
Keesokan harinya, sekitar pukul 07.50 AM Anjasta dan Arian pergi ke kantor polisi untuk meluruskan masalah Reynando.
Sebelumnya...
"sayang, aku berangkat yah, hati-hati di rumah, jaga anak jagoan kita juga oke" pesan Arian padaku.
"iya iya sayangku, geh berangkat, biar cepet beres, ntar siangan kan kita mesti USG sekalian ngasih kabar ke orang tua" kataku, sambil memegang tangan Arian.
"siap tuan putri ku.. Hehehe, aku berangkat yah byee sayang" Arian pun mengecup keningku dan bibirku.
"bye" senyumku padanya.
Akhirnya Arian dan Anjasta pun berangkat. Di sana sudah ada Teo yang menjadi saksi juga, kemudian menyerahkan barang bukti sebuah video dari Anjasta dan satunya dari Arian, setelah itu di cek setiap video dan mulai proses segala nya beberapa jam kemudian pun akhirnya selesai juga, Reynando pun akhirnya resmi di penjara.
.
.
.
Sesampainya di rumah...
Arian langsung menceritakan semuanya kepada Rin, dan Rin pun merasa amat lega sekarang.
"sayang, kamu belum kabarin orang tua kita kan masalah kehamilan kamu ?" tanya Arian.
"belum sayang, kan aku nunggu kamu pulang" jawabku.
__ADS_1
"yaudah kita kabarin dulu yuk" ajak Arian untuk memberitahu di grup keluarga.
"yaudah telepon sekarang" kataku pada Arian sambil mengambil laptop di kamar.
.
.
Setelah video call terhubung pada orang tua kami.
"hallo nak" mereka menyapa dengan gembira.
"hallo my parents" jawab kami penuh kegembiraan.
"gimana kabar kalian disana ?" tanya ibu dan mamah pada kami.
Semuanya pun sontak berbicara baik.
"jadi gini my parents, Rin ada sesuatu buat kalian" kataku, dan mereka pun mulai penasaran dan bertanya-tanya.
Kemudian aku tunjukan testpak pada mereka dengan garis dua biru.
Betapa hangatnya mereka mengucapkan selamat pada kami berdua.
"wah Arian bakal jadi ayah!!! Congrats yah sayang, duh mamah bakal punya cucu" kata mamah Arian.
"Ian.. Ingat kata papah yah, tanggung jawabmu sekarang besar, jaga baik-baik Rin dan cucu papah" papahnya Arian pun mulai terharu.
__ADS_1
"iya pah percaya aja sama Arian, Arian bisa jadi laki-laki yang bertanggung jawab dan bisa di andalkan" jelas Arian.
Ibu, Ayah, Mamah, dan Papah pun mengusulkan untuk 2 hari lagi ke Aussie, bermaksud untuk merayakan moment bahagia kami.
"yasudah nak, ayah dan ibu masih ada beberapa yang belum di bereskan, sehat-sehat yah disana, bye"
Aku dan Arian melambaikan tangan, Ayah dan Ibu pun terputus. Kini tinggal Papah dan Mamah.
"oh iya Arian bagaimana pembangunan yang di Bali ? Lancar ?" tanya Papah pada Arian.
"sejauh ini lancar sih pah nggak ada kendala apapun" jawab Arian.
"Rin.. Kamu mesti jaga kandungan kamu yah, sering-sering kontrol kandungan ke dokter yang terpercaya disana, mamah punya kenalan dan teman mamah itu dokter kandungan yang handal, nanti nomer nya mamah E-mail-in ke kamu yah nak" jelas mamah padaku.
"iya mah, Rin juga kemarin baru beli susu ibu hamil bareng Arian" kataku.
"yasudah mamah dan papah masih banyak kerjaan di kantor , jaga diri kalian baik-baik disana yah.. Bye"
Akhirnya merekapun menutup video call..
.
.
Arian dan akupun meresa lega karena sudah memberitahu mereka dengan kabar gembira ini.
Arian pun merasa semua urusannya selesai dengan lancar.
__ADS_1