Arian & Rin

Arian & Rin
Chapter 17


__ADS_3

Setelah Arian melamar Rin mereka menjalani hari-hari seperti biasa, sarapan pagi, jalan berdua dan shopping "yang, shopping yuk? Boring nih" ajakku padanya agak manja.


"yuk, kemana ?" katanya.


"terserah mau dimana, kamu yang bayar yahh hehe" kataku manja.


"emang selama ini kamu ngeluarin uang ? Kan dari aku semua sayangku haha" candanya sambil ketawa-ketawa dan sambil mengelus-elus rambutku penuh sayang, yah aku merasakannya itu.


"hahaha iya ya, ya udah ayo" kataku.


 "yuk.." katanya.


Kitapun lebih menghabiskan waktu di luar hari ini untung lah dia sangat pengertian banget aku jadi sangat mencintainya, kita beli baju terus makan siang bareng , main games bareng , beli ice cream , photo box , nonton , Terus makan malam di suatu kedai di mall.


"Sebentar aku pergi ke sana dulu" katanya sambil beranjak dari kursi yang lagi kita duduk-ki.


"mau kemana ?" tanyaku.


"tunggu aja" dia pun berjalan, aku yang melihat terus ke arahnya ternyata dia beliin aku bunga.


"for you" katanya sambil menyodori bunga mawar itu padaku.


"uhh.. So sweet bangett.. Makasih sayang" akupun mencium pipinya.


"iya sama-sama, suka nggak bunganya ?" tanyanya.


"suka banget" kataku sambil tersenyum.


 



 


Keesokan harinya aku berencana  mengunjungi rumah Herby dengan Arian "sayang, hari ini ada yang mau aku kenalin sama kamu, hari ini kamu sibuk nggak ?" kataku di dalam telepon.


"oh iya ? Eum.. Satu jam lagi aku ke apartmentmu yah" katanya.


"oh ok bye sayang" kataku.


"bye sayang" . kira-kira Herby di rumah nggak yah? Aku coba telepon dulu deh.


"Hallo by, kamu se-jam an lagi ada di rumah ?" tanyaku.


"kenapa emang Rin ?" tanyanya.


"aku mau mampir kerumah kamu, boleh ?" kataku yang tidak berkata akan datang dengan Arian supaya surprises.

__ADS_1


"boleh dong, aku ada di rumah kok" katanya.


"ok see ya bye" kataku.


"bye"


 


...


 


1 jam kemudian.


 


Tok..tok..tok..


Suara pintu mengetuk, itu pasti Arian , dan ternyata benar , dia kok penampilannya beda biasanya pakaian nya itu berkemeja gitu pake sepatu kantoran , sekarang dia pakai baju biru tua polos, jaket hitam, celana jeans, dan sepatu keren terus terus rambutnya di cut tapi masih jambul ke depan.


"astaga calon suami ku !" kataku kaget sambil melirik dari ujung kepala sampai ujung sepatunya.


 "kenapa sayang ?" dia melirik ke arah dirinya sendiri.


" jelek yah ?" tanyanya.


"iya kenapa ? , eum.. Tadi.. Keliatan yah ?" katanya.


"kamu buat aku mimisan hari ini.. Kamu ganteng banget ya tuhan, iya keliatan lah sayang, agak pendek tapi masih di jambulin" kataku masih mengagumi penampilan nya.


"hahaha... Kamu juga cantik hari ini, kemarin, dulu, besok, seterusnya, selamanya" gombal nya yang membuat jantungku spontan dag-dig-dug kencang.


"stop Arian kamu udah buat aku merona haha" kataku yang mungkin mukaku sudah sangat memerah, Arian yang berjalan menuntunku tiba-tiba melihat ke arahku memberikan senyuman yang khas padaku aww.. Haha ya tuhan dia sangatlah tampan sekali sumpah aku sangatlah beruntung bisa mendapatkan pria seperti Arian thanks god.. Aku menggenggam tangannya erat sekali seakan-akan tidak mau terlepas.


"deket kok tinggal jalan aja nggak usah naik mobil" kataku.


"ok" ..


 


...


 


Sesampainya di depan pintu rumahnya Herby aku mengetuk nya "kamu di pinggir sini dulu yah aku mau kasih supraise ke temanku" kataku dan Arian menurut saja , tak lama dia membuka pintunya.


"haii Rinn.." sapa riangnya.

__ADS_1


"haii.. Herby.. Tebak aku bawa siapa ?" tanyaku pada Herby.


"siapa rin ?" balik tanyanya , akupun tersenyum.


"Arian sini.." akupun menuntunnya dan dia kini berada di sampingku, dia menutup mulutnya dengan kedua  tangannya ekspresi nya sangat kaget sekali.


"Rin...!! Hahaha ayo masuk ayo masuk gilaaa aku nggak nyangka" akupun di tuntun masuk ke dalam oleh Herby dan aku menuntun Arian juga masuk kamipun duduk berdua di sofanya.


"tunggu dulu aku punya sesuatu yang spesial buat kalian berdua" katanya yang membuat kami .


"ihh nggak usah repot-repot by" kataku malu.


"udah diem  dulu" katanya dia sambil menuju kamarnya dan tak lama dia pun keluar dari kamarnya sambil membawa kotak ukuran sedang panjang di balut pita merah.


"nih, khusus buat kalian berdua yang baru jadian" sambil memberikan kotak nya padaku kemudian akupun membuka nya dan ternyata baju couple berwarna hitam kaos dan gambar love yang di bagi dua di baju nya.


"wow ini bagus bangett makasih banyak yah Herby" aku memeluk nya dan menyimpan kembali baju itu pada kotaknya.


"ini bakal kita pakai pas mau balik bandung yah Arian " kataku pada Arian dan Herby.


"iya sayang , thanks yah eumm.. Siapa namanya ?" spontan Herby berjabat tangan dengan Arian.


 "Herby Kyle" katanya.


"oh ya thanks Herby" Kata Arian.


"sorry yah Herby , kamu tau kan Arian ini jutek banget tapi dia baik bangetttt kok haha" kataku.


"ih santai aja justru yang begini tipe-tipe pria setia,dan cool.. Keren dehh haha.. Oh ya gimana cerita kalian bisa jadian nih ?" tanyanya yang sangat girang.


"kita cuman jadian beberapa hari dan.." aku nunjukin tangan kiriku ke arah mukanya Herby , Herby pun menutup kembali mulutnya dengan kedua tangannya.


"ahhhh.....!! Rinnn selamatt yahhh duh aku benar-benar terharu banget sahabat aku ini sebentar lagi bakal nikah haha, selamat yah Arian , rencana nikah dimana Arian ? " Herby menanyakan pada Arian karena Arian sangat cuek banget.


"oh iya kita bakal nikah di Indonesia , kamu datang yah" ajak Arian.


"pastiii aku datang kok haha, ntar share location aja yah Rin" katanya.


"ok pasti tenang aja haha" kataku.


 


...


 


Akhirnya kitapun mengobrol sampai sore disana karena aku harus menceritakan kisah cinta aku sama Arian , dan Arian pun kini akrab dengan Herby tapi jarang senyum.

__ADS_1


***


__ADS_2