Arian & Rin

Arian & Rin
Chapter 15


__ADS_3

Sepulang dari cafe Arian mengantarkan kembali Rin ke apartment nya.


"oh iya tau nggak waktu 9 tahun lalu temen aku pernah ngomong 'Kamu nggak suka sama Arian padahal dia tuh ganteng banget' terus aku jawab yang intinya bukan suka lagi aku sangat mencintainya dan kalau jodoh mah nggak akan kemana" kataku yang membuat Arian ketawa.


"kamu kenapa bisa suka sama aku ? Padahal dulu tuh yah anak MB pada cantik-cantik lho terus sedangkan aku.." dipotong pembicaraanku sama Arian.


"jangan lanjut" katanya.


"kenapa ?" tanyaku.


"aku paling tidak suka membicarakan kekurangan kamu, kamu mau tahu kenapa aku memilihmu ?" katanya yang membuatku terdiam dan hanya mengangguk saja ketika ia bertanya.


"karena kamu berbeda dari yang lainnya kamu baik,pintar,cantik,nggak lebay,nggak pernah ngatur aku, dan pertama kali aku liat kamu itu jutek banget, iya sudah aku jadi mencintaimu" jelasnya yang membuatku bahagia setengah mati, jantungku seakan-akan hampir copot tapi aku hanya mengungkapkan nya lewat senyumku yang lebar, akupun tertunduk malu.


"hehe.. Makasih Arian, aku sih emang sebelum kenal kamu sifatku udah jutek sama laki-laki haha" pengakuan ku yang membuat Arian tersenyum dan akupun juga, sesampainya di apartmentku aku langsung turun.


"aku nggak bisa antar kamu sampai depan pintu apartmentmu yah aku ada urusan, nanti sore aku kesini lagi" katanya sambil memberikan senyuman padaku.


"iya nggak apa-apa, iya udah hati-hati yah" kataku sambil melambaikan tanganku ke arah jendela yang ia buka lebar dia pun melambaikan tangannya padaku, aku berjalan menuju lobby dan tiba-tiba.


"eh astaga dompet ku ketinggalan di mobilnya ian, mana udah jauh lagi" aku melihat ke arah jalan yang Arian lewati dan ternyata udah jauh banget iya udah lah ntar sore juga kesini aku chat aja "yang, dompet ku ketinggalan di mobil kamu ntar sore bawa yah" kataku dalam pesan itu, aku masih di lobby tiba-tiba.


"Rin.." suara laki-laki yang tak asing di telingaku ini membuatku tertegun.


"Anjasta.." gumamku ..


 


...


 

__ADS_1


"Ketinggalan ?.. Oh iya ini, astaga ceroboh sekali dia, ntar sore yah lama lah kalau dia kelaparan gimana, antar aja sekarang lah" Kata Arian yang membelokan kembali mobilnya dengan cepat.


 


...


 


Aku yang duduk di sofa lobby bersama Anjasta ia menjelaskan yang terjadi "Rin tolong maafin aku, aku nyesel udah sia-siain kamu waktu dulu, kasih aku kesempatan buat balikan lagi sama kamu please Rin" dia memohon-mohon sambil merengek.


"Jas!! Stop!! Aku nggak bisa~ aku udah punya pengganti kamu yang lebih baik dari kamu yang setia sama aku yang pastinya dia buat aku nyaman dan bahagia" jawabku yang membuatku menangis tiba-tiba Arian datang.


"Rin.. Siapa ini ?" tanyanya yang membuatku kaget langsung berdiri Anjasta pun ikut berdiri, keadaanku masih menangis Arian melihat ke arahku dengan teliti sambil mengusap air mataku kemudian Arian melihat kearah Anjasta penuh kesel.


"loe!!.." Kata Arian sambil menunjuk kearah mukanya.


"sudah tak salah lagi loe Anjasta mantannya Rin!!!" katanya yang membuat Arian kepancing emosi.


"gue pacarnya!!" disitu Arian langsung berantem sama Anjasta.


"heii heii!!! Stopp stopp!!!" nada tinggi ku membuat Arian dan Anjasta berhenti berantem, aku menangis tersedu-sedu dan terduduk sambil menutup mukaku dengan kedua tanganku.


"aku capek tau nggak, capek!!!" aku beranjak berdiri dan lari menuju apartment ku , Arian dan Anjasta memanggil-manggil namaku tapi aku tak menoleh sedikit pun aku mendengar Arian berbicara.


"diam loe disitu" dan seperti nya Arian dan Anjasta berantem tapi aku nggak mau urusan biarkan saja mereka puas-puasin berantem, Arian terus membuntutiku sampai depan pintu apartmentku tanpa aku tutup dia menutupnya sendiri dia terus manggil-manggil namaku tapi aku terus cemberut dan tidak mendengarnya.


"Rin.. Dengerin aku dulu, maafin aku" aku berhenti terpatung di sofa.


"kamu itu udah dewasa, jangan buat malu!!" kataku marah amat marah.


"aku janji aku tidak akan mengulanginya lagi" dia memohon-mohon sambil memegang tangan ku.

__ADS_1


"iya udah jangan di ulang lagi, ya udah mana dompet aku?" dia menyodori dompet ku, aku langsung mengambilnya penuh kesal.


"ya udah pulang sana, awas aja kalau sampai aku liat lagi kamu berantem sama Anjasta aku nggak maafin kamu" ancamku pada Arian , dia hanya mengangguk.


"ntar aku kesini lagi sore yah ?" katanya.


"iya.." kataku ketus.


"jangan marah lagi dong sayang" bujuknya.


"iya nggak, hati-hati di jalan" kataku yang nada kuusahakan mereda.


"iya udah, bye sayang" dia mencium keningku dan diapun pergi


 



 


Keesokan harinya Anjasta pun datang kembali dia sedang duduk di kursi lobby, aku yang berniat untuk membeli sarapan pagi itu jadi mengurungkan niatku dan kembali ke kamar dan menelepon repressionis untuk tidak memberi tahu nomor kamarku, dan Arian pun seperti biasa suka ngajak aku breakfast "sayang bisa ke lobby dulu sebentar" dia nge-chat ke aku, emangnya udah nggak ada Anjasta , tapi tanpa fikir panjang lagi aku langsung ke lobby.


 


...


 


Sampailah di lobby aku melihat Anjasta dan Arian sedang duduk berdua dengan ekspresi wajah yang serius kemudian aku menghampiri mereka dan aku melihat kearah kedua wajah mereka Arian dan Anjasta serentak berdiri "kita sarapan bertiga sekalian ngebahas kemarin" Arian menatap mataku dengan tersenyum sedangkan saat Arian menatap Anjasta ekspresi nya asem,kecut,pait, pedes banget. 


***

__ADS_1


__ADS_2