
Malam hari yang begitu berbeda dari yang lain nya , dingin, takut, dan tak nyaman.. Arian.. Bangunlah.. Aku sangat merindukanmu aku ingin kamu melihatku dan memanggil namaku lalu kau berkata ~aku tak apa sungguh tak apa karena selama masih ada kamu di sini aku sungguh baik-baik saja percayalah kamu adalah nyawaku~ .
Siang ini aku masih menunggu nya hingga sadar dia hangat tapi tak bergerak matanya pun tertutup "Arian.. Walaupun matamu tertutup aku yakin kau bisa mendengarkanku.. Sayangku.. Suamiku.. Kau tau pasti dengan bagaimana keadaanmu dulu hingga saat ini, tampanmu itu tak ada duanya aku benar-benar sangat sangat sulit untuk membandingkan kekuranganmu dengan pria lain dan dari 9 tahun lalu hingga saat ini aku melihatmu dan kau mendengarku, hatiku masih tetap mencintaimu stay with you . takkan pernah beranjak sedikitpun" kataku yang berbicara padanya yah walaupun dia tidak melihatku tapi setidaknya dia mendengarkanku karena cintaku tulus tanpa paksaan.
-Aku harap waktu yang nanti kan buktikan seberapa lama cinta ini kan bertahan dan kepada dunia kan ku tunjukan bahwa cintaku tulus tanpa paksaan-
...
Ayah dan ibupun datang pukul : 11:08 , membawa pakaian dan makanan untukku.
"sayang ini ibu bawain pakaian ganti sama bawain Perkedel kentang kesukaan kamu" Kata ibu.
"Kamu bersih-bersih dulu aja biar ibu sama ayah yang tungguin Arian" Kata ayah padaku.
"iya yah Bu.. Aku mandi dulu yah" kataku sambil menuju ke kamar mandi.
"iya nak" Kata ibu sambil duduk di kursi bekas aku duduk akupun langsung masuk ke kamar mandi.
...
Akupun di dalam kamar mandi tiba-tiba menangis aku bener-bener takut kehilangan Arian semoga saja Arian nggak apa-apa ya tuhan, tiba-tiba aku mengingat Herby temanku yang di Aussie.
"setelah ini aku akan telepon dia" kataku sendiri .
...
Setelah itu akupun keluar dari kamar mandi "yah Bu tunggu bentar yah aku mau telepon temanku yang di Aussie" kataku.
"iya nak" Kata ayah dan ibu . akupun langsung meraih ponselku di tas dan keluar dari ruangan, akupun duduk di depan ruang rawat Arian .
...
__ADS_1
Tut.. Tut.. Tut.. Tut..
Hallo Rin..
"Herby.. Kamu sibuk nggak ?" tanyaku padanya.
" kenapa rin ? Nggak kok santai nih" katanya.
"aku mau ngobrol sesuatu sama kamu" kataku.
"iya ada apa Rin ?, kok kedengerannya nggak enak sih ?" tanyanya.
"Arian kecelakaan lalu lintas, dan sekarang dia masih kritis By" kataku yang sambil nangis lagi.
"apa !!?, ya tuhan.. Kok bisa gitu ? Tapi dia nggak apa-apa kan ? Nggak ada yang parah banget kan ?" Kata Herby begitu cemas pada kondisi Arian.
"dia ngalamin benturan keras di kepalanya, di bagian kulit paha dan lengannya robek jadi di jahit" kataku.
"ya ampunn.. Sabar yah Rin aku doain semoga Arian lekas siuman sorry banget aku nggak bisa jenguk ke Indonesia aku banyak urusan banget belakangan ini , hari ini tuh kebetulan aku lagi santai di rumah nanti malam sibuk lagi sorry banget yah" jelasnya padaku bahwa dia tidak bisa datang karena sibuk.
"iya By nggak apa-apa aku paham kok makasih yah buat semuanya 3 bulan lagi aku balik ke Aussie ok" kataku.
"iya iya Rin turut bersedih yah" katanya.
"iya By, makasih , udah dulu yah By aku mesti tungguin lagi Arian" kataku.
"ok bye" .
...
Akupun masuk lagi ke dalam ruangan dan melihat ibu dan ayah sudah beranjak dari duduknya "lho ibu sama ayah mau kemana ?" tanyaku.
"hmm.. Ibu sama ayah pulang dulu nak, kamu nggak apa-apa kan disini sendiri ?" Kata ibu padaku.
"iya bu nggak apa-apa kok hati-hati yah bu ayah" kataku.
"iya nak, jaga dirimu" Kata ayah sambil menepuk pundakku dan beranjak keluar bersama ibu.
"pasti" kataku.
...
__ADS_1
Kini aku kembali berdua bersama Arian.. Iya Arianku .. Cepatlah bangun aku sangat merindukanmu yang dulu.. Senyummu, tawamu, gayamu semuanya tentang kamu aku sangat sangat mencintaimu Arian.
Tiba-tiba telunjuk kanannya bergerak pada saat aku memegang tangan nya.
"ariann.. Kamu sadar ? Sebentar aku panggil dokter dulu.." akupun bergegas keluar dan sambil berteriak nama dokter, aku tak bisa meninggalkan Arian sendiri disini. Dokter pun langsung bergegas jalan masuk ke ruangan Arian.
"tadi jari telunjuk kanannya bergerak dok, coba di check" kataku pada dokter , dokterpun memeriksa Arian dengan seksama dan sambil mengerut-ngerutkan dahinya akupun cemas dan bercampur aduk sedikit gembira melihat Arian menggerakan jari telunjuk kanannya itu, tiba-tiba Arian pun memanggil namaku dengan lirik yang berat.
"Rin.." katanya lirih, akupun langsung memegang tangannya.
"sayang.. Ini aku disini aku selalu di sini, gimana dok keadaan suami saya ?" tanyaku pada dokter.
"sudah mulai membaik tapi masih ada sedikit bekas-bekas nyeri apalagi di bagian kepala dan ini belum sembuh total harus berjalan proses pemulihan sekitar 5 hari- 1 minggu, jika dalam waktu 5 hari sudah sembuh bisa di bawa pulang jika tidak mungkin 1 minggu" jelas dokter padaku.
"iya syukurlah kalau gitu, saya tenang sekali dan semoga saja dalam waktu 5 hari ini Arian bisa pulang" kataku.
"iya nyonya, kalau begitu saya permisi dulu" Kata dokter.
"iya dok, terima kasih" kataku dan dokter itupun bergegas keluar dari ruangan, akupun mengelus-elus rambutnya Arian dan mencium keningnya.
"aku yakin dan percaya sama kamu, kamu pasti kuat Arian , I Love You" kataku yang melihat ke arah mata Arian yang masih terlihat sangat berat untuk di buka lebar tapi dia sudah bisa berbicara walaupun kata-kata nya masih terpotong-potong karena berat.
"aku.. Juga.. Sayang.. Kamu.. Rin.. Aku.. Mau.. Kita.. Terus.. Bersama.. Hingga.. Kita.. Di pisahkan.. Oleh.. Maut.." katanya yang terus menghirup nafas berat.
"iya sayang aku juga sama kita akan hidup dan mati bersama yahh, bentar aku mau telepon mamah dan papah kamu, setelah itu aku telepon ibu dan ayah juga ok, sebentar yah sayang" kataku sambil mengelus-elus rambutnya, Arian pun hanya mengangguk saja akupun tersenyum haru melihatnya nya.
...
Akupun langsung menelepon mamahnya Arian "hallo mah.. Arian udah siuman, mamah cepat kesini yah" kataku dalam telepon.
"syukurlah ya tuhann... Iya iya nak mamah sama papah kesana sekarang yah" katanya.
"iya mah hati-hati yah" kataku "iya nak iya" akupun langsung menutup telepon nya dan langsung menelepon ibu agak lama di angkat nya jam jam segini sih ibu memang sibuk banget sama kerjaan rumah sih.
"hallo sayang.. Ada apa ?" Kata ibu.
"bu.. Arian udah siuman ibu sama ayah datang yah" kataku.
"syukurlah.. Ya sudah ibu sama ayah kesana yah sayang ibu mau beresin kerjaan rumah dulu sedikit lagi" tuh kan ibu jam jam segini memang sibuk sama kerjaan rumah(dugaanku).
"iya bu.. Hati-hati yah di jalannya, dahh" kataku.
"dahh sayang" langsung ku tutup teleponnya dan tiba-tiba terlintas Herby akupun langsung menelepon nya tapi nggak di angkat mungkin dia sedang sibuk , oh Iya Reynando gimana kabarnya yah , nanti coba aku telepon deh fokus dulu satu-satu biar tenang .
__ADS_1
***