ANOTHER LIFE ADELA

ANOTHER LIFE ADELA
Bom waktu


__ADS_3

"Karena aku mantan kakak iparnya!" Celetuk Adela akhirnya membuka tabir yang selama ini di tutupinya dengan rapat itu.


Sontak saja celetukan Adela itu tak hanya membuat Dito merasa kaget, Risa pun merasakan hal yang sama, terlebih dia juga tidak menyangka jika Adela akan berani mengungkapkan kebenaran itu di hadapan Dito, kalau begini ceritanya, Riska menjadi semakin putus asa, dia tidak ingin di benci Dito sendirian, terlanjur basah maka dia juga ingin hubungan Dito dengan Adela hancur berantakan sebelum terjalin.


"Mantan kakak ipar? Apa itu berarti--" gumam Dito berupaya keras untuk menyangkal tebakannya sendiri.


"Iya, dia istri kak Irwan, apa kak Dito tega merebut istri sahabat sendiri? Asal kak Dito tau, Kak Irwan masih sangat mencintai Adel, dia bahkan enggan untuk bercerai dengan nya, hanya saja wanita ini memilih kabur dari rumah karena tidak mau di madu, padahal kalau dia menerima kehadiran mbak Linda, semua akan baik-baik saja, toh mereka juga saling mencintai pada awalnya." Urai Riska memberi cerita menurut versinya pada Dito.


"Benarkah? Apa Kamu benar-benar istri Irwan? Apa suami mu yang kamu ceritakan itu adalah Irwan, sahabat ku?" Dito meminta jawaban dari Adela, seolah berharap wanita itu menyangkalnya dan mengatakan jika semua yang di katakan Riska hanyalah kebohongan.

__ADS_1


"Ya, itu dia. Irwan, sahabat mu suami ku yang telah mencampak kan ku itu." lugas Adela.


"Dia bohong! Kak Irwan tidak pernah mencampakkan nya, dia sendiri yag kabur dari rumah dan sengaja mendekati kak Dito demi untk menaikkan strata sosialnya dan membalas dendam pada kakak ku dengan mendekati sahabatnya." Tuduh Riska dengan lancarnya memfitnah Adela.


Dito mulai termakan hasutan Riska, terbukti dengan tatapan mata pria itu yang kini terlihat sangat tajam, seperti meminta penjelasan pada Adela, benarkah apa yang di katakan Riska itu bahwa dirinya hanya di gunakan sebagai alat untuk Adela balas dendam.


"Apa kau tau sejak awal, jika aku teman baik Irwan?" tanya Dito.


"Ya, aku tau itu, aku melihat mu di ulang tahun Riska," jujur Adela.

__ADS_1


"Lantas kau merencanakan semuanya, termasuk kejadian di klub malam itu? Menjadikan ku tameng dan batu loncatan untuk memenuhi semua keinginan mu?"


"Pertemuan kita aku tdak pernah merencanakannya, demi Tuhan." Elak Adela yang memang dalam hal ini dia tidak pernah merencanakan apapun dlam pertemuan meeka di klub malam itu, semua terjadi begitu saja, dia hanya berpikir jika hal itu memang rancangan indah Tuhan agar Dito menjadi malaikat penyelamatnya hingga saat ini.


"Aku tidak tahu, saat ini aku benar-benar tidak percaya dengan ucapan mu, kau terlalu banyak menyembunyikan banyak hal dari ku, hingga membuat aku krisis kepercayaan terhadap mu." Kata Dito seraya pergi meninggalkan ruangan kerja Adela dengan membawa perasaan kecewa juga marah namun dia sendiri pun tak tau kecewa dan marahnya itu untuk siapa.


Riska tersenyum penuh kemenangan, dia benar-benar merasa puas karena telah membuat Dito membenci Adela, "Kau tidak pantas untuk nya, dan jangan pernah bermimpi untuk memilikinya, sekarang siap-siap untuk kembali menjadi gembel, karena kak Dito pasti akan segera memecat mu dari perusahaan ini, selamat tinggal kakak ipar udik!" Riska melambaikan tangannya sambil terus menyunggingkan senyum bahagianya, karena dia percaya jika Adela akan segera terhempas dari sisi Dito.


Adela terduduk di kursi kerjanya, menghela nafas dalam-dalam, ada rasa sesak dalam dadanya melihat Dito begituu marah pada dirinya tadi, pria itu sudah banyak membantunya, dia sangat merasa tidak enak hati membuat Dito kecewa padanya, hanya saja dia juga bingung, awalnya dia memang sengaja menyembunyikan tentang siapa identitas suaminya karena dia takut Dito tidak jadi memberinya pekerjaan jika tau dirinya mantan istri sahabatnya, meskipun Adela sadar jika hal ini suatu saat akan menjadi bom waktu untuk dirinya yang kapan pun bisa saja meledak seperti sekarang ini, semua terbongkar sudah.

__ADS_1


__ADS_2