ANOTHER LIFE ADELA

ANOTHER LIFE ADELA
Anak SMU


__ADS_3

Di kampus para mahasiswi di buat heran sekaligus merasa iri karena tiba-tiba sudah tiga hari belakangan ini Bayu terlihat bersama Riska, mahasiswi yang sebelumnya tidak begitu populer itu kini menjadi bahan perbincangan dan topik obrolan yang hangat di hampir seemua mahasiswi pemuja Bayu, apalagi Riska juga terlihat terang-terangan terus menempel pada Bayu saat mereka berangkat maupun pulang dari kampus.


"Nanti malam akan ada acara ulang tahun kakek ku, apa kamu mau menemaniku datang ke acara itu? Aku akan sangat bosan berada di antara mereka yang selalu membicarakan masalah bisnis di setiap kesempatan," ajak Bayu pada Riska.


"Apa semua keluarga mu pasti datang?" Tanya Riska tiba-tiba bersemangat.


"Tentu saja, siapa yang berani melewatkan acara ulang tahun Teguh Wijaya, mulai dari anak, menantu, cucu dan semua handai taulan wajib datang, mereka juga dengan senang hati untuk datang ke acara meski tidak di undang, biasalah, cari muka, biar bisnis lancar." Cibir bayu yang tidak begitu tertarik dengan dunia bisnis yang di geluti keluarga besarnya itu, untuk itu dia sengaja bermalas-malasan menjalankan studynya di kampus, semakin lama dia kuliah, mak semakin lama juga dia menikmati fasilitas keluarga tanpa harus bekerja keras.


Moto hidupnya selama ini, kalau bisa menikmatinya dengan mudah, untuk apa melakukan hal yang susah?


Bayu memang sungguh berbeda dari Dito yang jiwa bisnisnya sudah terlihat bahkan sejak dia dduduk di bangku sekolah atas, dia sering membantu pekerjaan Anton dan juga kakeknya di kantor, sehingga Dito menjadi cucu kesayangan Teguh di bandingkan dengan Bayu.


"Oke, jam berapa kamu jemput aku?" Tanya Riska penuh semangat, energinya tiba-tiba langsung penuh begitu mengetahui jika nanti malam dirinya akan bertemu dengan Dito di acara, pucuk di cinta ulam pun tiba, tidak sia-sia dia menempel pada Bayu, ternyata usahanya benar-benar tidak


Menghianati hasil.


"Ceria amat yang lagi jatuh cinta!" Ledek Sari saat melihat putrinya yang sibuk berdandan sambil berdendang riang.


Beberapa hari ini Sari melihat Riska di antar jemput oleh Bayu, tentu saja dia tahu kalau Bayu salah satu cucu Teguh Wijaya konglomerat terkenal itu, makanya dia tidak pernah menegur atau melarang Riska untuk pergi, selama pria yang mengajak putrinya pergi adalah orang berduit, dan akan menjamin kehidupannya di masa tua dengan bermandikan uang dan perhiasan mewah.


"Jatuh cinta apa sih, bu?" Elak Riska.


"Itu, tiap hari kamu pergi sama Bayu, pokoknya ibu setuju, pepet terus dia, masa depan mu akan sangat cemerlang, jangan lupa kalau kamu sudah menjadi bagian keluarga Wijaya, depak tuh si Adelia dari perusahaan Dito, mendengar cerita kalian ibu jadi geram dengan kelakuannya." Kesal Sari yang kembali terinmngat cerita Riska dan Linda tentang pertemuan mereka saat di pesta jamuan makan malam Tuan Namoko.

__ADS_1


"Bayu cuma temen kok bu, aku sengaja mendekatinya agar aku bisa lebih dekat dengan Kak Dito, cinta ku masih belum bisa berubah haluan, masih buat kak Dito," ujar Riska sambil senyum-senyum membayangkan nanti malam dirinya akan berusaha mati-matian mendapatkan perhatian Dito, karena Riska yakin kali ini Adela tidak akan ada di pesta itu, mengingat Adela hanya seorang karyawan perusahaannya, semantara yang boleh datang ke cara itu hanya keluarga dan kerabat dekat saja, bahkan kolega bisnis pun tidak ada yang di undang.


"Ah, ibu gak peduli, mau Dito kek, mau Bayu kek, selama itu dari keluarga Wijaya ibu setuju, ibu mendukung penuh." Cengir Sari menyemangati putrinya.


Saat yang di nanti akhirnya datang juga, Bayu berdecak kagum saat menjemput Riska di rumahnya, Riska yang mengenakan gaun sepaha dengan dada terbuka terlihat sangat menggoda iman Bayu yang memang selalu menyukai hal-hal seperti itu, dia sungguh percaya diri jika Riska malam ini berdandan sangat cantik dan sekkssi untuk menarik perhatiannya.


Tanpa Bayu tahu jika Riska melakukan semua itu sebenarnya untuk mendapatkan perhatian kakak sepupunya, yaitu Dito.


"Kamu cantik sekali malam ini, apa kamu berdandan seperti ini untuk ku?" tanya Bayi percaya diri.


Namun Riska hanya menjawabnya dengan senyuman tanpa sepatah kata pun keluar dari mulutnya.


"Oh ayolah cepat kita berangkat, semakin lama aku memandangi mu rasanya aku tidak kuat ingin memakan mu, kamu sungguh panas malam ini, dan terlihat menggiurkan." Bayu mengedipkan sebelah matanya menggoda.


Benar saja kehadiran Bayu dan Riska menyita perhatian para tamu undangan yang hadir, memang bukan hal yang aneh jika Bayu selalu membawa perempuan yang berbeda di setiap acara keluarga, namun kali ini, penampilan Riska yang terlihat sedikit berani dengan pakaiannya yang minim, ketat dan terbuka membuat mata para lelaki di sana melirik daging segar yang sepeti sengaja di pamerkan oleh pemiliknya itu.


Namun bagi Bayu hal itu justru membuat kepercayaan dirinya semakin berambah dimana semua mata memandang wanita yang di bawanya, itu berarti dirinya tidak salah pilih dalam memilih wanita untuk dia pamerkan pada keluarganya.


"Selamat malam semua, perkenalkan saya Riska, saya teman kuliah Bayu." Riska memperkenalkan dirinya saat dia berjabat tangan dengan ayah, ibu dan kakek Bayu.


"Selamat malam om, apa masih ingat saya, saya adiknya kak Irwan," sapa Riska saat Anton seperti tengah mengingat-ingat dimana dirinya pernah bertemu dengan gadis yang di bawa oleh keponakannya itu.


"Ah iya, pantas saja sepertinya aku pernah melihat mu, mungkin karena penampilan mu malam ini sedikit berbeda dari sebelumnya." Tunjuk Anton dengan perubahan penampilan Riska yang terlihat jauh lebih dewasa di banding usianya.

__ADS_1


"Kak Dito mana, Om?" Tanya Bayu enanyakan kakak sepupunya.


Pertanyaan yang sama yang sebenarnya sangat ingin Riska tanyakan sejak tadi pada Anton namun dirinya berusaha menahan diri tidak begitu arogan menunjukkan kalau dirinya mencari Dito, untung saja Bayu mewakili dirinya dengan pertanyaan itu.


Sejak datang tadi, lehernya seakan sudah pegal karena celingak celinguk mencari keberadaaan Dito yang tak juga kunjung ketemu.


"Biasa, Dito bersama para Tetua, dia berbincang mengenai pembahasan yang tidak kamu sukai!" Ledek Anton.


"Ishhh, pasti urusan pekerjaan, menyebalkan! Bahkan saat acara ulang tahun kakek seperti ini masih saja embawa pekerjan, apa di kepala kak Dito hanya da pekerjaan? Pantas saja dia tidak pernah punya pacar!" Gerutu Bayu.


"Oh jangan salah, kali ini ulang tahun kakek terasa sangat istimewa, karena Dito datang membawa seorang wanita muda yang sangat cantik, meski mereka mengatakan masih berteman, tapi kakek harap mereka bisa segera menjalin hubungan lebih dari teman." Timpal Teguh terkekeh.


"Benarkah? Kak Dito membawa perempuan cantik? Aku harus melihatnya, wanita seperti apa selera kakak ku itu," Bayu terlihat sangat bersemangat menemui Dito di susul oleh Riska di belakangnya yang juga tak kalah bersemangat ingin tahu wanita muda seperti apa yang Dito bawa di acara se penting ini, tentu saja wanita ini bukan wanita sembarangan, karena Dito berani membawa dan memamerkannya di acara keluarga seperti ini.


"Kak Dito!" Panggil Bayu, membuat Dito yang sedang serius berbicara dengan beberapa kerabat dekat mereka mengalihkan perhatiannya.


"Mana? Kata kakek, kak Dito bawa cewek cantik?" Tanya Bayu to the point jika itu masalah wanita.


"Urusan cewek aja nomor satu, sebentar, dia lagi ke---(Dito menjeda ucapannya seperti mencari-cari seseorang) nah, itu dia!" Tunjuk Dito.


Seorang wanita dengan gaun babydoll putih se lutut, rambut panjang yang di gerai dengan aksen pita berwarna senada dengan gaun yang di pakainya, dan plat shoes membuat mata Bayu hampir copot melihat kecantikan wanita yang sama sekali tidak mengenakan pakaian sekkssi dan tidak memakai riasan tebal di wajahnya, namun untuk pertama kalinya dia terpesona dengan penampilan sederhana seorang wanita.


"Perkenalkan, ini teman ku, namanya Adel" Ujar Dito memperkenalkan wanita yang telah membuat dada bayu berdebar-debar untuk pertama kalinya.

__ADS_1


"Hai Adel, kamu anak SMU mana? Imut banget sih?" Goda Bayu yang nyaris tidak berkedip sekali pun saat melihat Adel dari jarak dekat.


__ADS_2