
Hari H ~ wajahku di rias dengan banyak make-up ini itu membuatku jadi sulit menggerakan mulutku akibat terlalu tebalnya make-up.
"Rin.." suara ibu yang terdengar lirih masuk ke kamarku dan berdiri 3 langkah di belakang ku , kemudian ibu mendekat dan berdiri tepat di samping kiriku.
"iya Bu ? Ada apa ?" tanyaku.
"eum.. Nggak, ibu hanya ingin melihatmu saja sayang" Kata ibu sambil meneteskan air mata , ibupun langsung duduk di tepi kasurku , akupun menyuruh teteh rias ini keluar dulu sebentar , ketika ia telah keluar akupun berdiri dari kursi depan kacaku dan menghampiri ibuku dan duduk di sebelahnya sambil memegang kedua bahu ibuku.
"ibu jangan nangis" akupun jadi ikut sedih.
"ibu nggak nangis sayang, ibu cuman nggak nyangka aja dulu kamu tuh ibu susuin, ibu mandiin, makan masih di suapin, kalau pup juga ibu yang bersihin, kamu tuh dulu selalu bikin ibu lelah tapi ibu nggak bisa marah sama kamu, kamu selalu pintar merayu ibu dengan tawa senyummu yang indah dan mungil, dan sekarang ibu melihatmu yang akan di jaga, di titipkan selain ibu dan ayah, kamu bahagia selalu yah Nak" Kata ibu.
Hmm.. Dari semenjak insidente itu hingga saat ini aku belum cerita ke ibu dan ayah aku nggak mau mereka khawatir.
"ibu.. Rin kan udah besar sekarang, dan Rin bakal menikah dengan laki-laki yang bertanggung jawab juga , yang bisa membuat Rin merasa Aman,tentram dan yang pasti bahagia karena laki-laki itu adalah yang Rin sayangi, Rin cintai ibu jangan khawatir sama Rin, Rin akan berusaha buat ibu dan ayah tenang dan bahagia selalu yah" kataku pada ibu yang langsung memeluk.
"iya udah, sana kamu di rias lagi rambutnya belum di sanggul itu setelah ini kita akan bergegas ke gedung" kata ibuku , ia langsung berdiri dan keluar dari kamar kemudian teteh rias itupun merias kembali rambutku.
Akupun sudah selesai di rias akupun sudah memakai gaun pengantin ini masih di rumah lho tapi deg-degan untung saja wanita diam tapi tetap saja rasa nya itu benar-benar membuatku tidak nyaman.
__ADS_1
..
Sesampainya di Gedung Aku di gandeng oleh ayahku dari dalam mobil hingga dalam gedung.
"percayalah Nak , ayah akan sangat merindukan mu" ayah yang memandang lurus kedepan dan muka yang sudah mulai memerah, aku hanya mengangguk terdiam menatap sedih pada arah ayah, aku berjalan di karpet merah ini ada penghulu duduk disana sembari menatap ke arahku Arian juga sama dia menatapku kagum dari terduduk tiba-tiba berdiri pada saat melihat ku.
"saya nikahkan Rin bin Reyhan Winarto dengan seperangkat emas kawin 20gram di bayar tunai" dengan lantangnya Arian mengucapkan ijab kabul semuanya pun berkata SAH!!!...
Setelah itu akupun melempar bunga yang aku pegang dan di tangkap oleh Herby akupun menghampiri Herby dan mengucapkan selamat karena Herby akan menyusulku secepatnya.
"ahhhh.. Hahaha congrats yah by , semoga Kamu bisa dapat laki-laki yang Kamu harapkan" kataku.
"iya aminn" akupun berpelukan dengan Herby.
"setelah ini kapan ke Aussie ?" tanyanya dan di jawab oleh Arian.
"kami akan berlibur dulu ke bali selama 2 bulan setelah itu kami akan kembali ke Aussie dan menempati rumah baru" Kata Arian pada Herby.
"oh gitu, nanti mampir kerumahku dulu yah?" katanya.
"iya pasti" kataku dan Arian hanya mengangguk saja.
"baiklah kami ke orang tua kami dulu" Kata Arian.
__ADS_1
"ok baiklah" katanya, Arian pun langsung mengandeng tanganku kitapun bersalaman dengan kerabat-kerabat lainnya, dengan teman-teman sekolah dulu, dan terakhir ke orang tua kami.
"aduh mamah benar-benar tidak nyangka anak sulung mamah menikah jadi sepi di rumah" Kata mamahnya Arian.
"haha.. Mamah~, kan biasanya juga sepi kan ? Arian kan udah lama juga tinggal di Aussie dan juga mamah selalu berdua sama papah, tapi Arian juga nggak akan lupa lah sama mamah dan papah , Arian sama Rin bakal pulang ke rumah sesekali karena Arian juga kan ada kerjaan numpuk di sana" katanya.
"iya Nak, mamah percaya kok, jagain Arian yang Rin" Kata mamah sambil tersenyum padaku.
"iya mah pasti" kataku sambil memeluk mamahnya Arian.
"hmm.. Mamah~ kan yang harus di jaga itu Rin bukan Arian" katanya.
"hahaha ya biarin kan mamah juga nggak mau kalian berdua kenapa-napa" Kata mamahnya Arian.
"iya iya mah Arian ngerti kok" katanya.
"udah dong mah, papah kapan ngomong nya nih" Kata papahnya Arian, mamahpun terdiam langsung menatap sinis pada papahnya Arian tapi yah mereka berdua hanya bercanda.
"papah ini kayak yang nggak tau wanita aja, gini nih kalau punya suami yang nggak peka" Kata mamahnya Arian.
"hahahaha" akupun tertawa.
"papah mau ngomong apa sih ?" Kata Arian, papahnya Arian pun langsung tarik nafas.
"Arian.. Kamu sekarang sudah sangat dewasa, Kamu punya tanggung jawab yang besar sekarang, kamu adalah kepala rumah tanggamu sendiri kamu harus bisa mengatur jadwal sekarang, jaga istrimu, dan kamu juga akan menjadi seorang ayah nanti dan Rin juga akan menjadi seorang ibu, kamu akan merasakannya nanti, Arian.. Papah minta sama kamu , jadilah laki-laki sejati,setia dan bertanggung jawab. Jika nanti ada masalah sebesar apapun itu hadapi lah karena papah yakin kamu bisa di andalkan" Kata papahnya Arian , Arian hanya mengangguk saja dan memeluk papahnya.
"makasih pah atas nasihatnya, Arian bakal selalu ingat kata-kata papah" Kata Arian, akupun salut mendengar nya , papahnya Arian yang terbilang sudah cukup tua tapi beliau masih tetap gagah,tampan,gesit,dan berwibawa di tambah sangat tampan lagi aku jadi tambah iri melihat keluarga nya Arian , tapi aku selalu bersyukur karena di beri suatu kesenangan yang haqiqi , thanks god thanks.
__ADS_1
***