Arian & Rin

Arian & Rin
Bagian 59


__ADS_3

Keadaan semakin keruh mendengar Reynando kabur dari penjara, aku yang sesegera mungkin untuk menjaga Zayn supaya tak terjadi apapun, tiba-tiba saat aku di kamar Zayn udah nggak ada.


"AAAAAARRRIIIIAAAANNNN!!!"


Aku teriak sekencang-kencangnya, dan aku tahu ini adalah ulah Reynando. Arian langsung menuju ke atas menghampiriku.


"ada apa sayang?" kata Arian yang sangat ketakutan dan engos-engosan akibat tergesa-gesa.


"Zayn hilang Ariann.. Zayn hilang" aku menangis sejadi-jadinya terduduk dilantai lalu pingsan.


Aku yang sudah terbaring dikasur, begitu lemas. Jantungku rasanya mati, aku benar-benar lelah. Tiba-tiba ada yang mengetuk pintu kamarku. Aku membukanya begitu lama dan lemas. Ternyata itu polisi wanita.


"sorry madam, i was disturbing.  I was told by Mr. Stefan here to look after you, your husband is looking for the whereabouts of your child with our team, so you don't worry too much, everything will return to normal"


Aku yang mendengarnya sedikit lebih tenang karena disini ada juga yang mengawasiku.


"okey, thank you" nadaku yang lemas.


"do you need something madam?"


"nothing, I just need rest"


"okey, come back to rest, if you need something just call me, my name is carla"


"okey, thank you carla"


Aku langsung kembali menutup pintu kamar dan duduk di tepi kasur, aku menangis.


"kenapa Rey selalu mengganggu keluarga kita ? Anakku yang tanpa dosa jadi korbannya, maafkan mamah nak, mamah nggak bisa jagain kamu, mamah sayang kamu, tunggu papah jemput kamu pulang yah nak" -gumamku sambil terisak.


Rasanya kali ini benar-benar hancur, Rey benar-benar keterlaluan. Arian belum juga mengabariku, aku coba meneleponnya.


"Sayang"


"udah bangun sayang, aku sekarang lagi di kantor polisi untuk melacak alamat sekapannya Zayn, kamu tenang aja yah, biar aku yang urusnya, papah juga ikut bantu, sekarang papah lagi di jalan katanya" jelas Arian padaku.


"syukurlah, bawa anak kita pulang lagi yah sayang" pintaku dengan sedih.


"jelas pasti itu sayang, kamu istirahat aja yah, kamu jangan terlalu di pikirin okey, kamu kan baru aja lahiran dan kamu belum sehat, aku juga nggak mau kamu kenapa-napa, selagi aku ngurusin masalah ini, kamu jaga diri yah, kalau ada apa-apa kamu minta tolong polisi carla" katanya yang begitu mencemaskanku.


"Arian!"


Tiba-tiba suara papah terdengar jelas dari telepon memanggil nama Arian.


"sayang, papah udah datang, nanti aku kabarin lagi, kamu istirahat yah, bye sayang"


"bye sayang"


.

__ADS_1


.


.


"gimana Arian ? Papah sampai kaget denger kabarnya ? Mamahmu juga nangis tuh dirumah" kata papah Arian.


Arian pun menjelaskan di dalam kantor polisi bersama polisi yang lain. Kemudian polisi pun menunjukan Alamat tempat sekapan Zayn yang di berikan oleh Rey. Tepat di tengah hutan, Arian, papah dan 3 tim polisi pun segera menuju lokasi tersebut. Jaraknya cukup jauh dari kota.


.


.


.


Sore harinya tiba di lokasi yang tertera di maps.


"ini tempatnya ?" tanya papah pada Arian.


"iya pah, Ian dan pihak kepolisian mendapat lokasi dan letaknya disini" jawab Arian.


"yasudah, yang lain berpencar, Arian ikut sama papah" perintahnya pada Arian dan tim.


  *semua menuruti perintah papahnya Arian.


Sementara itu, dirumah, herby datang ke rumah untuk bertemu denganku, setelah diizinkan masuk oleh polisi Carla.


Herby mengetuk pintu .


"masuk aja By" sahutku lemas.


Herby pun membuka pintu dan duduk disamping kasurku.


"dimana anak kamu ?" tanya nya heran.


"di sandera oleh Rey keparat itu" emosiku memuncak memanggil namanya.


"astaga!!! Apa Arian sedang mencarinya ?"


"yah.. Tadi sama papahnya dan tim kepolisian" kataku.


"Rin.. Kamu jangan lemes gitu dong, percaya sama aku, Arian bisa bawa kembali anak kalian" memberikan positif padaku.


"itu harus By" sambil memejamkan mataku.


"apa kamu menginginkan sesuatu ? Biar aku yang lakukan" tawar nya.


"emm.. Aku sedang ingin diam, nggak lebih" kataku.


"iya aku tahu sih perasaan kamu, okey.. Kalau gitu aku pulang yah, oh iya aku punya buah buahan dibawah buat kamu, kalau kamu perlu apapun itu telepon aku segara" jelasnya padaku sambil memegang pundakku.

__ADS_1


"okey Herby, thank you and i'm so sorry, aku memang tak ingin di ganggu sekarang ini" kataku padanya sambil memegang tangan Herby.


"it's okey Rin, aku ngerti kok, take care yah Rin, bye!"


"okey, bye.. Hati-hati"


"iya Rin"


Herby pun berdiri dan menghampiri pintu untuk keluar pulang.


.


.


Kembali ke pencarian Zayn.


Telepon Arian pun berbunyi dan tertera nomor tak di kenal.


"segera mencari secepatnya, atau anakmu mati hahahaha" tertawa jahatnya.


"hallo!! Hallo!!.. Keparat Reynando!!!"


"ayo Ian.. Lewat sini, cepat!!" papah berlari ke arah ruangan sebelah kanan.


.


.


Tak lama pun Arian dan papah menemukan Rey yang sedang berjaga-jaga sambil membawa pistol, dan Zayn di letakan di meja kayu yang hampir roboh itu, Tak lama polisi pun menghampiri kita yang sedang mengintai. Arian pun mulai menghampiri Rey seorang diri sambil memegang koper uang yang dijanjikannya.


"letakan senjata itu Rey, ambil uangnya dan aku mengambil anakku" perintah Arian pada Rey.


"letakan koper itu dibawah!" Rey masih menodongkan pistolnya pada Arian, Arian pun menaruhnya hati-hati dan perlahan Arian pun menghampiri Zayn.


Setelah Zayn sudah dalam dekapan Arian dan Rey juga sudah menyentuh koper itu suara pistol pun di lontarkan ke arah kaki Rey oleh polisi, Arian pun segera berlari sekuat tenaga untuk menghindari kejaran Rey, tapi Rey sudah dalam tahanan polisi, tapi Rey begitu cekatannya mengelak dan menodongkan pistol itu kesembarang arah, papahnya Arian yang menyusul Arian dari belakang dan ternyata kena tembakan di perutnya akibat Rey. Polisi lain pun membopongnya segera keluar, Arian pun panik segera menelepon ambulance.


15 menit pun berlalu ambulance pun datang membawa papahnya Arian yang mulai sekarat masuk ke dalam mobil ambulance diikuti oleh Arian yang sambil menggendong Zayn.


Rey pun sudah di borgol di dalam mobil polisi, senjata yang Rey bawa pun di amankan polisi.


"kuat pah, papah pasti kuat" Arian menangis melihat papahnya sudah tak sadarkan diri.


Sampai di rumah sakit segera papahnya Arian di masukan ke ruang ICU untuk penanganan yang cepat, Arian yang menunggu di luar amat cemas sambil tetap menggendong Zayn. Arian pun duduk dan mulai menelepon Rin.


"Hallo sayang, aku sudah selamat membawa Zayn, tapi papah masuk ICU karena kena tembakan sembarang dari Rey" spontan jelaskan padaku.


"apa !?? Aku segera kesana untuk melihat" kataku kaget setengah mati.


"iya sayang, hati-hati dengan jahitanmu masih basah, aku sudah mengirimkan lokasi RS nya" katanya mengingatkanku.

__ADS_1


Aku segera menuju Rumah Sakit yang sudah di kirim Arian, diantar oleh polisi Carla.


Aku lega Zayn sudah aman bersama Arian, tapi papah.. Semoga tak terjadi apa-apa..


__ADS_2