Arian & Rin

Arian & Rin
Chapter 42


__ADS_3

Keesokan harinya.. Pukul 10:05 AM


“Sayang.. kita sarapan dulu, ini aku udah beliin makanan buat kamu” katanya, aku masih tertidur dan mataku juga enggan rasanya untuk di buka, pas di lihat Arian sudah seger, sudah rapi rambutnya di jambulin pula aku meniliknya sambil mengerutkan dahiku.


“kok udah rapi ? Mau kemana ? Ini kan masih pagi” kataku yang sambil mengucek-ngucek mataku dan melirik ke arah jendela.


“masih pagi matamu masih pagi, ini itu udah jam 10 siang sayang, ayo bangun, makan terus mandi aku mau keluar dulu beli bir sama cemilan buat kamu” katanya sambil memegang tangan ku niatnya untuk menarikku bangun.


“emang kamu mau kemana ?” tanyaku.


“aku mau selingkuh dulu” sambil ketawa garing, akupun mengerutkan dahiku sambil manyun menahan marahku.


“sana pergi! Aku mau tidur lagi aja!” kataku sambil berbalik badan.


“kita jalan-jalan sayangku.. Masa iya aku selingkuh kan aku udah janji akan selalu sama kamu sampai akhir nafas kita” katanya sambil mengelus-elus rambutku, akupun tersenyum tanpa dia ketahui, dan aku balik badan pura-pura marah sama dia.


“terus.. Kamu rapi gini mau kemana !?” kataku ketus.


“emm.. Aku mau ajak kamu ke pantai  hari ini” katanya sambil tersenyum.


“ke pantai ? Pakaian rapi kayak gini ?” kataku, dan seketika aku diam dan mengingat kembali dari awal juga Arian kalau kemana-mana selalu pakaian wibawa , rapi dan elegant , dengan baju panjang bahan rajutan warna cokelat berkerah, baju lengannya di biarkan tersusut di sikutnya, celana jeans hitam dan sepatu putih nya itu.


“terus, emang kenapa ? Salah ? Emm.. Atau aku ganti aja ke yang lebih santai lagi ?” katanya yang sambil beranjak berdiri dari kasur.


“ehh.. Nggak usah, nggak apa-apa gini aja, aku suka kok aku sarapan dulu yah” kataku sambil beranjak bangun dari kasur dan keluar dari kamar menuju ke ruang tamu.


Sarapan pun selesai dan mandi pun sudah aku dan Arian pun berangkat “eh, ini mobil siapa Arian ?” kataku heran.


“ini mobil aku, emm.. Aku ceritain di dalam deh, ayo masuk dulu” katanya sambil di bukakan pintu mobil nya untukku, akupun masuk dan dia pun masuk diapun menjalankan mobilnya.


“kamu beli Lamborghini ini ? Kok hambur sih ? Kita kan bisa naik taxi atau sewa mobil” kataku agak kesal.


“dengerin dulu makannya, jadi gini aku nggak beli mobil ini dan ini emang udah ada dari semenjak sebelum kenal sama kamu, dan tadi pagi-pagi banget papah telepon aku kalau mobil ini udah selesai di perbaiki tadi jam 7 pagi bawahanku antar mobil ini, dan juga rumah yang ada disini akan segera selesai 1 minggu lagi, jadi setelah 1 minggu kita nggak nginep lagi di hotel tapi di rumah begitu” jelasnya yang membuatku terdiam menatap Arian.


“dan lagi rumah dan mobil ini atas nama aku setelah kita udah tinggal di rumah , aku akan urus sertifikat rumah mengganti nama jadi atas nama kamu beserta mobilnya, yah aku tau kita emang bakal jarang ke bali tapi tahun depan aku bakal sibuk di bali untuk project baru sama klaen, dan setiap 2 bulan sekali atau 1 bulan sekali aku bakal pulang ke Aussie buat bareng sama kamu” katanya yang membuatku terdiam tanpa kata dan aku nangis haru aku benar-benar nggak percaya kalau ini semua terjadi padaku.


“Arian..” kataku masih melihatnya kemudian aku tersenyum.


“aku..” kataku yang terus memandang nya.


“kenapa sayang ?” katanya sambil menghentikan mobilnya, akupun langsung mencium pipinya dan memeluk nya.


“aku nggak tau mesti ngomong apa sama kamu, aku benar-benar bahagia , yah.. Demi tuhan aku bahagia banget sama kamu, makasihh banyak sayang” kataku yang terharu sambil memeluk nya, diapun tersenyum sambil mengangkat halisnya.


“iya iya sayang sama-sama kita keliling dulu ke kota bali yah, setelah itu kita ke pantai malamnya kita dinner ok” katanya sambil tersenyum.


“iya..” kataku tersenyum kitapun tertawa bahagia, tiba-tiba akupun langsung terlintas tentang kejadian Arian yang menanyakan Anjasta.


“ian..” kataku.


“iya ?” diapun sambil menyetir mobil nya diapun menoleh kearahku.


“aku udah fikirin tentang Anjasta, iya biarkan saja dia keluar penjara” Diapun langsung terdiam.


"apa kamu sudah bulat mengatakan hal ini Rin ?" Tanya Arian.


"iya ian.. Lagian yang lakuin itu bukan keinginannya Anjasta kan, yang seharusnya di penjara itu Rey bukan Anjasta" kataku, diapun mengelus-elus rambutku sambil tersenyum.


"kamu tenang aja, selagi ada aku kamu aman yah sayang"

__ADS_1


.


.


.


"Mau kemana dulu nih ?, kita sarapan dulu aja yah gimana ?" katanya.


"iya nih aku lapar banget" kataku sambil mengelus-elus perutku.


 


Sesampainya di restoran kitapun keluar dari mobil dari sebelah kananku tiba-tiba ada yang mengambil tasku.


"ehh ehh.. Iaann iaannn tas aku di curii itu!!!" akupun kaget dan nggak karuan, Arian pun langsung lari sekencang-kencangnya buat ngejar si pencuri itu , aku yang langsung masuk dulu ke mobil disitu aku udah stres lagi sumpah takut Arian kenapa-napa.


"ya ampunn.. Ada aja masalah, aduhh ariann.. Semoga kamu nggak apa-apa Arian”



 


Arian pun terus berlari hingga akhirnya Arian pun dapat kerah baju pencuri itu kemudian pencuri itu mencoba melawan dan menonjok Arian tapi Arian mampu mengelak dan Arian pun menonjok Hulu hati si pencuri hingga si pencuri itupun tergeletak di jalan arianpun menarik kerah baju depan si pencuri kemudian Arian memberikan nya pukulan bertubi-tubi di wajah pencuri hingga berlumuran darah , dan si pencuri itupun terkapar tak bisa melawan lagi Arian.


"balikin tas istri gua!! Loe udah salah sasaran nyuri barang orang, persetan loe!!" sambil berdiri dan merebut tas Rin menatap ke arah pencuri itu dengan sangar , muka Arian pun berkeringat dan banyak darah.


"apa ada yang nyuruh loe hah !? Jawab gua !!" Kata Arian sambil bertekuk lutut di samping terkaparnya si pencuri itu.


"saya hanya di suruh sama mas reynando, katanya dia marah karena papahnya di pecat oleh atasannya" katanya sambil terbata-bata dan menahan rasa sakit.


"emang bener-bener gila itu Reynando" gumam nya Arian sambil emosi, Arian pun langsung pergi berlari kembali ke restoran itu sambil membawa tasnya Rin.



 


"ya ampun.. Sayang.. Aku cemas banget sumpah" kataku sambil melepas pelukanku.


"aku nggak apa-apa, iya udah kita makan aja, tas kamu biar aku yang bawa, ayo" katanya sambil menuntunku akupun sebenarnya masih sangat cemas melihat keadaannya tapi sudahlah aku tidak bisa berkata apapun sekarang karena aku melihat ekspresi Arian sangatlah marah.


.


.


Kitapun masuk ke restoran terbuka dan duduk , pelayan pun menghampiri meja kita.


"eungg.. Mas tolong minta es dulu boleh ?" kataku dan pelayan pun langsung pergi untuk mengambil es batu. Pelayanpun datang membawa kan es batu kemudian akupun meletakan di beberapa bagian memarnya aku tau dia merasakan kenyiluan makannya aku pelan-pelan.


"sakit banget yah?" tanyaku.


"iya tapi kalau liat kamu rasa sakit ini reda kok" katanya.


"sejak kapan kamu pintar gombal ?" kataku tersenyum.


"sejak aku mencintai ketulusanmu" katanya sambil tersenyum bahagia, aku nggak tau apa yang ada di fikirannya dan di dirinya , dia udah luka kayak gini tapi masih bisa tersenyum.


"aku mau nanya" sambil ngasihin es batu nya ke Arian supaya dia yang ngobatin sendiri.


"nanya apa ?" katanya.

__ADS_1


"sebenernya di fikiran kamu dan di diri kamu itu ada apa sih ? Sampai nggak peduliin mau dalam sakit atau sehat dalam susah atau senang kamu tetep menomorsatukan aku di hidup kamu" diapun terdiam tertunduk sambil mengobati memarnya sendiri.


"kamu itu segalanya buat aku , aku berusaha untuk menjaga dan melindungi kamu semampuku dan sebenarnya ini harus karena kamu prioritas hidupku aku rela berkorban nyawa buat kamu demi menjaga kamu , di fikiran aku tentu selalu ada kamu di diri aku tentu ada darahmu sekarang, paham kan ? Pokoknya kamu terpenting dari apapun" jelasnya.


"terus.. Jika suatu saat ada wanita lain yang lebih baik dari aku gimana ?" tanyaku.


"lebih baik yah ?.. Kira-kira nyaman nggak ?" tanyanya.


"lha.. Kenapa nanya balik ke aku ? Aku mana tau" kataku.


"sama.. Kamu masih inget apa kataku pada saat kita masih di Aussie ? Aku nggak akan pernah menikah dengan siapapun lagi setelah kamu" katanya.


"benarkah ?" kataku.


"Yap.." katanya sambil tersenyum.


"ya udah, sekarang mau gimana ? Kita makan atau pulang aja ?" tanyaku.


"kita makan aja" katanya.


"baiklah" kataku dan akupun melambaikan tanganku untuk memesan makanan dan minuman.


 


*Reynando sudah benar-benar keterlaluan memperlakukan Rin seperti ini gua nggak bisa tinggal diam sekarang, gua harus cari cara buat ngebongkar semua kedoknya dia*~dalam hatinya


.


.


Setelah sarapan pun kita  jalan-jalan sebentar mobilnya di parkirin di restoran tadi karena aku pengen banget beli aksesoris, setelah jalan dan membeli beberapa aksesoris aku dan Arian pun balik lagi ke restoran untuk mengambil mobilnya Arian.


 


..


 


Sesampainya di tepi pantai ini sudah sore memang moment moment ini lah yang ku nanti-nantikan sungguh indah , kitapun menghayati setiap detik tenggelam nya matahari setelah itu kitapun berciuman dan pulang ke hotel.



 


Setelah sampai hotel kitapun siap-siap mandi, pakai baju, Dandan dan kitapun pergi lagi ke tempat restoran ternama, aku dan Arian pun mencari tempat duduk, baru saja beberapa menit duduk tiba-tiba musik pun mengalun dengan romantis "kita dansa ?" Kata Arian akupun tersenyum, diapun menuntun tanganku ke tengah-tengah lantai dansa kitapun berdansa seromantis mungkin setelah itu menu makanan pun datang kemudian memesan beberapa makanan dan minuman kita mengobrol dan setelah pesanan datang kitapun menyantapnya.



 


Tak terasa ini sudah pukul 22:10 malam kitapun pulang, sesampainya di hotel.. "Lelah rasanya hari ini" kataku sambil berbaring di kasur dan Arian berada di sebelahku "iya lelah sekali" katanya "baiklah kita tidur saja" kataku "apa kamu tidak mau mencium suamimu sebelum tidur ?" katanya yang membuatku tiba-tiba membuka mata, akupun terdiam dan tiba-tiba wajah Arian mendekat ke wajahku dia langsung mencium bibirku dan di situpun kita berhubungan suami istri.


.


.


Pagi hari rasanya tak mau beranjak, karena di luar hujan akupun jadi malas untuk bangun, Arian pun masih tidur dengan lelap dan akhirnya akupun tidur kembali untuk beristirahat cukup lama lagi, akupun memeluk Arian dan kembali tertidur.


***

__ADS_1


__ADS_2