Arian & Rin

Arian & Rin
Chapter 32


__ADS_3

Setelah Arian sadar semua kegaduhan pun berubah menjadi kebahagiaan kembali aku sangat bersyukur sekali terima kasih tuhan.


 


Terkadang sesuatu yang tak terduga bisa melanda kita baik itu keberuntungan atau musibah tapi tuhan adil bahwa kita mesti belajar dari segala hal yang tuhan berikan untuk kita.


 


Aku bersujud padamu tuhanKu terima kasih telah mengembalikan Arian padaku.


 


"Sayang... Aku udah telepon orang tua kita mereka bakal datang bentar lagi" kataku sambil duduk di kursi.


"iya sayang.. Makasih.. Banyak.." katanya yang sudah tidak terlalu terbata-bata ucapannya.


"ih nggak usah bilang makasih , kamu itu kan suami aku, udah tugas aku buat jagain kamu semampu aku" kataku, dia pun tersenyum kemudian dia mengangkat kepalanya.


"eh kamu mau apa ?" kataku yang ternyata dia ingin duduk sambil bersandar ,akupun membatunya dan dia pun terduduk diam.


"padahal kamu itu kan masih lemes sayang jangan dulu banyak gerak" kataku.


"udah.. Nggak apa-apa kok, cuman.. Duduk.. Aja masa nggak boleh sih" katanya.


"bukannya nggak boleh cintaku aku cuman khawatir aja sama kamu kamu kan baru juga siuman" kataku yang sambil mengelus-elus lengannya.


"udah kok nggak usah khawatir aku kan udah nggak apa-apa iya kan" katanya sambil tersenyum , diapun menggenggam tanganku erat.

__ADS_1


"maafin aku udah buat kamu cemas gara-gara aku kamu nangis.. Aku..".


akupun langsung memotong bicaranya "udah udah sayang udah jangan di inget-inget lagi, lagian itu semua bukan salah kamu kok , aku cemas dan nangis wajar karena aku nggak mau kamu kenapa-napa" kataku sambil mengelus rambut nya.


"kau tau Rin ?.. Selama 9 tahun aku menunggu cintamu untukku dan saat janji suci itu aku benar-benar bahagia sangat bahagia , semoga apa yang kita impikan tercapai yah sayang" katanya akupun langsung memeluk nya.


“memangnya aku tak terlihat sebahagia itu ian ? Ya jelas aku sangat bahagia juga justru aku sangat bersyukur pada tuhan telah berikan kamu ke aku"


 


 


 


God gave me you to show me what's real


There's more to life than just how I feel


And all that I live for though I didn't know why


Now I do, 'cause God gave me you


 


Brian White - God Gave Me You


 

__ADS_1



 


Sebelumnya hidup ini terasa hampa sangat hampa ketika aku masih belum mengerti artinya di cintai di sayangi oleh seseorang yang telah menjadi prioritasku sekarang , dan saat ini aku telah mengerti dan rasanya sangat bahagia , aku ingin terus seperti ini tuhan izinkan aku dan Arian bahagia hingga ajal memisahkan :). Dan aku bahagia telah di karunia-i Arian sebagai suamiku dan kita berdua akan menjadi orang tua anak kita kelak dan kebahagiaan akan semakin terasa , kenyamanan akan semakin pekat , kehangatan dalam suasana rumah kitapun akan semakin meluap , tunggu saja sayang.. Aku akan membahagiankanmu semampuku hingga kau juga sulit membandingkan diriku dengan wanita lain , yah aku tau aku banyak sekali kekurangan tak seperti dirimu wanita mana sih yang tak tertarik dan ingin sekali memilikimu hingga laki-laki lain pun akan terbelalak melihat ketampanan mu , jika ada manusia lain kau tak pantas untuk dibandingkan dengannya kau seperti malaikat yang di turunkan tuhan untukku..


 


Ibu, ayah, mamah, dan papah pun datang kembali untuk melihat kondisi Arian mamah pun menangis haru karena takut terjadi sesuatu tapi tuhan masih sayang kita , jadi tenanglah mah.


"mah bawa jeruk nggak buat ian ?" Kata Arian pada mamahnya.


"bawa sayang makannya sama papah lama datang kita ke minimaket dulu buat beli jeruk kesukaan kamu sayang" Kata mamah pada Arian, akupun tersenyum, Arian pun sambil memegang tangan ku sambil mengelus-elus nya dengan jari ibunya itu , aku jadi tambah sering melihat senyumnya arian.. Ahhh pokoknya dulu itu jauh berbeda dengan sekarang.


"Rin.." sapa papahnya Arian.


"iya pah ?" tanyaku.


"terima kasih telah menjaga Arian , papah sangat bangga pada kamu Rin , dan Arian juga , karena papah yakin . pilihan Arian memang tepat" katanya yang tersenyum padaku , akupun tersenyum, tiba-tiba ibu dan ayah pun memelukku sambil tersenyum.


"Rin.. Kamu memang wanita yang sangat berbeda dari kebanyakan, mamah sangat bahagia punya menantu seperti kamu nak" katanya sambil mengelus rambutku dan mencium keningku.


"heiii mamah,, mamahh.. Jangan mencium Rin di depanku seperti ini , Arian cemburu lho ini soalnya dari kemarin ian belum cium Rin" katanya yang manja.


"hei.. Sejak kapan anakku ini manja ?" Kata mamahnya.


"mungkin benturannya terlalu keras sehingga memecahkan keras kepala nya itu" kataku , mereka pun tertawa termasuk Arian.

__ADS_1


 


***


__ADS_2