
Dipagi hari biasanya tak seremuk ini badanku, aku terbaring dikasur dan melihat kearah jam dinding menunjukan pukul 09:45AM, baru kali ini aku bangun siang, aku langsung meraih ponselku di meja pinggir kasurku, aku melihat 12 panggilan tidak terjawab "what!? Dari siapa ini ?" pikirku, aku langsung serentak duduk di atas kasur yang masih di balut selimut itu.
"dari Arian 10 dan dari Anjasta 2, ada apa mereka meneleponku pagi-pagi lagi" tiba-tiba ada pesan dari Anjasta.
"Sayang, kasih aku kesempatan untuk bisa balikan sama kamu, aku nyesel udah sia-siain kamu dulu" begitulah isi pesannya, aku tidak membalas pesannya karena aku sudah mencintai laki-laki lain yaitu Arian, aku langsung menyimpan kembali ponselku di meja dan akupun kembali tertidur dan menangis kencang.
Tiba-tiba ada suara telepon berdering, aku kembali mengambil ponselku dan melihat gadgetku ternyata itu dari Arian, aku buru-buru berhenti menangis dan mengatur suaraku.
"hallo.." kataku yang masih dareda itu.
"kamu kemana saja ? Aku meneleponmu dari pagi" katanya yang bertanya cemas padaku.
"aku di apartment , aku baru bangun" jawabku yang masih keadaan tidur.
"Kamu kenapa ? Sakit?" Tanya Arian.
"ah mungkin agak sedikit demam, karena terlalu lama di taman sore itu" jawabku yang memang sedikit remuk sekali badan ini.
"aku akan segera datang, tunggu!" katanya yang datar langsung mematikan teleponnya seperti biasa tanpa pamit sedikitpun, akupun kembali tertidur.
Siang hari pukul : 11:02 AM Arian sudah berada di apartment ku dia membawa buah dan vitamin untukku.
"kalau seperti ini kamu akan cepat sembuh nya Rin" kata Arian sambil membelai rambutku, aku hanya terdiam menatapnya, aku melihat kearah mukanya seperti sedang banyak masalah, matanya bengkak dan hidungnya merah.
__ADS_1
"apa kamu juga sakit Arian ?" tanyaku yang spontan tanganku langsung meraba jidatnya itu.
"ah, kenapa emang?" tanyanya yang langsung menundukan kepalanya dan berhenti membelai rambutku.
"emm.. Wajahmu.. Agak sedikit berbeda dari biasanya" jawabku pada Arian yang kini giliranku mengelus rambut belakangnya.
"ah mungkin aku terlalu lelah, karena banyak urusan belakangan ini" jelasnya Arian padaku, akupun berhenti membelai rambutnya.
"maafkan aku Arian" aku langsung tak sengaja berkata seperti itu padanya.
"untuk apa ?" jawabnya heran sambil melihat kearahku.
"untuk semuanya" jawabku padanya , yah untuk semua hati ini karena aku telah mencintaimu dalam diam dan membuatmu tidak nyaman, Arian hanya mengangguk saja dan berdiri dari kasur dan beranjak keluar dari kamarku.
"aku ada urusan mendadak , akan ku telepon sore nanti, get well soon" gaya bicaranya yang datar seperti biasa dan membelakangiku yang masih duduk dikasur.
…
"Maafkan aku Rin, aku benar-benar tidak kuat untuk bisa didekatmu lama, aku sangat mencintaimu Rin, sangat sangat mencintaimu.. Kata Arian dalam hati kecilnya sambil meneteskan air matanya dan mengambil nafas dalam-dalam dan mengeluarkan nya" pikir Arian~ Arian pun pergi.
Aku terdiam menatap perilaku Arian yang akhir-akhir ini berbeda " Arian. Seandainya kamu tau aku sangat mencintaimu tapi aku nggak berani bilang ini sama kamu, aku nggak mau merasakan sakit ini lagi, maafkan aku Arian, aku telah berbohong, aku telah berbohong aku dan Anjasta pacaran lagi, aku hanya ingin tau hati kamu yang sebenernya sama aku, apa hatimu juga sama seperti hatiku, karena aku tau, semua yang aku lakuin ini membuatku sangat terluka.. Tapi.. Tak apa, karena aku ingin membuktikan semuanya".
__ADS_1
...
Di Apartment Arian ada Reynando temannya Arian mampir main, Reynando ini 1 kampus juga dulunya dengan Arian dan Rin.
…
Arian langsung menyuruhnya duduk dikursi ruang tv "hei bro.. Gimana kabar loe?" tanya Rey yang sambil berjabat tangan.
" baik bro, loe gimana ?" tanyanya balik.
"baik baik bro" jawabnya.
"kapan loe nyampe Aussie ?" tanya Arian pada Rey.
"kemarin sore gue, eh gimana loe sama Rin ? Ada perkembangannya?" tiba-tiba Rey bahas Rin.
"yah, begitulah bro, dia balik lagi sama mantannya" keluh Arian, dia berdiri dan berjalan menatap awan.
"eum.. Sama Anjasta ?" Rey langsung menjawab, spontan Arian langsung menoleh kearah Rey yang masih duduk itu.
"loe kenal sama Anjasta?" tanyanya yang penasaran itu membuat Rey tersenyum.
"makannya loe itu jangan terlalu sibuk sama kerjaan loe aja, loe mah kagak punya sama sekali sosmed sih, liat nih" Rey pun berdiri dan menghampiri Arian sembari menunjukan Instagram miliknya dan membuka akun milik Anjasta.
"nih fotonya bro, Anjasta pernah post foto ini sama Rin waktu dulu, dan gue kayak kurang percaya gitu kalau Rin sama Anjasta balikan" jelasnya Rey yang ragu akan hubungan Rin dan Anjasta
__ADS_1
"maksud loe apa?" Rey hanya tersenyum.
***