Arian & Rin

Arian & Rin
Chapter 36


__ADS_3

Keesokan harinya ...


"Rin hari ini kamu begitu cantik amat sangat cantik" katanya sambil membelai pipiku dan mengecup keningku.


"lebih baik aku cancel saja pertemuanku dengan klaen hari ini, supaya aku bisa berlama-lama di kasur bersamamu Rin" Lanjutnya yang sambil mengelus-elus lenganku.


"kok gitu ? Haha jangan lah kan waktu makan kemarin kamu bakal ke kantor buat selesai-in masalahnya" kataku.


"kalau aku nya pengen banget banget banget sama kamu kayak gini gimana Rin?" keluh manjanya padaku, akupun duduk tegap di hadapan nya.


"sejak kapan seorang Arian malas ? Sejak kapan seorang pak Stefan yang di hormati orang manja ?, sejak kapan suamiku melanggar janji ?? Ayo katakan" kataku yang sambil pura-pura marah padanya, diapun langsung bangun dari tidurnya duduk dan terdiam menatapku.


"sejak kamu ada dalam hidup aku semuanya berubah" katanya yang langsung beranjak dari kasur menuju kamar mandi dan akupun terdiam.


"mau ikut ?" katanya yang nakal itu.


"ehh" kataku yang seketika jantungku ini di kejutkan oleh alat kejut di RS.


"udah jangan pura-pura deh, ayo mandi bareng, lagian kita udah tau kan jadi nggak perlu malu lagi" katanya yang kembali berjalan ke arahku dan menggendongku masuk ke kamar mandi bersamanya.


"tapi aku kan harus siapin sarapan buat kamu ian" alasanku.


"udah jangan nge-les deh kan ada bi ijah , buat apa ada bi ijah kalau dia nggak ngapa-ngapain, udahlah Rin kita lanjut ronde 2 nya" katanya.


"ehhh iann iann..." teriakku , dan tetap saja pada akhirnya akupun mandi bareng sama dia ihh dasar Arian keras kepala !!


.


.


.


 

__ADS_1


Setelah beres mandi, aku menyiapkan pakaian untuk Arian.


 "mau pakai kemeja warna apa sayang ?" kataku.


"warna biru muda aja sayang" katanya, akupun langsung mengambil kemeja warna biru muda, dasi hitam, kemeja hitam, dan celana hitam ku taruh di kasur dan akupun memakai bajuku, setelah itu akupun keluar kamar dan berjalan menuju meja makan dan di sana ada bi ijah yang sedang menata piring-piring di meja makan.


"pagi non Rin" sapanya.


"pagi bi ijah.. Bi.. Mamah sama papah kemana ?" kataku.


"nyonya dan bapak sudah berangkat ke kantor dari pagi banget non" katanya.


"oh gitu , mereka emang pulang jam berapa semalam bi ?" tanyaku lagi.


"emm.. Sekitar jam 12 malam lah non" jawabnya, akupun sambil menyiapkan sarapan untuk Arian, dan akupun duduk sambil menyiapkan sarapan juga untukku , tak lama dari situ Arian pun tiba-tiba sudah ada di dekatku.


"selamat pagi bi" katanya pada bi ijah.


"haha iya nih bi, saya ada urusan di kantor" katanya sambil duduk di sampingku dan memegang sandwich nya itu lalu memakannya.


"oh iya mamah sama papah kemana bi?" Tanya Arian pada bi ijah dan akupun langsung menjawab nya tanpa melihat ke arahnya.


"kata bi ijah mamah sama papah udah berangkat ke kantor dari pagi banget" kataku yang seketika melihat kearah nya dan melihat karismanya di pagi hari akupun terus melihatnya tanpa berkedip sedikitpun.


"kenapa Rin ?" tanyanya.


"nggak apa-apa kok" kataku yang langsung memalingkan wajahku dan mulai memakan sandwich ku, duhh... Kenapa makin hari aku makin tak biasa melihat ke tampanannya yang setiap hari bertambah ya tuhan kuatkan jantungku ini yang mulai sekarang akan loncat-loncat dari tempatnya karena melihat ketampanan suami sendiri duhh ya tuhanku, akupun keselek, batuk-batuk duh pokoknya repot deh .


“Rin.. Ya ampun.. Kenapa sihh ? , ayo minum dulu minum" katanya yang sambil menyodori segelas susu cokelat padaku dan membantu meminumkan nya padaku, akupun langsung minum dan berhenti memakan sandwich ku akupun tarik nafas, dia melihatku dengan tatapan penuh tanya akupun menatapnya.


"kamu kenapa sih ? Kalau makan pelan-pelan makannya" katanya.


"hahaha.." akupun tertawa.

__ADS_1


"aku kayak gini tuh gara-gara kamu tau nggak" kataku sambil tersenyum.


"lho ? Kok gara-gara aku sih ? Emang kenapa sama aku ?" tanyanya.


"ehh malah nanya.. Kamu itu.. Gan.. Ganteng banget hari ini dan udah lama juga nggak liat jambul kamu baru hari ini aku liat lagi" kataku yang sambil memakan sandwich nya kembali.


"hahahaha.. Jadi kamu keselek, batuk-batuk repot gitu gara-gara itu ?, ya ampun sayangggg... Kamu tuh.. Hahaha.. Lucu banget yah" katanya sambil tertawa.


"apa yang lucu sih .. Udah ah kamu nggak peka" kataku.


"hahahaha.. Ya udah ya udah maaf , ya udah dari pada kamu marah mending anterin aku ke depan , aku mau berangkat" katanya , akupun langsung duluan pergi.


"lha ? Kenapa aku di tinggal Rin" katanya.


"kan kamu mau pergi.. Ayo cepet" diapun langsung beranjak dari kursinya dan berjalan di belakang ku.


"kalau gitu aku berangkat dulu yah sayang ku , jangan kemana-mana ok , tunggu sampai aku pulang kalau mau pergi yah" akupun mengangguk saja.


"jangan marah dong nanti aku galau di kantor" katanya.


"ihh siapa yang marah" kataku.


"itu mukanya haha, udah ah aku berangkat" katanya , baru saja dia melangkah 1 langkah tiba-tiba dia berbalik badan lagi.


"kenapa ? Ada yang kelupaan ? Biar aku yang am.." belum beres ngomong dia langsung mengecup bibirku.


"itu yang kelupaan haha, bye sayang" katanya , akupun terdiam mematung tanpa mengatakan sesuatu diapun masuk ke mobilnya yang sudah di siapkan pak sopir dan pergi.. Tapi aku masih mematung, dalam 3 detik denyut jantungku seakan-akan hampir berhenti mukaku sangat panas dan ternyata merah sekali , aku masih terdiam dan menutup pintu nya aku jalan ke arah kamar tanpa berkedip mata , akupun menutup pintu kamar dan..


"aaaaaaaa.......!!!!" teriakku di kamar.


"apa ini mimpiii , apa ini sebuah mimpi indah ku ?? Aku benar-benar sangat bahagia.. Thanks god thanks" kataku..


***

__ADS_1


__ADS_2