Arian & Rin

Arian & Rin
Chapter 30


__ADS_3

Aku menunggu sangat lama hingga di sms, whatsApps, telepon, VC, nggak bisa nyambung..


 


Tiba-tiba ada telepon.. Dan ternyata itu dari Arian aku langsung angkat telepon itu penuh kesal.


"Arian!! Kamu itu bisa aja bikin aku cemas hah?? Puas kamu ?? Kamu kemana sih ??" kataku sambil emosi, tapi.. Ternyata yang menelepon aku itu bukan suara Arian, memang itu telepon Arian tapi.


"Hallo selamat malam ibu ? Ini benar saya bicara dengan istri nya pak A..rian.. ?" katanya yang seperti sedang mengingat namanya ini seperti polisi.


"iya pak benar, ini dengan siapa ya ?" kataku.


"saya dari pihak kepolisian lalu lintas bahwa suami anda kecelakaan tabrak lari, mohon ibu dan Keluarga segera datang langsung saja ke tkp nanti saya kirim lokasinya" jelasnya.


sontak aku kaget dan berteriak "Astaga!!!!! Ariaaaannnnnnn!!!!!"... Akupun langsung manggil ayah dan ibu.


" ayahhh.... Ibuuuu..." kataku teriak.


"ada apa !?" Kata ibu.


"Bu.. Arian kecelakaan" kataku.


"hah apa !!? Dimana ?" Kata ayah.


"polisi tadi bilang dan lokasinya akan di kirim kesini" kataku sambil nangis hingga terjatuh dan pingsan.


 


Pada saat sampai tkp aku tersadarkan dan melihat di jalan sudah banyak sekali kerumunan orang dan mobil ambulance, aku dan ibu ikut masuk ke mobil ambulance untuk melihat Arian sedangkan ayah yang membuntuti dari belakang, dan.. Dan... Aku melihat darah yang begitu banyak di bagian kepala, tangan dan paha akupun berteriak lagi dan menangis ibupun juga akupun pingsan lagi.


 


...


RUMAH SAKIT SENTOSA BANDUNG


 


Arian di masukkan ke ruang UGD karena darahnya sangat banyak di bagian kepala dan harus di jahit di bagian lengan dan paha karena robek, akupun tersadarkan dari pingsan tahu-tahu sudah ada di RS.


" ibu... Arian di manaa !!?" kataku yang sambil berteriak dan menangis kencang karena sangat takut dan deg-degan melebihi dari apapun, tubuhku bergetar dan dingin karena aku takut Arian kenapa-napa, aku yang masih terduduk di dalam mobil ambulance bersama ibu, dan akupun di tuntun keluar dari mobil oleh ibu dan di bantu oleh ayah, akupun terduduk di dekat ruang UGD bersama ayah dan ibu.

__ADS_1


"Bu.. Ayah.. Mamah sama papah nya Arian udah di kasih tau ?" kataku masih sambil menangis.


 "udah sayang udah.. Mereka lagi di jalan" Kata ibuku yang terus memelukku dan ayah yang sedang mengurus Administrasinya.


 


Tak lama dari situ mamah dan papahnya Arian pun datang dengan sangat tergesa-gesa, papahnya Arian pun menghampiri ayahku ke tempat administration kemudian akupun langsung berdiri dan akupun memeluk mamahnya Arian sambil menangis mamahnya Arian pun sama.


"Arian di ruang mana Rin ?" tanya mamahnya Arian.


"Arian masih di UGD mah, aku takut Arian kenapa-napa" kataku sambil menangis.


"iya sayang.. Mamah ngerti perasaan kamu tapi.. Arian itu laki-laki yang kuat percayalah dia nggak akan kenapa-napa yah sayang" Kata mamahnya Arian sambil mengelus-elus rambutku, mencium keningku sambil menangis akupun memeluk nya kembali.


 


...


 


Setelah Arian di tangani oleh pihak rumah sakit dan selesai menguruskan administration kamipun masuk ke ruangan VIP class 1 lantai 5 karena Arian telah di pindah ruangan.


"mohon maaf ibu dan bapak tolong tunggu di sini dahulu" kata sang dokter pada kami dan dokter itupun masuk kembali ke ruangan bersama suster, setelah beberapa menit kemudian dokter dan suster pun keluar dari ruangan.


"Arian baik-baik saja dan Arian masih kritis karena benturan di bagian kepala nya yah untung saja benturannya tidak terlalu keras dan di bagian paha dan lengan juga tidak ada yang patah hanya robek bagian luar nya saja jika ingin masuk dua orang- dua orang yah" jelas sang dokter pada kami.


 "ahh lega sekali aku syukurlah ya tuhan terima kasih, terima kasih yah dokter" kataku, dan kamipun juga merasa sangat lega sekali.


"kalau begitu saya permisi" katanya bergegas pergi.


"iya dok" kataku.


"ahh tenang akhirnya" Kata mamahnya Arian.


" iya mah" kataku.


"ya sudah mamah dan papah lihat kondisi Arian dulu yah" Kata mamahnya Arian padaku.


"iya, iya mah" kataku sambil memulai duduk, mereka berdua pun masuk ke ruangan aku, ibu dan ayah pun menunggu giliran.


 

__ADS_1


...


 


Setelah itu ibu dan ayah yang masuk.


"Rin mamah sama papah pulang duluan yah sayang, kamu mau pulang jam berapa ?" Kata mamahnya Arian padaku.


"Rin bakal tunggu Arian disini mah pah takut nya ada apa-apa" kataku.


"beneran kamu mau disini ?" tanya papahnya Arian.


" iya pah.. Rin nggak apa-apa kok" kataku.


“ya udah kalau ada apa-apa kabarin kita yah nak" katanya.


"iya pah pasti" kataku yang meyakinkan.


"iya sudah jaga diri yah" akupun sungkem pada mamah dan papahnya Arian.


"iya, hati-hati di jalan" kataku, mereka pun hanya mengangguk saja, tak lama pun ayah dan ibu keluar.


"sayang ayo pulang" Kata ibu.


"Bu.. Yah aku mau tunggu disini boleh yah aku takut Arian kenapa-napa yah kalau nggak ada yang nungguin" kataku.


"eum.. Boleh sayang , besok siang ibu sama ayah kesini lagi bawain makan buat Kamu yah" Kata ayah padaku.


"iya yah.. Iya udah aku masuk dulu yah , kalian hati-hati di jalan" kataku.


"iya nak" Kata mereka berdua .


 


...


 


Akupun langsung masuk ke ruangan dan melihat kondisi Arian yang berbaring di kasur sana, akupun duduk di kursi yang telah di sediakan di dalam, menatapnya sambil membelai rambutnya akupun menangis.


" sayang.. Kamu yang kuat yahh.. Kamu itu makannya kalau nyetir jangan ngelamun harus fokus, kalau kamu fokus nggak akan kayak gini.. Aku rindu Arianku" akupun langsung mencium keningnya dan tersenyum sedih menatap nya , kepalanya di perban tangan dan pahanya pun sama aku pun menangis lagi nggak kuat.

__ADS_1


 


***


__ADS_2