan, seolah Irwan sudah mengenal Adela sebelumnya, namun rasa panik dan khawatir akan diri Adel, membuat dia mengabaikan dan mengesampingkan pertanyaan itu dari benaknya.

__ADS_1


"Ke-kenapa kita ke sini?" Tanya Dito yang merasa heran karena Linda mengajaknya ke lantai dasar dan kini mereka berdiri di depan sebuah kamar hotel.


LInda berpesan juga pada Bayu sebelumnya agar dia tidak sepenuhnya menutup pintu kamar saat dia sudah bersama Adel di kamar itu, karena dia akan memberi tahu Dito agar kakak sepupunya itu melihat kebersamaan Bayu dan Adel, sehingga Dito tidak akan berharap lagi untuk mendekati Adel,karena sudah menjadi milik Bayu seutuhnya.


Tentu saja Linda mau melakukan hal itu bukan hanya sekedar untuk membantu Riska sang adik ipar untuk menjebak Adela dan membantunya mendapatkan Dito dengan cara pintas walau curang, namun dia sendiri juga punya misi untuk dirinya pribadi, dimana dia ingin menunjukkan pada Irwan betapa 'rusak' nya kelakuan Adela yang selama ini masih di puja-puja oleh Irwan walau secara diam-diam.


"Silahkan kalian saja yang duluan masuk, agar mata kalian bisa benar-benar terbuka melihat seperti apa wajah asli Adelia Yunita." Cibir Linda seraya membantu membukakan pintu kamar, atau lebih tepatnya hanya sedikit mendorong handle pintunya saja, dan pintu itu langsung terbuka tanpa perlawanan, karena memang sengaja tidak di tutup sempurna oleh Bayu dengan tujuan untuk memberi akses Linda dan yang lainya masuk.


Dito dan Irwan saling berpandangan beberapa detik, seperti saling mempersilahkan untuk masuk duluan, namun pada akhirnya Dito mengambil inisiatif untuk masuk terlebih dahulu setelah melihat Irwan seperti ragu-ragu untuk melangkahkan kakinya melewati ambang pintu.


Suasana kamar sangat gelap, sampai pada akhirnya Dito menemuka saklar di dinding saat tangannya meraba-raba permukaan dinding kamar karena saking gelapnya.


Ceklek!


Suara saklar lampu terdengar begitu nyaring dalam kamar gelap itu, suara er- rangan yang tadi sayup-sayup terdengar namun tidak tahu dari mana kini sudah dapat terlihat siapa pemilik suara itu, rupanya dua sejoli sedang bergumul di atas ranjang, saking menikmati permainan mereka, sampai-sampai tidak menyadari kehadiran Dito dan Irwan di kamar itu, sebelum lampu menyala, dan setelah lampu meyala mereka baru menghentikan kegiatannya, semua orang yang berada di dalam kamar itu terlihat sama-sama kaget dan tidak percaya dengan apa yang mereka lihat saat ini.


Sungguh mereka tidak menyangka jika akan melihat pertunjukkan yang di luar perkiraan dan membuat semua orang tercengang ini.

__ADS_1


__ADS_2