Arian & Rin

Arian & Rin
Chapter 23


__ADS_3

Keesokan harinya di rumah Rin "Rin... Sarapan dulu sayang" Kata ibuku yang berteriak dari luar kamarku, akupun keluar kamar dengan wajah yang masih mengantuk di tambah dengan jalanku yang tidak seimbang.


"ya ampun.. Kamu tuh bentar lagi bakal jadi istri lho, bangun tidur masih siang gini" komplen ibuku.


"aduh Bu.. Ini tuh masih pagi baru juga Jam 9, Arian juga udah biasa tau aku bangun jam segini" kataku yang keceplosan.


"apaa!!? Maksudnya kalian berdua pernah satu kamar begitu hah !!?" Kata ibuku kaget.


"ah bukan gitu Bu , Arian itu suka banget telepon aku kurang dari jam 9 tapi aku belum bangun jadi saking kebiasaan Arian udah tau kalau aku bangunnya suka jam 9 gitu" kataku yang berbohong pada ibu padahal iya sih aku sama Arian pernah tidur satu kamar tapi kita masih jaga kok dan aku di Aussie nggak bangun jam segini emang suka pagi banget mungkin karena aku terlalu lelah kali yah, ah sudahlah lebih baik aku makan dan setelah itu mandi maafkan Rin yah Bu I Love You pokoknya.


"permisi.." ada suara laki-laki dari luar pintu itu sih udah tau itu Arian , ibupun langsung berdiri dan berjalan menuju pintu untuk membukakan pintu dan aku yah lagi enak makan , terdengar samar dari depan ibu bilang 'eh Arian, silahkan masuk Rin lagi sarapan , baru bangun dia haha' Kata ibuku, Arian pun muncul bersama ibu dan dia duduk di kursi depanku.


"jorok belum mandi ih , suaminya udah ganteng tingkat dewa gini masa istrinya masih ileran" candanya.


"biarin aja, emang kenapa nggak suka ?" kataku ketus.


"haha ciee lagi pms yah ? Emang tanggal berapa sih sekarang ?" katanya.


"udah deh diem , kamu mau makan ?" kataku.


"udah tadi di rumah , oh Iya sekarang kan tanggal 15 emang kamu itu suka nggak jelas tanggal-tanggal segini eh tau-taunya besok keluar haha" katanya , hm.. Emang Arian ini segala tau tentang aku sih waktu masih perdekatan juga.


"bisa aja kamu" tiba-tiba ayahku datang.


"eh Nak Arian, udah lama ?" Kata ayahku.


"oh nggak Om baru juga , oh Iya itu mobil sudah Arian bawa" katanya sambil mendekati ayahku


"oalah.. Padahal mah nggak apa-apa nanti aja haha" Kata ayahku.


"nggak apa-apa Om santai aja" Kata Arian.


"oh iya Nak Arian mulai sekarang kamu nggak usah panggil Om lagi panggil aja ayah , ok" Kata ayah pada Arian.


"oh siap Om.. Eh maksud saya siap yah" katanya.


"haha iya iya, iya udah ayah tinggal dulu yah mau kasih makan burung" Kata ayah


"oh iya yah" jawab Arian sembari tersenyum.


"Rin.. Mandi sana kamu, kuleuheu kitu parawan teh ih" *nggak segar gitu perawan*Kata ayah padaku.


"iya ayah.. Bentar" kataku yang masih makan.


"udah ini kamu mandi kita jalan" katanya.


"kemana ?" tanyaku.


"ke mbahmu" candanya.


"terserah" kataku ketus


"iya makan kek, nonton kek".. Kata Arian sambil mengangkat kedua alisnya.


 


...

__ADS_1


 


Setelah aku selesai makan dan mandi kita jalan-jalan masih pakai mobil ayahku " aku pengen nonton" kataku.


"iya sudah ayo" katanya , 2 hari lagi aku ulang tahun dan bulan depan bagian Arian yang ulang tahun , 2 hari lagi !? Apa Arian bakal ingat nggak yah ?.


"Tumben diam aja? Kenapa sakit ?" katanya yang membuatku langsung tertegun.


"ah nggak kok nggak apa-apa" kataku.


"oh , oh iya aku 2 hari lagi mau ke lombok ada urusan perusahaan papahku yang harus di beresin" katanya yang membuatku terdiam tertunduk.


"oh.." kataku yang menjawab dengan lemas.


"iya" katanya, bahkan dia juga nggak ingat ulang tahun ku padahal 2 hari lagi jadi nggak semangat gini.


"eum.. Arian.." kataku.


"apa ?" tanyanya, sambil matanya tetap fokus pada jalan.


"eum aku kayak nya nggak jadi deh nontonnya, mendadak nggak enak badan, kita pulang aja" kataku, Arian pun berniat meraba keningku tapi aku mengelaknya , Arian pun memutarkan stir mobilnya dan kembali kerumah.


 


...


 


Sampailah dirumah karena belum terlalu jauh jalannya, akupun langsung turun dari mobil dan masuk, Arian pun memasukan mobilnya ke garasi , akupun langsung masuk kamar , Arian pun mengikutiku "Rin.." katanya sambil membuka pintu kamar ku.


"Kamu marah sama aku ?" katanya.


"ya udah , kalau ada apa-apa telepon aku yah ?" katanya.


"iya" jawabku singkat, Arian pun keluar dari kamarku dan menutup nya kembali.


 


...


 


Ayahnya Rin pun menanyakan apa yang terjadi "kenapa Arian ?" tanya nya.


"jadi gini yah 2 hari lagi kan Rin ulang tahun Arian mau kasih kejutan buat Rin" jelasnya Arian , tiba-tiba ibunya Rin keluar sambil bawa segelas kopi untuk ayah.


"lho Nak Arian ? Bukannya tadi pergi sama Rin ?" tanyanya.


"nah kebetulan ibu juga ada , jadi gini Bu , Arian mau kasih supraise buat Rin , 2 hari lagi kan ulang tahun , jadi ian pura-pura nya pergi ke lombok ada urusan perusahaan papah ian padahal ian disana nyiapin untuk ulang tahun nya Rin , ntar besok ian mohon ibu sama ayah buat ngomong ke Rin pergi ke lombok 2 hari lagi" katanya.


"kirain apa haha.. Boleh juga itu, iya sudah ibu sama ayah nanti ngomong yah Nak Arian" Kata ibu , tiba-tiba akupun datang.


"lho ? Arian ? Kenapa belum pulang ?" kataku.


"eh.. Rin.. Eum iya kan aku nunggu supirku datang" katanya sambil terbata-bata.


"oh gitu" akupun masuk kembali ke dalam kamar , Arian pun duduk mematung.

__ADS_1


"udah biar ibu aja yang tanganin Rin yah" Kata ibu pada Arian.


"iya Bu" katanya dan tiba-tiba Arian pun menelepon supirnya karena emang belum telepon yang tadi itu hanya ngeles.


"hallo pak, jemput saya di rumahnya Rin yah .. Ok pak makasih" katanya dalam telepon.


"sambil nunggu ngopi dulu gimana ?" Kata ayah.


"haha nggak usah yah" katanya.



Ibupun masuk ke kamarku "Rin.. Sayang.." Kata ibu.


"eh ibu" aku buru-buru menghapus air mataku.


"kamu kenapa sih ? Berantem sama Arian ? Bukannya tadi biasa aja yah waktu pergi ?" Kata ibu.


"eum itu lho Bu Arian , kita sih nggak berantem , cuman masa iya Arian lupa sama hari ulang tahun aku Bu , gitu da ari lalaki teu peka teh *gitu kalau laki-laki nggak peka* pikun sama ulang tahun pacar sendiri" kataku yang agak emosi.


"kan mungkin Arian sibuk sama kerjaan nya, dan itu juga kan demi kebahagiaan kalian nanti kan ?" Kata ibu.


"iya sih Bu ahh , sudahlah lupain , oh Arian udah pulang belum ?" tanyaku pada ibu.


"kayaknya belum deh soalnya kan lagi nunggu supirnya jemput" kata ibu , akupun langsung keluar kamar dan jalan cepet ke pintu keluar dan ternyata Arian masih duduk di kursi sama ayah.


"Arian.." kataku.


"eh Rin.." Kata Arian langsung berdiri tiba-tiba supirnya Arian pun datang.


"ya udah yah ian pulang dulu yah" katanya sambil sungkem pada ayah , ibupun keluar.


"eh udah mau pulang aja ?" Kata ibu.


"hehe iya Bu" katanya sambil sungkem juga.


"permisi yah Bu " katanya dan dia tanpa pamit ke aku.


"ke aku nggak akan nih ?" kataku ketus.


"emang udah nggak marah sama aku ?" katanya sambil menghampiriku.


"ihh Kamu.." kataku kesal, diapun memegang kedua kepalaku kemudian mencium keningku.


"jangan marah lagi yah , aku nggak bisa apa-apa kalau kamu marah" Arian pun memelukku.


"iya udah aku nggak marah kok, iya udah kamu pulang , hati-hati yah" kataku , diapun tiba-tiba berbisik ke telingaku.


"kalau nggak ada orang tuamu disini aku cium bibirmu haha" bisiknya akupun tertawa.


 "iya udah aku pulang yah sayang" katanya.


"iya dah.." kataku.


"dah.." ..


Arian pun pergi..

__ADS_1


***


__ADS_2