Arian & Rin

Arian & Rin
Bagian 55


__ADS_3

"ini mangga asem banget nih sayang" kataku masih mencium-cium baunya mangga asem.


"iya mana aku tau sayang, yang ngidam kamu kan bukan aku, sayang bisa cepetan nggak ciumin mangganya, diliatin pegawai nya loh ini" kata Arian yang bisik-bisik sambil melihat ke arah pegawai yang melihat kita.


"iya bentar lagi, kalau pegawainya nyamperin tinggal bilang aja aku lagi ngidam kan beres" jelasku yang santai sambil memilah mangga asem yang lain.


"aduh sayang, udah yu pulang yu sayang" ajak Arian sambil memegang tanganku.


"ih sayang.. Satu lagi nih satu lagi yah, sabar" kataku.


Akhirnya setelah itu kitapun keluar dari supermarket dan melanjutkan ke tujuan berikutnya ke tempat potong rambut.


Pegawainya pun menyambut kita.


"how do you want to cut it, sir?" tanyanya.


"classic pompadour" spontanku pada pegawainya.


Arianpun bengong.


"jenis potongan apa lagi itu sayang?" tanya nya yang pasrah campur aduk dengan deg-degan.


"udah sayang, dia udah tau kok, yang pasti bagus dan nggak jambulan dulu sampai aku lahiran, udah sana buruan" kataku.


Arianpun berjalan penuh ragu akupun mendorongnya cepat supaya beres.


Hampir 35 menit aku menunggunya memotong rambut, tiba-tiba mamah Arian video call.


"siapa yang telepon sayang?" tanya nya sambil melihatku di pantulan kaca.


"mamah sayang" jawabku sambil mengangkat teleponnya.


"hallo nak Rin"  sapanya.


"iya hallo mah, ada apa mah ?" tanyaku.


"mamah mau beli baju buat perayaan kehamilan kamu besok, mamah pengen kamu, ibumu dan mamah baju gaunnya samaan, mamah pengen kamu pilihin yang udah mamah recommed ini, kebetulan mamah lagi di butik"  jelas mamah padaku.


Mamahpun memperlihatkan 3 butik pilihannya ada yang hijau semu, hitam dan rose gold, dan aku tau mamah dan ibu suka sekali dengan rose gold.


"aku lebih yes yang rose gold sih mah" saranku.

__ADS_1


"benarkah !?"  antusiasnya mamah dengan saranku.


"bener mah, rose goldnya juga keliatannya supel dan elegant, yang pasti nggak terlalu rame, like deh pokoknya"


"sudah mamah duga kalau selera kita sama haha, yasudah biar mamah beresin dulu ini yah, oh iya mamah baru ngeuh loh nak, kamu lagi di salon ?" tanya mamah.


"oh haha iya mah, lagi nemenin Arian potong rambut" jelasku.


"oh gitu, tumbenan potong rambut dia nggak susah yah haha"  kata mamah terheran-heran.


"emm.." tiba-tiba Arian pun berteriak.


"bawaan ngidam mah!" sambung Arian.


"pantesan haha! Yasudah kalian jaga diri baik-baik yah disana, dan ingat juga minum susu ibu hamil yang rutin yah sayang yah" pintanya.


"siap mamah, yaudah dadah!"


"dahh sayang!"


Video call pun berakhir.


Dan nggak lama pun Arian beres potong rambut. Arian pun membayar dan menghampiriku.


"iyap betul sekali, nah gini kan rapihan gitu sayang" kataku sambil berdiri.


"apa nggak keliatan kayak bapak-bapak ?" tanya nya.


"kamu kan emang udah bapak-bapak sayang" kataku sambil menggandengnya.


"belum sayang, belum, usiaku masih dibawah 30th" diapun membenarkan perkataanku.


"yah jangka 3 tahun lagi kan kepala 3 kamu" akupun ikut membenarkan kembali hingga masuk mobil.


"tetep aku tuh nggak mau di panggil bapak sebelum anak kita lahir" katanya.


"terus kalau dikantor ? Kan banyak tuh yang panggil kamu bapak, gimana dong" aku yang mulai bercandain dia.


"ehm.. Iya wajar itu kan peraturan kantor yang harus menyesuaikan jabatan, beda lagi kalau emang usianya udah di atas 30 tahun, aku juga manggilnya bapak" jelasnya.


"iya udah iya udah kamu ini bisa aja yah, kamu kalau udah tua pun aku tetep sayang kok" aku yang mulai merayu.

__ADS_1


"nah kan mulai deh gombal-gombalnya tuh yah" katanya dia sambil tertawa.


"haha iya dong, aku.. Haha" kataku yang sambil membenarkan rambut.


Setelah itu kita pergi ke dokter untuk cek kandungan.


25 menit kemudian kitapun sampai di RS.


Akupun di USG dan kata dokter aku harus banyakin vitamin dan susu ibu hamil, dan setiap sebulan sekali mesti rutin USG supaya tau perkembangan anak kita, setelah itu kitapun pulang.


.


.


Malam harinya.. Aku merasa tubuhku mudah lelah dan nafsu makan pun bertambah, dan yah.. Memang seharusnya ibu hamil di usia muda mesti hati-hati karena rentan mengalami keguguran.


"sayang, aku mau bikin susu buat kamu, abis itu kamu tidur duluan aja, aku mau nonton film dulu di bawah sama Anjasta, kalau ada apa-apa takutnya suara kamu nggak kedengeran, kamu misscall aku aja, oke" jelasnya sambil mengecup keningku.


"iya sayang" kataku sambil tersenyum.


15 menit kemudian, Arian pun membawakan segelas susu ibu hamil dan akupun meminumnya.


"pinter istriku ini, anak papah juga pinter banget, yaudah yah sayang aku kebawah dulu" dia mencium bibirku dan mencium perutku "sehat-sehat yah kamu nak" Arianpun mengelus perutku.


Arianpun berjalan untuk mematikan lampunya.


"jangan dimatiin" kataku.


"loh kenapa ?" tanya Arian.


"takut gelap" kataku sambil manja.


"hmm.. Yaudah tidur yah, lampunya nggak akan aku matiin, tumbenan yah kamu, biasanya juga susah tidur kalau nggak matiin lampu" katanya.


"biarin aja gitu sayang" kataku masih manja.


"iya ibu hamil yang manjaaa nya aku, udah tidur-tidur" paksa Arian untuk menyuruhku tidur.


"Goodnight sayang, love you"


"Goodnight too sayang, love you too" jawabnya sambil menutup pintu kamar.

__ADS_1


Akupun terdiam beberapa saat, ntah hidupku sekarang sangat sempurna sekali, aku merasa sangat bahagia bersama orang yang aku cintai dari dulu, berasa mimpi mempunyai sesosok suami seperti Arian, dia memang orang berpunya, tapi dari dulu aku selalu melihat sisi sederhananya dia, tingkah-tingkah konyol nya dia, aku sangat bersyukur, terima kasih Tuhan.


__ADS_2