Arian & Rin

Arian & Rin
Chapter 16


__ADS_3

Sampailah di cafe aku,Arian dan Anjasta pun mulai mencari tempat duduk setelah itu kita memesan beberapa makanan dan minuman, sumpah demi apapun suasana nya nggak enak banget di depan aku ada Anjasta mantan aku di sebelah kanan aku ada Arian pacarku sendiri, tiba-tiba Arian pun memecahkan kesunyian dengan mengucapkan 'jadi..' pada Anjasta "coba loe cerita, supaya gue bisa paham" Kata Arian yang telah menelan makanan nya terlebih dulu sambil tatapannya mengarah ke Anjasta penuh tegas, Anjasta pun agak canggung.


"jadi dulu itu gue emang niat buat mengakhiri semua sama Rin dengan cara lost contact, dan dulu.. Gue juga pacaran bukan sama Rin aja, tapi.. Makin hari gue makin kepikiran sama Rin jadi gue memutuskan untuk balikan lagi" jelasnya Anjasta yang membuat aku makin sakit hati mengingat kejadian itu.


"tapi cara kamu itu salah Jas!! Kamu udah buat aku kayak orang bego dulu!!" jawabku yang penuh kesal dan bergelinang air mata.


"nah.. Dan loe sekarang udah tau kan kalau Rin udah punya gue, gue berencana menikah sama Rin beberapa bulan lagi, jadi tolong loe jangan ganggu Rin lagi. Kalian boleh menjadi teman tapi kalau loe bikin dia nangis hidup loe nggak bakal tenang ngerti!!!" ancam Arian yang sembari menunjuk kearah mukanya, sedangkan Anjasta tertunduk malu.


"heh!!! Loe itu laki-laki atau perempuan sih ? Nggak ada gentleman nya banget, nggak sopan lagi orang lagi ngomong itu diliat mukanya jangan nunduk gitu!! Jas!! Loe itu emang nggak pernah menghargai orang yah!!" Arian yang udah setengah mati emosi sama Anjasta.


"ian udah kita pergi aja dari sini" aku langsung berdiri sambil memegang tangan Arian, Anjasta pun masih terduduk dalam keadaan tertunduk malu.


 


...


 


Aku dan Arian pun berjalan menuju apartment ku "2 hari ini aku tuh pusing mikirin hal yang nggak berguna tau nggak!!" marahku yang membuat Arian diam tak bersuara.


"iya maafin aku yah aku emang salah Rin, jam 7 malam ada acara dinner ntar aku jemput" katanya yang membuatku berhenti.


"kenapa berhenti ?" tanyanya.


" kamu itu nggak pernah tanya aku mau atau nggak yah, aku lagi nggak mau dinner" kataku yang ketus membuat Arian menghela nafas.

__ADS_1


"baiklah, aku nggak akan paksa kamu" dia langsung menggandeng tanganku.


"Arian" sapaku.


"iya ?" sambil berjalan dia tak memalingkan wajah nya padaku, apa dia marah karena aku menolak dinner nya ?.


"Kamu marah ?" tanyaku


"tidak" jawabnya ssingka.


"kalau kamu menolak dinner ku, aku harap tawaranku yang sekarang tidak kau tolak" dia membuka pintu mobil dan menyuruhku masuk.


"mau kemana ?" tanyaku bingung.


"lihat saja nanti" katanya tanpa melihat kearahku ia fokus pada jalanan di depan dengan kecepatan 100 km/jam.


 


 


Sampailah disuatu toko diamond.


"diamond?" tanyaku heran, tapi dia tetap saja majang muka cool tanpa senyum sambil memegang tanganku erat, kemudian dia melepas tangannya dari tanganku, kemudian dia berbicara pada perempuan yang menjual diamond itu.


"cincin yang saya pesan 3 hari lalu sudah siap ?" tanyanya.

__ADS_1


"atas nama siapa ?" sembari tersenyum.


"Stefan Arian" kemudian perempuan itu memberikan sekotak kecil warna biru di hias pita putih di atasnya.


"terima kasih" Kata Arian dan perempuan itu hanya tersenyum saja, diapun langsung berdiri di hadapanku dan.


"Rin.. Untuk kali ini aja aku mohon" katanya , dia tiba-tiba bertekuk satu lutut di hadapanku.


"ok guys, please pay attention, I will propose to the woman I love and love, I will not be able to do nothing without her.. Rin.. Kasihku.. Belahan jiwaku.. Well you marry me ?" Stefan Arian.. Pria yang di idaman wanita sekarang dia menjadi milikku tidak ada sedikitpun milik orang lain di hari ini Arian menjadi calon suami ku ? Ya tuhan aku sangat senang sekali, aku mulai bergelinang air mata dan aku menutup mulutku dengan kedua tanganku aku melihat ke sekeliling banyak orang yang menunggu jawaban dariku dan aku hanya menganggukkan kepala sambil tersenyum haru, Arian langsung berdiri dia memasangkan cincin itu di jari manis tangan kiriku itu artinya aku adalah sah tunangan nya calon istri nya oh my god aku benar-benar tidak percaya ini dia tersenyum lebar kemudian dia mencium bibirku di tengah keramaian toko diamond ini dan memelukku erat.


"makasih sayang , makasih banyak.. I Love You" masih memelukku kemudian melepas pelukannya dan mencium keningku , kita pun di iringi kepuk tangan yang meriah dari orang-orang yang ada di sini dan beberapa ucapan selamat.


"thank you guys" Kata Arian sambil melambaikan tangannya pada semua di iringi jalan menuju pintu keluar sambil mengandeng tanganku.


 


Sesampainya di apartmentku "aku ada urusan hari ini kamu istirahat aja yah, maafin aku yang kemarin aku nggak bermaksud buat kamu kepikiran, nggak karuan atau apalah, percayalah pada malam hari ini aku tak akan bisa tertidur, I Love You sayang" katanya yang membuatku sumpah demi tuhan nggak bisa ngomong tapi aku berusaha berbicara.


"I love you too Arian" kataku, diapun memelukku erat dan pergi sambil melambaikan tangannya dengan jarak 5 kaki dari ku sambil tersenyum padaku akupun ikut tersenyum.


 


...


 

__ADS_1


Malam harinya aku terus terngiang kata-kata Arian yang tadi pagi sungguh seperti mimpi rasanya aku tak ingin melewatkan hari ini tanpanya, apakah benar dia sedang tidak bisa tidur malam ini ? Kalau aku telepon pasti yang ada nanti susah tidur.. Good night Arianku.. Calon Suamiku.. Nice dream.. Akupun memejamkan mataku dan tertidur.


***


__ADS_2