
Pesanku pada suamiku Stefan Arian Putra Nugraha❤.
Terimakasih atas kasih sayang selama ini yang telah diberikan, 9 tahun menanti sebuah cinta yang nyata bukan sebuah perihal yang mudah, likaliku cinta kita begitu terasa. Aku bahagia bisa mengenalmu dan aku bangga memilikimu, aku bersyukur Tuhan telah memberikanku kamu. Kamu anugrah terindah yang sempurnai hidupku.
Untukmu terimakasih sayang.
Dari istrimu tercinta -Rin
...--------------------...
Setelah sekian lama mendamba anak pertama, kini aku melahirkan anak laki-laki yang sangat tampan seperti Arian. Yang kita beri nama Zayn Putra Nugraha. Ntah udah berapa kali aku bilang nggak nyangka atas semua bahagia ini, yang pasti aku selalu bersyukur disetiap harinya pada Tuhan, bahwa aku telah di berikan dua hal yang baru di hidupku sekarang yaitu anakku dan Arian.
Kita saling bergantian untuk menjaga Zayn dari tidurnya di RS. Karena rasa takut kehilangan.
Esok harinya kita berkemas untuk pulang ke rumah, senang rasanya anak kita bisa dibawa pulang secepat ini, haru pun terbentuk ketika melihat hiasan-hiasan di kamar kita bertuliskan "welcome to world Zayn Putra Nugraha" seperti sebuah mimpi, balon-balon bertebaran, puing-puing kertas warna yang menghiasi ruangan dan satu hal yang membuat kita terharu, sebuah kisah perjalanan cinta aku dan Arian hingga saat ini mempunyai Zayn terpang-pang dalam klise jadul yang indah sekali, kita sekeluarga pun merayakan hari bahagia ini bersama.
Disuatu malam..
"yaampun sayang, udah nak, jangan nangis terus yah, cup cup cup anak papah anak papah yang ganteng" Arian terus membujuk Zayn yang sedang menangis.
"padahal udah aku susuin tadi, pas aku balikin dia ke tempat tidurnya lagi dia nangis" kataku yang cemas.
"coba kita tidurin dia dikasur kita, berhenti nggak yah" usul Arian.
Zayn pun ditidurkan ditempat tidur kami, dan aku di sebelahnya sambil mengusap-usap dahinya supaya tenang, dan ternyata Zayn pun berhenti nangis, aku dan Arian pun terdiam heran. Bayi baru lahir udah ngerti batin yah.
__ADS_1
"eh dia diem loh sayang" kataku yang kaget.
"iya loh, ternyata Zayn mau tidur bareng kita, yaampun anak papah yang ganteng ini, pinter banget yah kamu, udah ngerti" Arian pun mencium bibir Zayn.
"yaudah Zayn sekarang tidur yah sayang, mamah kasian tuh tiap malem begadang nyusuin kamu, Zayn tidur yah" walau Zayn belum ngerti Arian ngomong apaan, tapi Zayn langsung diem dan tidur.
"pinter yah anak kita" kataku.
"iya kayak aku" canda Arian.
"aku juga kali" membenarkan candaanya Arian.
"haha, iya kamu juga sayang, yaudah tidur lagi" Arian pun tidur.
"sayang, gimana ini ? Aku nggak mau sampai ada sesuatu lagi di keluarga kita" aku panik dan nangis.
"tenang dulu tenang dulu yah, biar aku yang coba cari cara ini, aku bakal telepon Anjasta buat bantuin kita" jelasnya, sambil memegang pipiku.
"kan Anjasta udah ke PH sayang, ribet kalau misal kamu telepon dia. Teo pasti udah lahiran juga dan nggak akan bisa kita andelin, aduh gimana yah" suasana semakin keruh, dan aku semakin cemas.
"kalau gitu, aku coba telepon papah kali yah ?" usulnya padaku.
"kalau nggak apa-apa ya coba dulu aja sayang" kataku.
Arianpun tak pikir panjang, langsung mencoba telepon papahnya untuk meminta bantuan.
__ADS_1
Selain Arian menelepon papahnya, akupun melepon Herby untuk memastikan detailnya.
"by.. Hallo, jadi gimana ini ? Kok loe bisa tau kalau Rey keluar penjara ?"
"gue tadi abis dari supermarket, nah depannya supermarket kan ada tempat duduknya di luar, gue liat Rey lagi ngopi duduk disitu, pake jaket item, sama kacamata, gue kaget disitu langsung telepon loe" jelas Herby padaku.
"astaga.. Kok bisa sih Rey kabur. Bukannya penjara disitu ketat yah" aku keheranan.
"itu makannya, gue sampe nggak habis pikir, kok bisa gitu dia kabur" katanya yang panik.
Tiba-tiba ada ketukan pintu kamar, dan itu dari pembatunya, bahwa ada polisi datang kerumahnya. Aku dan Arian pun langsung kebawah untuk menemui mereka.
"by.. Udah dulu yah, ada dari polisi ini" kataku.
"oke oke kabarin yah kalau loe butuh bantuan" katanya.
Langsung ku tutup teleponnya untuk menanyakan kabur nya Rey pada polisi.
"morning Msr. Sir"
Kitapun menyuruhnya masuk dan menjelaskan semuanya. Ternyata Rey membongkar saluran bawah tepat di bawah kasurnya, setiap malam dia menggali saluran itu hingga saat ini dia berhasil lolos dari penjara, pihak polisi sedang beragumen di kantor dan mencari keberadaan Rey. Dan akupun memberitau pada polisi bahwa Herby sahabatku melihat Rey di supermarket sedang ngopi, pihak polisi pun langsung menuju kesana.
Aku menyuruh Arian untuk tetap stay disini karena aku takut Rey mengincar rumah kita.
Arian selalu siap siaga di samping aku dan Zayn, supaya tak terjadi apa-apa.
__ADS_1