Arian & Rin

Arian & Rin
Chapter 21


__ADS_3

Akupun langsung berbicara "jadi.." tiba-tiba Arian langsung ngomong jadi aku terdiam kembali.


"jadi gini pak bu , saya datang ke Indonesia buat menikahi anak ibu dan bapak , kami berdua sudah bertunangan jadi kami ingin minta persetujuan dari kalian" Kata Arian yang mendadak keringatan banyak, ibu dan ayah menghela nafas berat jujur kami berdua sangat sangat sangat gugup sekali, ayah pun mengambil gelas yang berisi kopi yang ada di samping nya dan meminumnya sedikit lalu di simpan kembali dan sekali lagi menghela nafas berat ibupun sepertinya tidak suka.


"jadi.." Kata ayah melihat kearahku dan Arian tajam dan ayahpun melirik ke arah ibu dan ayah mengangkat kedua alis nya dan ibupun sama, kembali ayah dan ibu menatap kami.


"Nak Arian, kamu tau kan menjadi sepasang suami-istri itu tidak mudah ? Apalagi kalian akan menjadi orang tua nanti" Kata ayah yang membuatku ingin menangis dalam situasi seperti ini.


"apa kalian sudah benar-benar bulat memutuskan nya ?" Kata ibu juga yang membuatku semakin tidak tahan untuk menangis.


"pak, bu.. Saya bisa menjamin kebahagiaan Rin, dan saya juga memiliki tanggung jawab yang besar untuk semuanya nanti saya bersumpah demi diri saya dan tuhan untuk menjaganya , mencintainya , menyayangi nya , dan membahagiankannya hingga saya mati" ntah dari mana hujan badai sehingga Arian bisa berbicara lantang di depan ibu dan ayah , ayah pun melepas kacamata nya dan mengelap kedua matanya dengan jari telunjuk dan jempolnya sedangkan ibu menepuk pundak ayah, kemudian ayah berdiri dan menghampiri kursi Arian dan ayah pun berdiri di belakang dan terdiam di tengah-tengah kursi kami sambil tangan kanan ayah memegang pundakku dan tangan yang kiri memegang pundak Arian.


"ayah salut punya menantu seperti Arian , jadi kapan kalian mau menanggalkannya ?" Kata ayah sembari tersenyum dan ibupun tersenyum haru, aku kaget berlipat ganda termasuk Arian mendengar ucapan ayah yang menyetujui pernikahan kami, kamipun menoleh ke belakang melihat ayah, aku dan Arian pun tertawa bahagia kami berempat pun berpelukan.


"besok pagi kami akan kerumah orang tua saya untuk meminta persetujuan mereka juga" Kata Arian pada orang tuaku.


"kami berdua juga ikut tapi kita akan menyusul paling kami akan datang agak siang, tak apa kan ?" Kata ayah pada Arian.


"baiklah :) terima kasih banyak pak , bu" katanya sambil sungkem


 


...


 


Setelah makan malam selesai kami berdua disuruh tidur "belum muhrim jadi jangan dulu tidur satu kamar yah Nak Arian " Kata ayah pada Arian Aku sedang membawa bantal dan selimut untuk Arian tidur di sofa depan tv, tapi yah terdengar karena kamarku dekat dengan ruang tv ini.


"Iya pak" Kata Arian akupun tersenyum pada arah Arian dan spontan Arian pun senyum , dalam hatiku.


"padahal pas waktu di Aussie kita sering tidur bareng dan kalau keinget hal itu jadi malu banget apalagi dia pernah ngomong 'pengaman' supaya perutku tak bundar hahaha ya tuhan rasanya ingin ngakak banget" Arian pun langsung mengambil bantal dan selimut yang kubawa dan diapun membenah nya ketika ayah sudah masuk kamar setelah 10 menit kemudian terdiam berdua untuk memastikan ayah benar-benar tidak akan keluar lagi aku dan Arian pun tertawa isyarat saking sama-sama keinget hal itu kemudian dia pun mendekatiku dan memegang kedua tanganku lalu berbisik di telinga kanan ku.

__ADS_1


"jika ini bukan dirumahmu aku ingin mengigit lehermu haha" akupun hanya tertawa dia mencium keningku dan turun ke bibirku kemudian dia berbisik lagi.


"good night sayang I Love You" katanya sambil tersenyum.


" I Love You Too sayang" kataku sambil masuk ke kamar.


 



 


Keesokan harinya kita sibuk mandi, sarapan dan membantu mengemas barang Arian untuk di bawa ke rumahnya, setelah selesai semuanya kitapun berpamitan pada ayah dan ibu untuk pergi ke rumah Arian .


 


...


 


"eum aku pengen 3" kataku.


"tanggung 4 aja jadi laki-laki 2 perempuan 2 haha" katanya.


"jika pada saat nanti aku melahirkan terus aku nggak kuat dan aku mati apa kamu bakal nikah lagi ?" tanyaku.


"kalaupun kamu mati saat ini juga aku nggak akan pernah menikah dengan wanita manapun" jawab nya.


"kok gitu ngomong nya ? Yakin kamu bakal gitu ?" tanyaku.


"iya lah kamu itu wanita pertama dan terakhir , cinta pertama dan terakhir , dan satu-satunya wanita yang berharga buat aku, dan jika nanti pada saat melahirkan kamu tiada aku akan bilang pada anak-anak kita 'dia adalah wanita yang berharga, yang istimewa, dan yang tangguh , dia adalah pahlawan kalian, dia adalah wanita , ibumu dan ini alasan ayah tidak menikah lagi kerana ibumu sudah menjadi prioritas ayah hingga ayah mati takkan pernah tergantikan" Kata Arian akupun tak sadar menangis.

__ADS_1


"lho kok nangis ?" tanyanya.


"terharu" sambil mengelap kedua mataku dengan tissue yang ada di mobil Arian.


"udah dong jangan nangis sebentar lagi menikah dan kita akan menua bersama yah sayang" katanya dan aku hanya mengangguk saja karena rasa terharu ku masih ada jadi mataku terus keluar air mata, diapun tersenyum sambil mengelus-elus rambutku.


"udah jangan nangis ih" katanya , akupun langsung berhenti.


 


...


 


Sesampainya di rumah Arian dia langsung mematikan mesin mobil, yang kata ayah pada saat akan berangkat : "pake aja dulu mobil kami , biar kami pake mobil satu nya" kamipun turun dari mobil setelah di bukakan pagarnya oleh satpam aku berdiri mematung melihat rumah nya Arian 8X lipat dari rumah ku dan di tembok putih paling atas nya dekat dengan genting itu ada tulisan berwarna emas "Putra Nugraha" ..


"Kenapa liat nya gitu ? Ayo masuk" Kata Arian sambil dia mendorong bagasinya dan mengendong tas nya akupun mengandeng Arian, dan sumpah nya aku baru pertama kali kerumah Arian selama 9 tahun aku kenal dan ini lah pertama kali nya aku kerumah Arian wow banget mewah banget.


 "..Arian.." kataku.


"iya sayang ?" tanyanya.


"aku gugup banget, gimana kalau kita nggak di setujui orang tua kamu ?" tanyaku.


"tenang aja sayang, mereka nggak seperti dugaanmu" katanya , kitapun langsung masuk ke rumahnya.


"mahh.. Mamah .. Arian pulang" tiba-tiba mamahnya Arian turun sumpah aku kembali lagi deg-degan karena aku terakhir liat pada saat di bagi rapot 7 tahun lalu, mamahnya Arian langsung memeluk Arian dan sungkem aku juga sungkem.


"jadi ini wanita yang sering Kamu ceritain dari 9 tahun lalu ?" Kata mamahnya Arian akupun langsung spontan berkata 'apa?'.


***

__ADS_1


__ADS_2