Arian & Rin

Arian & Rin
Chapter 46


__ADS_3

Arian pun tidur di kamar sebelah..


 


"wanita itu sudah membuat rumah tanggaku hancur, sedangkan aku tak mengenal wanita itu"


 


Arian terus berfikir keras semalaman, tapi belum juga menemukan jalan keluar.


 


"duh.. Kepala aku sakit" sambil memegang jidatnya, tanpa fikir panjang Arian pun memutuskan untuk tidur.


 


Keesokan harinya pukul : 08.36 AM


 


Akupun langsung turun kebawah untuk sarapan


 


"kok Arian belum bangun yah jam segini ?" kataku sendiri.


 


Akupun langsung kembali ke atas memastikan dia sedang apa, Setelah aku membuka pintunya, Arian sudah tergeletak di lantai dengan banyak darah di lengan dan lantai


 


"astagaaa!!! AAAARRIIIAAANNN!!!!" akupun kaget, syok, sedih, dan merasa bersalah padanya, akupun menangis dan pembatuku pun sudah ada di belakangku dan akupun menyuruhnya untuk mengambil ponselku di kamar sebelah untuk menghubungi ambulance.

__ADS_1


 


15 menit kemudian ambulance pun datang dan menggendong Arian ke bawah dan memasukannya ke mobil Ambulance termasuk aku yang mendampinginya, aku terus berkata pada Arian yang setengah sadar itu.


 


"sayang.. Kenapa ?? Apa yang terjadi ??" tanyaku cemas.


"kepalaku sakit Rin" nada bicara yang berat.


 


Hingga akhirnya diapun koma.


 


Sampailah di RS, Arian di masukan ke ruang ICU, akupun stres tak enak duduk sampai nangis panik, aku tidak memberi tau keluarga tentang ini, aku takut.


 


 


Setelah di fikir-fikir beberapa menit aku coba mengunjungi rumah Herby untuk menceritakan hal tersebut.


 


.


.


.


 

__ADS_1


"(Tokk..tokk..tokk..tokk) By... Ini aku Rin.. (tokk..tokk..tokk)" akhirnya dibukalah pintu rumahnya Herby oleh Rin.


 


"Herby!!!...." teriakku di rumahnya herby.


 


Akhirnya Herby pun keluar dari dapur..


 


"ehh, Rin.. Ada apa ? Sorry yah tadi aku lagi di kamar mandi" Herby pun akhirnya menyuruh Rin duduk.


"aku mau cerita ke kamu By.. Ian masuk RS" kataku


"hah!!? Kok bisa ?? Kenapa ??" Herby pun kaget.


"sebelum nya ada perempuan datang dia lagi hamil, dia warga negara indonesia, dan katanya si perempuan itu bayi yang di kandungnya adalah anak Arian, sontak aku kaget, syok, sakit hati banget pokoknya, dari situ aku renggang sama Arian, tidur juga pisah kamar, pas pagi tadi kan biasanya Arian suka bangun duluan, pagi tadi nggak, yah aku otomatis susulin dia ke kamarnya dan ternyata dia udah jatuh di lantai penuh darah berceceran aku kagett banget, aku nggak ngerti ini sebenernya apa ? Ada apa ? Aku nggak ngerti sama sekali" curhatku sambil nangis.


"ya tuhan.. Kok bisa yah perempuan itu tau tempat tinggal kalian ? Kan kalian baru pindahan, dan aku sih nggak percaya kalau Arian hamilin perempuan lain, aku mungkin bisa ngasih saran doang ke kamu, lebih baik kamu positive thinking, karena selama 9 tahun kalian kenal, kamu pasti udah paham betul Arian gimana, jadi jangan ambil kesimpulan sendiri untuk Arian mutlak bersalah sedangkan buktinya belum jelas, coba kamu fikirin lagi, renungin lagi, apa ada orang yang di benci kalian ?" kata Herby.


"benci ?? Mm... Benci... Apa jangan-jangan ?" sontak fikiranku tertuju pada Rey.


"jangan-jangan apa Rin ?" tanya Herby.


"aku ada urusan dulu By.. Ntar aku hubungi kamu" kataku.


"yaudah kamu hati-hati yah"


"oke"


 

__ADS_1


Aku bergegas pergi ke kantor polisi untuk bertemu Anjasta kemudian aku akan mengeluarkan Anjasta dan memancing kebusukan Reynando.


***


__ADS_2