
Setelah 1 minggu di hotel rumah Arian pun yang di bali telah selesai kitapun mulai menempatinya, dan anehnya setelah ada rumah disini aku dan Arian pun hanya diam di rumah nggak kemana-mana, ntah kenapa deh, 3 minggu.. 1 bulan.. Udah bener-bener nggak kerasa.
Tak terasa dua bulan pun begitu cepat untuk kita berada di bali yaa ampun rasanya nggak bisa move on dari bali ini mah, Arian pun rasanya nggak tega pergi dari sini, lemes banget buat siap-siapin barang buat pulang ke Aussie.
"nanti juga kapan-kapan kita kesini lagi ya sayang" bujuk Arian padaku.
"iya, nggak kerasa aja lho kita bakal ke Aussie lagi" kataku lemas.
"iya kan disana juga aku masih ada kerjaan sayang, kamu juga udah tau kan tahun depan aku bakal di bali, ntar kalau kamu mau kesini tinggal beli tiket pesawat aja" katanya yang sambil mengelus-elus rambutku.
"iya sih, tapi nggak apa-apa di Aussie sekarang lagi musim semi lho" kataku yang berubah menjadi ceria dan berusaha tegar.
"tuh kan, kita disana juga bisa lihat sunset" katanya.
".. Iya udah sekarang kita berangkat ntar terlambat ayo" lanjutnya, dan kitapun pergi meninggalkan rumah..
.
.
7 jam kita dalam pesawat tak terasa lapangan landas pun sudah terlihat aku menikmati setiap kecepatannya, sungguh melelahkan.
"semalam tidur di aptku dulu yah, rumah barunya belum di beresin besok kita mulai beres-beres" katanya akupun hanya mengangguk saja karena sudah kelelahan untuk menanggapi pembicaraan Arian.
…
Sampailah di apt Arian akupun langsung menyimpan bagasi bajuku, aku melepas jaketku dan langsung berjalan menuju kamar Arian pun sama kitapun langsung tidur.
.
__ADS_1
.
Keesokan harinya aku dan Arian pun membantu mengemas barangnya Arian yang akan di bawa ke rumah baru setelah itu kamipun memasukan kedalam mobil "jauh dari sini nggak ian ?" kataku sambil masuk ke dalam mobil.
"lumayan sih, kenapa ?" katanya.
"iya kalau aku mau main ke tempat nya Herby jauh kan" kataku diapun tersenyum.
"nggak sayang nggak jauh banget sih sebenernya, nanti kita kesana yah kalau emang udah santai" katanya , akupun tersenyum Arian pun masuk ke dalam mobil dan menyalakan mobilnya.
"oh iya.. Kita ke apartment kamu dulu yah , masih banyak barang yang belum di ambil kan" katanya sambil melirik ke arahku.
"iya emang masih banyak banget" kataku mengeluh.
"sabar sayang, nanti kan aku bantuin yahh" sambil membelai rambutku, diapun tersenyum menatapku dan kembali menyetir mobilnya
.
.
Ntah dari sejak kapan Arian peka sama perasaan ku , karena aku sedang merasakan deg-degan akan melihat rumah baru , Arian pun memegang tanganku dan tersenyum
"jangan tegang.." katanya.
akupun tersenyum melihatnya , karena ini adalah kali pertama aku berumah tangga , memiliki rumah sendiri, perabotan sendiri, tetangga baru, dan yang paling bahagia adalah aku memiliki utuh pria yang di sampingku ini pria yang selalu ku puji setiap harinya dalam diam ntah sampai kapan aku akan memuji nya karena tampannya tak pernah luntur.. Tapi.. Apakah aku bisa melihat wajah keriputnya di suatu saat nanti ?, semoga saja :) .
Arian pun memberhentikan mobil nya dan aku melihat ke arah depan ini halaman nya bisa masuk 5 mobil wow banget ntah dalamnya, mungkin akan seperti rumah para Raja dan Ratu, pada saat sampai di depan pintu gerbang, telah ada pekerja-pekerja rumah yang siap sedia membatu kami , mobilpun berhenti tepat di depan pintu masuk rumah.
"please help pack these items inside" Kata Arian, diapun berjalan menuju pintu mobil untuk membukakannya kemudian dia sambil berbicara padaku sambil membetulkan rambutnya.
__ADS_1
"welcome to our home dear.. Suka nggak ?" akupun keluar dari mobil dan melihat ke arah rumah ini begitu besar seperti rumahnya Arian.
"ini bagus banget ian, aku ingin aku yang mengatur tata decornya boleh~" akupun memohon manja pada Arian.
"iya tentu, ini kan rumah kamu juga dan ini rumah juga atas nama kamu" katanya yang membuat ku melamun kaget dan reflex mencium bibir Arian sambil memeluk nya.
"aku bahagia Arian , aku sangat bahagia.. Makasih sayang" akupun masuk dan menuntun Arian juga , aku melihat isinya begitu luas sekali.. Pada saat masuk aku sudah di sambut dengan ruang tamu yang sudah di beri sofa, meja , hiasan bunga, lampu besar dan lampu kecil di beberapa sudut atap , setelah itu akupun langsung membuka beberapa pintu ruangan yang masih hanya ada jendela besar, sebuah kasur nomer 1 dan beberapa benda-benda yang sudah di tata.
"ini bakal jadi kamar kita sayang, dan di dalamnya ada ruangan lagi dan ruangan ini akan menjadi kamar anak kita" katanya yang membuatku semakin bahagia.
"yuk kita liat-liat lagi" ajak arian, akupun langsung keluar dari kamarku , di sebelah kamar ini akan di buat tempat kerjanya Arian karena sudah ada rak-rak dan meja beserta kursi , dan di depan ruang kerjanya Arian adalah ruang piano.
"ini adalah ruang piano kalau kamu mau main piano kamu bisa" katanya dan akupun mencoba memainkan piano nya.
"aku boleh ganti decor nggak ?, aku pengen piano ini menghadap ke sudut depan jendela ,soalnya kalau setiap sore keliatan sunset nya kan indah banget" kataku sambil melihat ke arah jendela.
"iya boleh" Arian pun memanggil tukang pengangkut barang. tukang itupun bergegas menghampiri Arian.
"please move this piano to the front of this large window but tilt it to the corner of the window" arian pun memberikan pengarahan pada tukang pengangkut barang, dan tukang itupun bergegas memindahkan piano sesuai keinginanku.
"kayak gini ?" akupun mengangguk sambil tersenyum.
"perfect hehe" kataku sambil senyum, Arian pun mengelus rambutku sambil membalas senyumnya.
"you guys come with us, because there are still some rooms that my wife might want to repeat the decoration" Kata Arian kepada ke 5 tukang pengangkut barang.
"ready sir!" Kata mereka sambil berdiri tegap di hadapan Arian akupun langsung mencari lagi ruangan yang masih perlu di benah , aku melewati tempat kolam renang yang cukup besar, dapur, toilet, 5 kamar tamu, dan 3 kamar untuk pembatu disini dan ada 1 ruangan yang bagi aku cukup nyaman dan ruangan ini pun terlihat sangat artistic banget.
"ian.. Aku pengen.. Ruangan ini hanya di pakai satu meja bundar kecil warna cokelat muda di dekat jendela terus di kedua sampingnya di kasih kursi masing-masing satu, terus di sudut kanan dan Kiri aku ingin ada vas besar hijau yah biar seger, ini kan di sudut atap udah ada lampu yang masuk ke dalam nih nah aku pengen di tengah-tengah ada lampu tapi lampunya jangan besar banget , sedang aja bentuknya bulat yah, nah di sudut pintu sebelah kanan aku pengen ada 1 sofa kecil nah di pinggir sofa ntar pengen ada lampu condong yang besar itu lho kayak mangkuk bentuknya tau kan ian ?" dia hanya mengangguk saja tanpa kata-kata.
"kamu pusing yah gara-gara aku banyak ngatur ? Maaf dehh" kataku sambil murung.
"nggak sayang, kan aku lagi dengerin kamu ngomong , dan aku tau lampu yang kamu maksud kok , dan kamu pasti milih decor gini buat ketenangan kamu kan ? Aku paham kok , aku bakal pesen hari ini barang yang kamu butuhin biar besok datang barangnya" Arian pun mengelus kedua lenganku sambil tersenyum , akupun tersenyum melihatnya dan memeluk Arian , dan Arian pun mengajakku melihat lihat lagi ke lantai atas ada ruangan untuk minum teh, ruang meeting pribadinya Arian, 1 kamar mandi juga, ada kamar lagi dua di atas Kata Arian sih ini buat anak-anak kita kalau udah pada besar , hari ini rasanya melelahkan tapi bahagia sekali tak terasa haripun berubah menjadi malam dan para tukang pun di suruh pulang untuk besok kembali lagi dan akhirnya aku tidur di kamar baru, suasana baru, bersama suamiku Arian sungguh bahagia sangat bahagia.
***
__ADS_1