Arian & Rin

Arian & Rin
Chapter 12


__ADS_3

Setibanya di apartment aku langsung mandi air hangat dan sambil memejamkan mataku sambil memikirkan hal yang sama aku terus terngiang kata-kata Arian tentang tamu dan kata-kata herby tadi aku pun seketika membuka mataku.


"ya tuhan... Apa ini ? Apa semua ini aku nggak paham apa feeling aku benar kalau Arian juga suka sama aku ? Atau gimana aku nggak paham" aku terus menggumam sendirian di kamar mandi setelah selesai mandi aku melihat ponselku ternyata ada pesan dari Arian.


"Rin.. Dimana ?" aku langsung saja tanpa fikir panjang memijit telepon nya.


"Ian... Aku ingin menanyakan sesuatu sama kamu" karena kalau bicara sama Arian ini harus bahasa baku.


"menanyakan apa ?" Tanya nya tapi apa nggak apa-apa sekarang aku bilang , udah lah dari pada aku penasaran.


"aku.. Em.. Gini, aku ingin bertanya maksud kamu siapa tamu yang menjawab semua yang ada di otakmu itu ian ?" tanyaku agak cemas karena takut dia Marahdi, gak lama menjawab pertanyaanku apakah serahasia itu ?.


"Reynando" katanya.


Berulang-ulang aku terus mengingat-ingat nama itu di pikiran dan hatiku dan ternyata benar itu adalah Reynando."bagaimana kamu bisa ketemu dan kenal sama Rey?" tanyaku yang membuat jantungku sponta dag-dig-dug.


"dia... Teman masa kecilku" katanya yang suaranya mulai mengecil.

__ADS_1


"jadi... ?" tanyaku ragu apakah ian sekarang tau kalau aku nggak pacaran sama Anjasta.


"besok malam jam 7 aku jemput kamu ada sesuatu yang harus kita bicarakan" katanya langsung di tutup teleponnya, akupun menghela nafas dan menjatuhkan badanku ke kasur yang masih di balut kimono itu "ternyata benar dugaanku itu adalah Reynando. Haaa... Aku akan membeli bir kepalaku sakit" aku pun langsung bangun dan beranjak berdiri dan membuka lemari untuk berpakaian dan setelah itu aku langsung keluar.


 


Aku memakai jaket yang agak tebal aku berjalan menuju minimaket, setibanya di minimaket aku mengambil beberapa bir kaleng, membayarnya, kemudian pergi. Aku terus terbayang semua yang terjadi hari ini membuat kepala dan hatiku ingin pecah.


"eh sorry sorry" aku pun menyenggol seseorang dari arah berlawanan karena aku terlalu kepikiran.


"Rin...!!" teriak nya seorang laki-laki ternyata, yang tadi kesenggol itu aku menoleh ke arahnya ternyata itu Reynando.


 


"eumm.. Ya baik baik.. Gimana kamu ?" kataku yang seperti di introgasi pertanyaan yang sangat berat padahal dia tanya kabarku saja.


"baik.. Eum.. Gimana sama Arian ?" tanyanya.

__ADS_1


"ah.. Yah begitulah , Rey aku pengen tanya sesuatu" kataku.


"silahkan" sambil menyeringai.


"apa kamu akhir-akhir ini ketemu sama Arian ?" tanyaku yang sebenernya gugup.


"iya, terus ?" tanyanya yang enteng itu.


"kamu, ngomong apa aja sama Arian ?" tanyaku, dia yang menatap dalam mataku agak lama menjawab pertanyaanku.


"ah.. Em.. Aku.." membenahi posisi duduk nya menjadi agak condong kedepan "tentang Anjasta" aku mau ngomong, Rey langsung memotong nya.


"dan kau tau kan kalau Arian itu pintar ? Dan dia pasti sedang mencari tau apa yang seharusnya dia tau, kamu nggak perlu cemas aku tidak bicara yang nggak-nggak ke Arian kok , aku cuman.. Yah membuat dia berfikir" kata-kata nya yang membuatku kepikiran dari pagi ini ternyata jawaban utama nya ada di Rey.


"berfikir untuk apa ? Tentang apa ?" tanyaku yang penasaran.


"eum.. Gini, aku sih tau kamu nggak mungkin balikan lagi sama Anjasta karena dia itu playboy dan aku yakin kamu tau itu , dan yah mungkin Arian sudah tau jawaban nya sekarang" diapun langsung pergi tanpa pamit aku hanya diam saja karena akupun sudah tau topik apa yang akan Arian bicarakan besok, aku pun memegang kepalaku dengan kedua tanganku , akupun langsung saja membuka satu bir ini dan meminumnya kemudian menghela nafasku berat arrgghh!! apa yang Arian katakan besok apa dia akan tidak percaya lagi padaku ? Ahh sudahlah aku akan minum banyak bir hari ini.

__ADS_1


Akupun langsung berdiri dan berjalan  pulang sambil membawa bir.


***


__ADS_2